<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270</id><updated>2012-02-16T13:34:35.654+07:00</updated><title type='text'>Love, Career, Money and Legacy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>179</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5497676197202132419</id><published>2012-01-25T17:25:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T17:25:42.853+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditilang Polisi</title><content type='html'>Kisah ini sudah pernah ditampilkan pada berbagai situs website, tapi karena ceritanya sungguh menarik, sayang jika tidak di-share ke lebih banyak orang. Semoga menggugah hati banyak orang. (Demi kenyamanan membaca, tulisan yang aslinya sangat panjang ini kami persingkat dengan tak mengurangi maknanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di pertengahan tahun 1960-an pada pukul setengah enam pagi, polisi muda Royadin yang berpangkat brigadir polisi, sudah berdiri dengan gagah di tepi posnya di kawasan Soko. Dari arah yang berlawanan dengan arus kendaraan lainnya, tampak sebuah sedan hitam berplat AB. Brigadir Royadin memandang di kejauhan, sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju ke arahnya. Dengan sigap, ia menyeberang jalan di tepi posnya. Tangannya diayunkan ke depan untuk menghentikan laju sedan hitam itu. Sedan tahun 50-an itu berhenti di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mobil menepi, Brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. "Selamat pagi! Boleh ditunjukkan rebuwes!" Pada masa itu, surat mobil masih diistilahkan rebuwes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, pria di dalam sedan menurunkan kaca samping secara penuh. "Ada apa, pak polisi?" tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget. Ia mengenali siapa pria itu. "Ya Allah... Sinuwun!" kejutnya dalam hati. Gugup bukan main, tapi itu hanya berlangsung sedetik. Naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna. "Bapak melanggar verboden, tidak boleh lewat sini, ini satu arah!" Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Yogya, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Setelah melihat rebuwes, Brigadir Royadin mempersilakan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan, namun Sri Sultan menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... saya salah. Kamu benar, saya pasti salah!" Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggenggam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa. "Jadi...?" Sinuwun bertanya. Pertanyaan singkat, namun sulit bagi Brigadir Royadin untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Em... emm... Bapak saya tilang, mohon maaf!" Brigadir Royadin heran, Sinuwun tak juga memakai kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya. Jangankan begitu, mengenalkan dirinya sebagai pejabat negara dan raja pun, beliau tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik... Brigadir, kamu buatkan surat itu, nanti saya ikuti aturannya. Saya harus segera ke Tegal!" Sinuwun meminta Brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4803/Reaksi_Sultan_HB_IX_Saat_Ditilang/#.Tx7Q_CxI-Co.facebook&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5497676197202132419?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5497676197202132419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5497676197202132419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5497676197202132419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5497676197202132419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2012/01/kisah-sri-sultan-hamengkubuwono-ix.html' title='Kisah Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditilang Polisi'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7300845629455053388</id><published>2011-12-09T14:29:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T14:29:48.553+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan (1)</title><content type='html'>Statistik Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik tdk bisa berbohong. Di singapore, tingkat perceraian naik dari 4.298 tahun 1995 menjadi 5.160 pada tahun 2000 dan di tahun 2008 menjadi 7.220. Artinya 20 pernikahan berantakan tiap hari, kota2 dunia seperti Shanghai, New York, Mumbai, Seoul, Jakarta, dll, mhadapi tantangan2 serupa bahkan lebih besar lagi. Angka ini hanya mengacu pd perceraian yang sah. Sebuah survei oleh LSM singapore, 2/3 pasangan2 yg menikah tinggal bersama demi penampilan, demi uang, demi anak2 meskipun suami atau istri mereka berselingkuh, meskipun 1/3 di antaranya tetap tdk pernah bahagia dan anak2 menderita depresi sbg akibatnya. Setelah anak2 dewasa/pergi kuliah/kerja/menikah, mereka akan membawa suami/istri mrka ke pengadilan dan cepat2 menceraikan mereka. Pasangan yg bercerai justru pasangan2 senior, seperti di Jepang tahun 1975, 6.510 pasangan bercerai setelah 20 thn lebih mrka menikah, dan tahun 2002 menjadi 45.536 pasangan yg bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang menyimpang adalah masyarakt kita menempatkan nilai terlalu tinggi untuk uang. Cinta uang dan materialisme merupakan dua sisi mata uang yang sama.&lt;br /&gt;Identitas diri kita hampir selalu sinonim dgn pekerjaan dan uang yang dihasilkan. Itulah sebabnya para ortu (tmsk saya) ingin anak2 menjadi banker, lawyer, doctor, engineer, bukan saja krn pekerjaan itu bergengsi, melainkan jg krn menghasilkan uang yang paling banyak.  Masyarakat mengukur kita bdk. kontribusi ekonomi kita, demikian pula keluarga dan teman2 sebaya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan baik-baik. Uang membuat dunia berputar dan salah jalan. Perburuan kita akan kebahagiaan mjd pemburuan kita akan uang. Jangan salah paham, uang itu penting, ttpi sayang sekali bagi sebagian besar kita telah menjadikannya sbg prioritas tertinggi. Kita membawa perspektif ini dalam RELASI pernikahan, di mana setiap pasangan ingin menghasilkan lebih banyak dan lebih banyak lagi uang utk mbeli rumah lbh nyaman, peralatan yang bagus, liburan ke tempat wisata tereksotis setiap tahun, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita ingin mendapatkannya sesegera mungkin, bukan?? Kita bekerja susah payah, lembur, memperoleh lebih banyak uang lembur, mengambil dua pekerjaan spy dpt memenuhi kebutuhan kita. Sebagai akibatnya, kita mengorbankan RELASI. Uang di dlm krisis ini mjd test situasi genting di dlm relasi kita. Uang tdk mmutuskan relasi. Cinta kita pada uanglah yang memutuskan relasi pernikahan itu, jadi tidak mengherankan pd akhirnya jika kita tdk menyediakan wktu bagi pasangan2 kita, atau pasangan2 kita tdk menyediakan waktu bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di Singapore (jg di Jakarta saya pikir), melaporkan tekanan pekerjaan utk mencapai target kerja yang fantastis "berhasil" mencipatakan kekacauan luar biasa dalam keseimbangan hidup pekerjaan-pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan2 yang keduanya mencari nafkah memiliki lebih sedikit waktu utk saling berbagi, sehingga utk menciptakan ketegangan-ketegangan pernikahan, dan meningkatkan tingkat resiko perceraian sah maupun sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi tidak begitu begitu sering berhubungan dan jarang melakukan hal-hal bersama contohnya untuk bersenang-senang. Kita tdk menyediakan waktu / berusaha melakukannya. Sungguh ironis, setelah menikah kita menjadi lebih sulit utk saling bersikap lebih manis ketimbang sebelum menikah; kurang sopan, kurang manis, kurang memaafkan, kurang meminta maaf, dan kurang bersyukur, di mana kita tdk lagi menunjukkan perhatian yg penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan pernah bekerja hanya utk uang dan kekuasaan, mereka tdk akan menyelamatkan jiwa Anda / mbuat Anda tertidur lelap pada malam hari" Marian Wright Edelman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rantai-rantai tdk memersatukan pernikahan. Tetapi benang-benang. Ratusan ribu benang haluslah yang menjahit orang-orang bersama-sama selama bertahun-tahun".  Simone Signoret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari Renungan "Dimsum utk Keluarga", John Ng, published in Singapore)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7300845629455053388?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7300845629455053388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7300845629455053388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7300845629455053388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7300845629455053388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/12/pernikahan-1.html' title='Pernikahan (1)'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6218170665007913430</id><published>2011-10-30T21:00:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T21:00:44.150+07:00</updated><title type='text'>Emosian bangeeet yaa...</title><content type='html'>Saat seorang laki2 sedang memoles mobil barunya, anaknya yg berumur 3 tahun membaret2 mobilnya dng batu. Dengan marah, laki2 tsb meraih tangan anaknya dan memukulnya berkali2; tanpa menyadari dia memukulnya dng kunci inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, di rumah sakit, anak itu harus kehilangan jari2nya karena kerusakan tulang yg sangat parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak tsb melihat ayahnya, dng pandangan kesakitan, bertanya, "Ayah, akankah jari2ku tumbuh lagi?" Lelaki tsb,yg adalah ayahnya, sangat terluka, menyesal dan kehilangan kata2 ... ia kembali ke mobilnya lalu menendangnya berkali2 melampiaskan penyesalannya. Hatinya semakin hancur ketika dia berdiri tepat di hadapan mobilnya, ia melihat baret2 yg dilakukan anaknya di mobilnya tertulis;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AKU CINTA AYAH!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman - teman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARAH &amp; CINTA tidak ada batasnya; pilihlah CINTA u/ mendapatkan hidup yg indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENDA adalah sesuatu yg mestinya DIGUNAKAN &amp; MANUSIA yg mestinya DICINTAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya dalam dunia postmodern dan instant saat ini; MANUSIA lah yg "DIGUNAKAN" &amp; BENDA-BENDALAH yg kamu CINTAI...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini, marilah lebih hati2 mengingatkan diri kita bahwa: BENDA utk DIGUNAKAN &amp; MANUSIA yg mestinya DICINTAI, ini Perintah ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup hanya sekejap, maka seharusnya kamu belajar dan tahu untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 dng PIKIRAN2mu, karena akan menjadi KATA2mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 dng KATA2mu, karena akan menjadi TINDAKAN2mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 dng TINDAKAN2mu, karena akan menjadi KEBIASAAN2mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 dng KEBIASAAN2mu, karena akan menjadi KARAKTERmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati2 dng KARAKTERmu, karena akan menjadi TAKDIRmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak hati2 TAKDIRmu berakhir menyedihkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, jadikan HIDUP kita  lebih berarti bagi orangtua, keluarga, dan komunitas mu !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6218170665007913430?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6218170665007913430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6218170665007913430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6218170665007913430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6218170665007913430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/10/emosioan-bangeeet-yaa.html' title='Emosian bangeeet yaa...'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4777015938095154444</id><published>2011-10-30T20:58:00.003+07:00</published><updated>2011-10-30T20:58:44.237+07:00</updated><title type='text'>If a Child Lives with Critism</title><content type='html'>IF A CHILD LIVES WITH CRITICISM&lt;br /&gt;*Author Unknown*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If children live with criticism, they learn to condemn&lt;br /&gt;If children live with hostility, they learn to fight&lt;br /&gt;If children live with fear, they learn to be apprehensive&lt;br /&gt;If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves&lt;br /&gt;If children live with ridicule, they learn to be shy&lt;br /&gt;If children live with jealousy, they learn what envy is&lt;br /&gt;If children live with shame, they learn to feel guilty&lt;br /&gt;If children live with tolerance, they learn to be patient&lt;br /&gt;If children live with encouragement, they learn to be confident&lt;br /&gt;If children live with praise, they learn to appreciate&lt;br /&gt;If children live with approval, they learn to like themselves&lt;br /&gt;If children live with acceptance, they learn to find love in the world&lt;br /&gt;If children live with recognition, they learn to have a goal&lt;br /&gt;If children live with sharing, they learn to be generous&lt;br /&gt;If children live with honesty and fairness, they learn what truth and&lt;br /&gt;justice are&lt;br /&gt;If children live with security, they learn to have faith in themselves&lt;br /&gt;and in those around them&lt;br /&gt;If children live with friendliness, they learn that the world is a&lt;br /&gt;nice place in which to live&lt;br /&gt;If children live with serenity, they learn to have peace of mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What are your children living with?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4777015938095154444?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4777015938095154444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4777015938095154444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4777015938095154444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4777015938095154444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/10/if-child-lives-with-critism.html' title='If a Child Lives with Critism'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7042002833875096966</id><published>2011-10-30T20:58:00.000+07:00</published><updated>2011-10-30T20:58:05.485+07:00</updated><title type='text'>Tiga Hal yang Terutama</title><content type='html'>Tiga hal yang terutama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal berbahaya yg dapat menghancurkanmu (jika kamu mau lakukan): Kemarahan, Kesombongan, Keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal yang menjadikanmu berharga : Komitmen, Rendah Hati (bukan minder/ rendah diri !) , dan  Kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Hal yang membuatmu menjadi dewasa : Kesabaran, Ketulusan, Rasa Bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal yang tidak pernah kembali padamu : Waktu, Perkataan-perkataan yang terucap, dan Kesempatan-kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Hal yang tidak akan dilupakan : Cinta, Kejujuran dan Persahabatan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal tidak boleh hilang dari hati dan pikiranmu : Kasih, Sukacita dan Damai Sejahtera.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal tidak pernah kekal (kecuali jika kamu memuja-mujanya) : Harta, Jabatan dan cinta manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Hal yang membuatmu lebih kuat : Iman, pengharapan dan kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7042002833875096966?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7042002833875096966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7042002833875096966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7042002833875096966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7042002833875096966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/10/tiga-hal-yang-terutama.html' title='Tiga Hal yang Terutama'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5187580477076712169</id><published>2011-09-03T13:44:00.000+07:00</published><updated>2011-09-03T13:44:03.672+07:00</updated><title type='text'>Berteman baik dengan Atasan! Kenapa tidak??</title><content type='html'>Berteman Baik dengan Atasan? Kenapa Tidak??&lt;br /&gt;Post on 18-Jul-11 &lt;br /&gt;by DKS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi sebagian orang Indonesia, atasan ibarat sebuah suara jauh yang tidak dapat disentuh. Kita hanya bisa mendengar apa yang diperintahkan, tanpa bisa mengenal lebih jauh siapa atasan kita. Entah karena warisan penjajahan Belanda atau tidak, tapi masyarakat kita masih cenderung menganut feodalisme dalam dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam dunia kerja modern, semua posisi sebenarnya memiliki kesetaraan. Yang membedakan atasan dengan bawahan hanyalah tugas dan tanggung jawab mereka. Pada dasarnya, dalam suatu organisasi, semua posisi saling membutuhkan. Seperti sebuah tubuh, mereka yang berada di posisi atas, berfungsi sebagai kepala yang bekerja menjadi pusat komando dan pemimpin untuk kaki dan tangan. Tanpa kaki dan tangan, tubuh tidak bisa melakukan aktifitas dengan baik. Begitu pula sebaliknya, tanpa kepala, kaki dan tangan tidak bisa melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dalam membangun sinergi tim yang baik, ada baiknya kita sebagai karyawan, bisa membangun hubungan baik antar rekan kerja. Tidak hanya kepada sesama karyawan, tapi juga kepada atasan kita. Lalu, bagaimana caranya supaya kita bisa berteman baik dengan atasan kita tanpa harus memberikan kesan "penjilat" atau "gila jabatan"? Berikut ini ada beberapa cara simple untuk membuka hubungan yang baik dengan atasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan Souvenir &lt;br /&gt;Jika kita sedang melakukan tugas luar kota, atau sedang liburan ke luar negeri, sebaiknya jangan lupa memberikan sekedar cinderamata untuk atasan anda. Tentunya tidak lupa memberikan cinderamata yang sama kepada rekan kerja yang lain, agar tidak timbul kecemburuan sosial dan pikiran negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berempati dan Bersimpati &lt;br /&gt;Atasan kita juga manusia biasa, tentunya memiliki cobaan yang sulit untuk dihadapai seperti kehilangan anggota keluarga atau sebagainya. Cobalah untuk sedikit menunjukan rasa empati anda kepada atasan anda. Tentunya dengan hati yang tulus tanpa berharap mendapat imbalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengundang atasan dalam beberapa acara kita. &lt;br /&gt;Di luar jam kantor, tentunya kita semua adalah sama. Untuk itu, jika kita sedang mengadakan acara, alangkah baiknya kalau kita juga mengundang atasan kita secara pribadi untuk sekedar menjalin hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa tips kerja dari kami, semoga bisa bermanfaat untuk anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.jobsdb.com/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/after%20work?ID=558&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5187580477076712169?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5187580477076712169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5187580477076712169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5187580477076712169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5187580477076712169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/berteman-baik-dengan-atasan-kenapa.html' title='Berteman baik dengan Atasan! Kenapa tidak??'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8308169487906275947</id><published>2011-09-03T13:37:00.000+07:00</published><updated>2011-09-03T13:37:47.755+07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Anak Buah yang Tak Kooperatif</title><content type='html'>Menghadapi Anak Buah yang Tak Kooperatif &lt;br /&gt;Post on 14-Dec-09&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;by Intan Iskandar &lt;br /&gt;Akhirnya, Anda dapat juga posisi itu. Manager. Berarti, bisa mengarahkan subordinat untuk mengerjakan serangkaian tugas supaya tujuan perusahaan bisa dicapai. Tentu saja mereka harus melakukannya, lagipula Anda memang atasan mereka, bukan? Aaah, andaikan saja segampang itu. Sayang, perusahaan Anda tidak menggunakan prinsip militer di mana perintah dikeluarkan lantas dilakukan. Tak ada kata tapi, tak ada pertanyaan, muka marah ataupun penolakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di lingkungan kerja jelas berbeda. Bagian memberi perintah dan menjelaskan proses eksekusinya memang mudah. Tapi apakah mereka benar-benar menjalankan tugas tersebut sesuai yang Anda harapkan? Nah, di sini letak tantangannya. Memang, tidak semua bawahan Anda tidak kompeten. Namun di saat yang bersamaan, tidak semua tingkah laku mereka juga menguntungkan buat hasil akhir dari kerja tim. Bahkan bisa jadi ada salah satu yang bersikap seakan-akan dia tak bisa menerima perintah dari siapapun, tak juga Anda yang jelas-jelas atasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi karakter subordinat yang sulit memang bukan hal baru. Anda yang ditugaskan sebagai pihak untuk menangani tim diharapkan untuk siap menghadapinya. Namun apakah Anda telah benar-benar menangani karyawan yang tak gampang diajak bekerja sama itu? Memang tidak disarankan untuk bertindak impulsif, tapi di lain pihak Anda juga dituntut untuk bertindak cepat. Tentu saja karena taruhannya adalah kinerja tim. Semakin lama tindakan tak kooperatif itu berlangsung, semakin susah pula tindakan tersebut diubah atau berhenti. Berikut beberapa langkah yang perlu diingat setiap kali Anda sampai terbersit pertanyaan, "Sebenarnya yang bos itu siapa, sih?":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hadapi Masalah. Lebih gampang memang rasanya untuk mengabaikan karyawan yang Anda rasa tidak memberikan yang terbaik untuk kesuksesan tim dengan melimpahkan tugas ke bawahan lain yang tampaknya lebih bisa diandalkan. Sama sekali bukan ide yang bagus. Ingat, hal ini justru salah satu bagian penting dalam pekerjaan Anda. Dan percayalah, masalah tersebut tidak akan terpecahkan dengan sendirinya. Bahkan bisa bertambah arah. Konfrontasi semacam ini sebenarnya sudah menjadi agenda Anda. Berikutnya, tinggal dilaksanakan.&lt;br /&gt;2.Tangani Tingkah Laku, Bukan Pribadi. Tujuan Anda adalah mencapai satu solusi, bukan untuk “menang”. Jadi sebaiknya fokuskan pada tindakan-tindakan yang kurang kooperatif, tanpa perlu menyerang sang subordinat secara personal. Gunakan pernyataan-pernyataan menggunakan “Saya” seperti, “Saya butuh setiap orang di dalam tim ini untuk tepat waktu agar goal tiap akhir bulan bisa dicapai,” daripada menitikberatkan sang karyawan dengan menggunakan “Kamu” seperti, “Kamu selalu telat!” Lalu, beri kesempatan buat bawahan tersebut untuk ikut mencari jalan keluar dari masalahnya. Saat mereka juga diberi tanggungjawab untuk menghasilkan solusi, bawahan akan lebih merangkul jalan keluar tersebut saat akhirnya ditemukan. &lt;br /&gt;3.Cari Penyebab. Saat mengajak diskusi dengan karyawan yang tak kooperatif, tetaplah bersikap tenang dan positif, tapi tetap adil. Lemparkan serangkaian pertanyaan kunci yang tak bisa dijawab dengan satu atau dua kata. Dan, saat Anda merespon terhadap tanggapannya, sekali lagi, berusahalah untuk menjaga emosi agar tetap tenang. Rangkum kembali kepadanya apa saja yang baru saja ia katakan, Dengan begini, ia akan mengerti bahwa Anda benar-benar mendengarkan. Jika dari diskusi tersebut Anda berhasil menemukan sumber dari tingkah lakunya yang sulit saat bekerja, berarti akan lebih besar kemungkinanya buat Anda untuk mendapatkan solusi yang paling tepat. &lt;br /&gt;4.Ulangi Bila Perlu. Beberapa masalah sepele seperti telat datang ke kantor, bisa segera ditangani dengan percakapan singkat di ruangan Anda bersama sang karyawan. Namun masalah lebih berat seperti subordinat yang kerap bertindak seakan yang punya perusahaan terhadap rekan-rekannya yang lain karena memang punya kebiasaan menggertak, butuh lebih dari satu kali konfrontasi sebelum melihat perubahan. Bersabarlah. Jangan selalu mengharapkan hasil instan. Sebaliknya, usahakan untuk meraih peningkatan yang kontinu daripada ngotot meraih sukses instan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.jobsdb.com/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/Tak_Kooperatif?ID=43&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8308169487906275947?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8308169487906275947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8308169487906275947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8308169487906275947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8308169487906275947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/menghadapi-anak-buah-yang-tak.html' title='Menghadapi Anak Buah yang Tak Kooperatif'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7466387980312382237</id><published>2011-09-03T13:32:00.000+07:00</published><updated>2011-09-03T13:32:12.352+07:00</updated><title type='text'>Pribadi Positifi = Meningkatkan Kinerja !</title><content type='html'>Pribadi Positif dapat Meningkatkan Kinerja &lt;br /&gt;Post on 02-Mar-11 &lt;br /&gt;by AHW &lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang paling sempurna ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan akal dan perasaan. Pada dasarnya, "porsi" yang diberikan adalah sama besar pada masing-masing manusia. Yang membedakan hanyalah cara menyeimbangkan kedua aspek tersebut. Proses penyeimbangan itu bermula saat manusia beranjak dewasa. Dalam dunia kerja, mental manusia akan ditempa dan prosesnya akan berbeda dengan pada saat dalam jenjang pendidikan. Hasil penempaan mental itu mempunyai dampak yang berbeda pada masing-masing individu. Untuk menjalaninya, masing-masing individu harus menumbuhkan positive mental attitude atau sikap mental yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berfikir secara positif, manusia bisa menjalankan kehidupannya dengan gembira. Seluruh beban pekerjaan yang setiap hari Anda emban akan terasa jauh lebih ringan dan Anda pun akan lebih cepat menyelesaikannya. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awali pagi Anda dengan senyum. Dengan memberikan aura keceriaan di pagi hari, Anda akan merasa ringan dan tidak terbebankan oleh pekerjaan. Meskipun Anda harus berkemelut dengan kemacetan, disambangi oleh deadline yang menumpuk, dan segala tuntutan atasan Anda yang tidak bisa ditawar maka buatlah diri Anda seceria mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan sesuatu yang menyenangkan. Sugestikan diri Anda dengan hal-hal menyenangkan. Dengan memberikan sugesti diri Anda, secara perlahan Anda akan terbawa oleh sugesti Anda sendiri. Misalnya, bayangkan Anda akan mendapat uang yang banyak, atau bayangkan Anda akan bertemu orang terkasih, atau cuti panjang bersama keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandungkan lagu kesukaan Anda. Banyak yang bilang bahwa bernyanyi dapat merubah mood. Namun, senandungkanlah lagu-lagu yang ceria, jangan sampai mood Anda rusak karena Anda bersenandung lagu sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berpikir positif. Jangan biarkan sedikit pun pikiran negatif merasuki alam pikir Anda, karena menurut “law of attraction”, apa yang Anda pikirkan adalah apa yang akan Anda dapatkan. Jadi, tetaplah berpikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan semuanya dengan Ikhlas. Hal ini juga sangat menunjang Anda dalam segala bidang. Karena jika segala aktivitas Anda dilakukan dengan ikhlas, maka secara tidak langsung Anda pun akan merasa nyaman melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda lakukan adalah cerminan diri Anda sendiri. Memiliki pribadi yang baik tentunya menyenangkan unutk semua orang termasuk rekan kerja Anda. Anda akan lebih mudah mempererat hubungan kerjasama dengan klien. Orang akan lebih mudah bersimpati terhadap Anda. Suasana kerja yang kondusif akan dapat meningkatkan kinerja Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.jobsdb.com/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/Tips%20Karir?ID=457&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7466387980312382237?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7466387980312382237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7466387980312382237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7466387980312382237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7466387980312382237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/pribadi-positifi-meningkatkan-kinerja.html' title='Pribadi Positifi = Meningkatkan Kinerja !'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-232224612399503348</id><published>2011-09-02T02:00:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T02:00:18.501+07:00</updated><title type='text'>Berani Menghadapi Hal-hal Sulit - Jawapos 22 Agustus 2011</title><content type='html'> &lt;br /&gt;Pada tanggal 12 September 1962, di tengah-tengah Perang Dingin yang memisahkan dunia Barat dengan Timur, presiden Kennedy memberikan kuliah umum di Rice Stadium, Houston-Texas.  Judulnya “Why We Choose to Go to the Moon". Sewaktu kuliah di Amerika Serikat, saya pernah bertanya kepada profesor yang membimbing thesis saya tentang situasi yang mereka hadapi di era Kennedy mengucapkan pidatonya itu, umumnya mereka menyeka keringat dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya demikian mencekam, ujarnya.  "Kalau bunyi alarm, kami segera berlari ke dalam rumah, bersembunyi, dan mematikan lampu.  Sampai sekarang kalau bunyi alarm saya keringat dingin.  Kita tak bisa membedakan apakah itu alarm tanda datangnya bencana tornado atau pertanda datangnya kepala nuklir yang ditembakkan komunis dari bumi Kuba ke negeri ini, " tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John F Kennedy yang piawai berpidato mengucapkan janjinya untuk membawa Amerika keluar dari masa-masa sulit.  "Ketika bangsa-bangsa lain mengembangkan teknologi untuk menaklukkan gunung, kita justru mengembangkan misi untuk menaklukkan bulan. Kita pilih itu karena dua hal:  Pertama, kita tidak ingin membiarkan Rusia melihat bumi kita dari atas Amerika.  Kedua, kita mengirimkan misi ke bulan bukan karena itu mudah, melainkan karena itu sulit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan bergemuruh, tetapi dari bahan-bahan sejarah yang saya baca, tak sedikit orang yang menyangsikan ucapan Kennedy itu.  Namun dalam hitungan tahun, tak lama kemudian Kennedy membuktikan ucapannya dengan misi Apollo.  Kita tidak tahu persis apakah benar Apollo sudah mendarat di bulan, karena rumor yang beredar di berbagai media dalam dua puluh tahun terakhir menyebutkan ada sejumlah kejanggalan dari gambar yang dipublikasikan oleh NASA saat itu.  Pertama, di bulan tak ada cahaya matahari, tetapi mengapa foto yang diambil ada bayangannya?  Kedua, kalau di bulan tak ada oksigen, mengapa bendera Amerika Serikat tampak berkibar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam, kita tak tahu mana yang benar, namun saat diumumkan pendaratan itu, bangsa Amerika tampaknya mendapatkan amunisi motivasi yang kuat untuk bangkit melawan ancaman perang nuklir.  Riset-riset unggulan maju pesat, dan teknologi menggeliat.  kalimat yang diucapkan Kennedy terus mengiang di telinga saya,"Kita memilih pergi ke bulan bukan karena hal itu mudah, melainkan karena sulit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Sulit, Memberantas Korupsi Apalagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Kennedy kembali terngiang di telinga saya, saat saya mendengarkan ceramah Carol Dweck, psikolog dari Stanford yang penelitiannya pernah saya ulas di kolom ini.  Ialah orang yang membedakan fixed mindset dengan growth mindset.  Orang-orang yang berhasil, kata Dweck adalah orang yang mau melakukan hal-hal yang sulit.  "mereka menyukai tantangan dan mau menghadapi kesulitan, karena melakukan hal-hal yang sulit merupakan jalan setapak menuju mastery, kehebatan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat telepon genggam, sebelum dipakai Anda menyetelnya dulu, disetting. Maka demikian pulalah otak kita.  Kita pula yang menyetelnya, sadar maupun diluar kesadaran, dan hasilnya menjadi mindset.  Kalau tidak disadari, mindset juga bisa disetel salah oleh orang lain dan tetap kita pakai sekalipun tidak cocok untuk kita gunakan sehari-hari.  Setelan yang bisa membuat kita maju itulah yang disebut Dweck sebagai growth mindset, yang tidak mudah menyerah kala menghadapi hal-hal yang sulit.  Sedangkan setelan yang membuat hidup kita sulit, disebutnya sebagai fixed mindset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah menyelesaikan tugas yang diberikan negara untuk menyeleksi calon komisioner KPK, kami bertigabelas merasa lega.  Namun saat yang bersamaan baru terasa otot-otot seperti akan lepas dari tulangnya.  Pagi-siang hingga malam kami memotret dan menyeleksi satu persatu dari calon yang sangat terbatas. Sampai didapat delapan kandidat.  Itulah hasil maksimal yang dapat kami berikan.  Namun otot terasa lemas, bukan karena tugas ini menyita waktu dan pikiran, melainkan merasakan betapa beratnya negeri ini memberantas korupsi.  Hampir setiap hari kita saksikan betapa menjijikannya para penegak hukum dan politisi bersekongkol dengan para koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yang muncul saat menyaksikan empat-lima orang oknum anggota DPR secara paksa memasuki ruang tahanan Nazaruddin dan berciuman pipi di depan kamera.  Saya sebenarnya ingin tahu apa yang mereka bisik-bisikkan di telinga Nazar.  Seorang politisi senior yang mempersoalkan perginya empat orang oknum anggota parlemen itu dengan tiga bus ke mako Brimob memberikan jokes, bisikannya begini. "tolong nanti jangan banyak omong di pengadilan ya, jangan sampai kau sebut-sebut proyek kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganggapnya jokes, tapi teman saya yang lain menimpali.  "I know who they are."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mengerti apa maksudnya.  Yang jelas, cara mereka, bersama-sama dengan pengacara koruptor yang hebat-hebat itu pasti membuat upaya pemberantasan korupsi yang kita titipkan di KPK menjadi amat sulit.  KPK menjadi terlihat compang-camping, dirangsek mereka dari segala sisi.  Saat tak mengijinkan pengacara masuk, KPK dituding tidak professional. Namun saat rekaman dibuka dan menunjukkan ketidak inginan Nazar sendiri untuk tidak didampingi pengacara, KPK dituduh kurang Percaya Diri.  Kasihan sekali Ibu Pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi amat lebih sulit lagi, karena orang-orang yang bersahabat dengan koruptor kakap dan yang tak malu-malu berciuman pipi dengan para koruptor itulah yang kelak akan memilih empat dari delapan nama kandidat yang kami ajukan ke Presiden di Komisi tiga DPR.  Saya hanya berharap akan ada keajaiban, mudah-mudahan Tuhan memberikan mereka pikiran yang bersih, yang akan dicatat oleh sejarah sebagai sebuah keajaiban.  Ya siapa tahu tiba-tiba datang sakit perut, mules-mules, atau apa sajalah. Atau bisa juga muncul jiwa besar.  Seorang yang berjiwa besar itu akan  maju berdiri dan mengatakan, "karena saya memiliki conflict kepentingan, ijinkan saya kali ini tidak ikut memilih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila Tuhan belum menghendaki, bagi saya itu berarti Ia memiliki rencana yang lebih besar.  Bukankah hanya bangsa yang mau menghadapi hal-hal sulit yang akan menjadi besar dan teruji?  Ini berarti KPK harus lebih pintar lagi menghadapi para koruptor dan jangan salah tangkap, apalagi salah menghukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-232224612399503348?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/232224612399503348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=232224612399503348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/232224612399503348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/232224612399503348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/berani-menghadapi-hal-hal-sulit-jawapos.html' title='Berani Menghadapi Hal-hal Sulit - Jawapos 22 Agustus 2011'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6999063327909302523</id><published>2011-09-02T01:55:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:55:42.602+07:00</updated><title type='text'>Pemasaran Bombastis - Jawapos 25 April 2011</title><content type='html'>Ada sesuatu yang berbeda di hari Paskah kemarin. Bukan hanya karena bantuan penjagaan dari petugas Banser dan polisi di gereja-gereja; melainkan beredarnya surat gembala dari Dalai Lama, seorang Budhist yang sangat dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama terbaik adalah yang membawamu terdekat dengan Tuhan dan membuatmu menjadi lebih baik,” Demikian kalimat pembukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan. “Apapun yang membuatmu lebih berwelas kasih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, dan beretika.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersedak karena tiba-tiba masuk sebuah email yang sangat bombastis. “Seminar Dasyat!!” Begitu tagline-nya. Kalimat-kalimat di bawahnya sudah sering saya lihat di internet. “Akan saya buka satu-satunya rahasia yang membuat Anda kaya dalam sekejap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat seperti itu memiliki akar dari Robert Kiyosaki yang kecewa dengan ayahnya yang sekolah sangat tinggi tetapi tidak sekaya bapak tetangganya yang tidak bersekolah. Setelah mengejek ayahnya sendiri, ia membuka satu demi satu rahasia agar cepat menjadi kaya. Baginya, kebahagiaan sama dengan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah judul-judul bukunya: “Bapak yang Kaya dan Bapak Yang Miskin!! Atau,: ” If You Want to Be Rich and Happy, Don’t go to School!“ Bombastis sekali bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tidak mengerti adalah mengapa Robert Kiyosaki dan para pengikutnya di sini tetap menyekolahkan anak-anaknya? Padahal mereka mengatakan , “Sekolah tidak penting. Yang penting kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pantas terkejut karena dua malam sebelumnya beberapa anak muda pemenang penghargaan kewirausahaan mengajukan protes. “Pemasaran harus bombastis,” Ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun meminta agar mengumpulkan kartu nama mereka yang ternyata hasil didikan seorang pembicara publik. Kartu-kartu nama mereka memiliki kesamaan. Ada foto diri berjas sambil mengepalkan tangan bak seorang motivator. Di dalamnya tertulis deskripsi jati diri: Motivator terkenal, penulis buku best seller, pembicara publik terbaik versi majalah ”X”, utusan pemerintah Indonesia untuk award ”X” tingkat Asia dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya tanya siapa yang memberi gelar-gelar itu, mereka hanya tersenyum. Semua deskripsi tadi ternyata hanya bohong belaka. ”Itu impian saya. Jadi sah saja, bukan? ”Ujar anak-anak yang ingin cepat kaya itu. Mereka tidak sadar bombastis sama dengan kebohongan. Tentu perlu diluruskan, bombastis bukanlah pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengaku semua ini mereka dapatkan dari guru mereka yang sering muncul di publik dan seminar-seminarnya selalu penuh. Setelah saya cek ternyata mereka satu jiwa. Sama-sama bombastis. Bahkan ”guru” itu pula yang mengajarkan,”Kalau tidak bombastis bukanlah pemasaran dan tidak ditengok pasar.””Guru” itu mengatakan seminarnya berharga Rp 8 Juta,-, tetapi untuk Anda disediakan diskon 80%. Hebat bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang waras mengatakan itu bukannya hebat, : ”Anda saja yang bodoh.” Mengapa ada banyak orang bodoh di sini? Atau jangan-jangan mereka tersihir dengan anggukan-anggukan kepala yang diajarkan sales theraphist? Saya tidak tahu persis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu pemasaran bombastis kini mewabah di mana-mana. Mulai dari money game, internet marketing, seminar-seminar motivasi sampai bisnis-bisnis yang di francise kan meski francisor-nya belum menangguk untung. Bukankah francise hanya boleh dilakukan kalau usaha Anda sudah terbukti menguntungkan dalam jangka panjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perlu mengingatkan bahwa pemasaran Bombastis tidak ada dalam literatur pemasaran. Pemasaran Bombastis hanya boleh diletakkan di rak-rak buku fiksi, bukan marketing. Muaranya juga jelas, bukanlah reputasi dan keuntungan, melainkan penjara dan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir surat gembalanya, Dalai Lama menulis.”Berhati-hatilah dengan pikiranmu karena ia akan menjadi perkataan. Apa yang kau ucapkan akan menjadi tindakan, dan tindakanmu akan menjadi kebiasaan, cermin kehidupan. Kebahagiaan bukanlah takdir melainkan sebuah pilihan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6999063327909302523?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6999063327909302523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6999063327909302523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6999063327909302523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6999063327909302523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/pemasaran-bombastis-jawapos-25-april.html' title='Pemasaran Bombastis - Jawapos 25 April 2011'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-837448435791585585</id><published>2011-09-02T01:54:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:54:30.845+07:00</updated><title type='text'>Dalai Lama said:</title><content type='html'>.”Berhati-hatilah dengan pikiranmu karena ia akan menjadi perkataan. Apa yang kau ucapkan akan menjadi tindakan, dan tindakanmu akan menjadi kebiasaan, cermin kehidupan. Kebahagiaan bukanlah takdir melainkan sebuah pilihan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dalai Lama)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-837448435791585585?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/837448435791585585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=837448435791585585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/837448435791585585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/837448435791585585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/dalai-lama-said.html' title='Dalai Lama said:'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5399101592270923639</id><published>2011-09-02T01:50:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:50:36.785+07:00</updated><title type='text'>Nasehat Anak Untuk Orang Tua</title><content type='html'>Jawapos 6 Juni 2011  &lt;br /&gt;Minggu-minggu ini, orangtua, sibuk memikirkan anak-anak. Liburan,  kenaikan kelas, kuliah dan jurusan,  pekerjaan yang cocok dan seterusnya.  Orangtua merasa berhak mengatur, menentukan masa depan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang bersamaan saya menerima kembali mahasiswa saya dari berbagai lokasi. Mahasiswa S1 yang belum pernah menumpang pesawat, saya wajibkan pergi berdua atau bertiga keluar negeri. Jangan anda tanya dari mana uangnya, pokoknya ada keajaiban. Anak- anak petani dan PNS yang hidupnya serba pas-pasan di UI itu sekarang sudah melihat macam-macam negara:  Saudi, India, Jepang, Macau, Hongkong, China, Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Pokoknya pergi ke negara yang penduduknya tak bisa diajak bahasa ibu mereka, dan tidak diantar oleh dosennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mahasiswa MM yang rata-rata berasal dari kelas menengah atas, yang datang ke kampus dengan mobil pribadi, saya kirim ke sebuah pesantren di Lamongan yang mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan dan kasih sayang lintas agama. Di sana mereka diajak mengasihi sesama, merawat kaum lansia yang dibuang anak-anaknya di hutan, merawat anak-anak balita yang dibuang orangtuanya sejak bayi, melakukan susur sungai, diskusi di pasar,  berdialog bersama para santri dan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disharingkan dalam kolom ini adalah apa yang saya dapatkan dari dialog dengan anak-anak didik. Ada kerinduan anak-anak  untuk menyampaikannya  langsung kepada orangtua, namun entah mengapa leher mereka tercekat dan suaranya tak sampai ke sanubari kita. Tentu ada banyak cerita bagus dari mahasiswa berjiwa sehat yang tak bermasalah, namun saya batasi saja pada kasus-kasus penting yang perlu kita perhatikan yang tidak hanya saya temui di UI, melainkan merata di antara Generation C di berbagai kampus di nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Paksa Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama bertahun-tahun hidupku hanya belajar dan menuruti kehendak orangtuaku. Mereka berpikir lebih mengetahui dan keputusannya selalu baik,"  begitu kata para mahasiswa. Mulanya saya terkejut juga, bukankah kuliah di universitas terkemuka suatu kebanggaan?  "Itu kebanggan orang tua, bukan saya," ujar beberapa mahasiswa yang mengakui bahwa dirinya cukup pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya meluangkan waktu mendengarkan seluruh unek-unek mereka. Hari Minggu lalu, selama dua belas jam mereka maju ke depan berbicara tentang masa lalu dan masa depan. Tentu saja, banyak mahasiswa yang jiwanya sehat yang tak saya bahas di sini, namun semakin aneh perilaku mahasiswa, semakin tertantang saya mendengarkannya.  Anda tentu ingin mengetahui apa yang saya maksud berperilaku aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, berpakaian tidak matching, aksesoris yang janggal. Menyebut diri handsome atau pintar dari kata-kata orangtua sendiri. Bercelana bahan kain seperti orang kantoran namun bersepatu kets. Jarang mandi, berpenampilan kumuh, aroma tak sedap. Berpenampilan religius, namun sorot matanya penuh amarah dan kata-katanya pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk menyendiri di sudut belakang tak berani memandang, setiap diajak bicara menunduk takut.  Diminta maju ke depan tak bisa berbicara apa-apa. Bahkan anak-anak pandai pun, ada yang saat diminta maju ke depan, terlalu banyak bergerak. Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua mungkin berpikir tugasnya sudah selesai saat anaknya diterima di universitas terkenal, seakan terjamin masa depannya. Namun sewaktu saya "bongkar" melalui metode "naik panggung" terungkaplah segala unek-unek.  Saya menemukan hidup sejumlah mahasiswa penuh larangan. Bahkan ada orangtua yang bila tahu anaknya pergi tanpa dosen akan panik dan melarang ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi sulit mengontrol amarah. Membanting tiga hingga enam buah ponsel atau seringkali ketinggalan dan hilang berturut-turut.  Rupanya, ibunda  sangat panik saat tak bisa menghubungi anak gadisnya. Karena itu, setiap kali hilang atau rusak, orangtua selalu menggantinya dengan ponsel baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menemui satu dua rekaman-rekaman kurang sehat yang mengajarkan hanya cara mereka yang benar. Orang atau kelompok lain selalu salah dan pantas disingkirkan. Tak dapat saya bayangkan bagaimana masa depan anak-anak yang terpenjara belief-nya, miskin perspektif, tak punya empati. Selain itu, banyak orang pintar  yang menganggap orang lain yang berhasil sebagai ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa hubungan antara perilaku-perilaku yang kurang baik itu dengan perjalanan ke luar negeri dan ke pesantren yang saya set di atas? Di atas pengetahuan yang dapat dibelikan orangtua untuk anak-anaknya, sesungguhnya mereka  membutuhkan life skills.  Life skills ini tidak  didapatkan anak-anak dari guru kurikulum atau orangtua  yang hanya mengejar nilai akademis, intelektual atau raport belaka.  Mereka membutuhkan guru kehidupan, dan orang tua adalah guru hidup yang paling berarti bagi masa depan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sajakah life skill itu?  WHO pernah menyebutkan life skill adalah modal untuk hidup sehat, dan UNESCO mengatakan bangsa yang maju dan perekonomiannya memiliki daya saing adalah bangsa yang menaman life skill sedari dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ellen Galinsky menyebutkan tujuh essential life skills, sedangkan yang lain menyebutkan sepuluh.  Kemampuan mengelola rasa frustasi, cognitive flexibility, focus dan self control, kemampuan mengambil keputusan dengan jernih, menimbang resiko, berpikir logis, kritis dan kreatif, berkomunikasi artikulatif, berempati pada kesulitan orang lain, kemampuan melihat dari perspektif yang berbeda, dan terakhir adalah apa yang ditemukan psikolog Carol Dweck, growth mindset yang saya bahas dua minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang memaksa anak-anaknya perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan dan introspeksi. Anak-anak yang berhasil adalah anak-anak yang memiliki life skills, dan bangsa yang menang adalah bangsa yang punya keterampilan untuk hidup dan yang cara berpikirnya sehat. Negeri ini membutuhkan orangtua yang cerdas dan guru yang pendidik, bukan pengajar yang sekedar memindahkan isi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia  &lt;br /&gt;http://rumahperubahan.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=68&amp;Itemid=57&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5399101592270923639?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5399101592270923639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5399101592270923639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5399101592270923639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5399101592270923639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/nasehat-anak-untuk-orang-tua.html' title='Nasehat Anak Untuk Orang Tua'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-819840590422189674</id><published>2011-09-02T01:46:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:46:51.516+07:00</updated><title type='text'>Sekolah untuk apa??</title><content type='html'>Sekolah Untuk Apa? - Sindo 7 Juli 2011  &lt;br /&gt;Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak kita mencari sekolah.   Masuk universitas pilihan, susahnya setengah mati.   Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum.  Sudah masuk, ternyata banyak yang "salah kamar".  Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam perkuliahan yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, diterima di PTN masalah, tidak diterima juga masalah.  Kalau ada uang bisa kuliah di mana saja.  Bagaimana kalau uang tak ada?  Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S2.  Jadi birokrat atau jendral pun, sekarang banyak yang ingin punya gelar S3. Persoalan seperti itu saya hadapi waktu lulus SMA tiga puluh tahun yang lalu, dan ternyata masih menjadi masalah hari ini.  Bahkan sekarang, memilih SMP dan SMA pun sama sulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hanya soal memindahkan anak karena pindah rumah ke sekolah negeri lain saja biayanya begitu besar?  Padahal bangku sekolah masih banyak yang kosong.  Masuk sekolah susah, pindah juga sulit, diterima di perguruan tinggi untung-untungan, cari kerja susahnya minta ampun.  Lengkap sudah masalah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sepakat sekolah adalah jembatan untuk mengangkat kesejahteraan dan daya saing bangsa, mengapa dibuat sulit?  Lantas apa yang harus dilakukan orang tua?  Jadi sekolah untuk apa di negeri yang serba sulit ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Membangun SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 25 tahun yang lalu, saat berkuasa, PM Malaysia Mahathir Mohammad sadar betul pentingnya pembangunan SDM.  Ia pun mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S2 dan S3 ke berbagai negara maju.  hal serupa juga dilakukan China.  Tidak sampai sepuluh tahun, lulusan terbaik itu sudah siap mengisi perekonomian negara.  Hasilnya anda bisa lihat sekarang. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula perusahaan swasta dan birokrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan bukan hanya sampai di situ.  Orang-orang muda yang kembali ke negerinya secara masif me-reform sistem pendidikan. Tradisi lama yang terlalu kognitif dibongkar. Old ways teaching yang terlalu berpusat pada guru dan papan tulis, serta peran brain memory (hafalan dan rumus)  yang dominan mulai ditinggalkan.  Mereka membongkar kurikulum, memperbaiki metode pengajaran, dan seterusnya. Tak mengherankan kalau sekolah-sekolah di berbagai belahan dunia pun mulai berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri Belanda saya sempat terbengong-bengong menyaksikan bagaimana universitas seterkenal Erasmus begitu mudah menerima mahasiswa.  "Semua warga negara punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak, jadi mereka yang mendaftar harus kami terima," ujar seorang dekan di Erasmus.  Beda benar dengan universitas negeri kita yang diberi privilege untuk mencari dan mendapatkan lulusan SLTA yang terbaik. Seleksinya sangat ketat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana membangun bangsa dari lulusan yang asal masuk ini?  "Mudah saja," ujar dekan itu.  "Kita potong di tahun kedua.  Masuk tahun kedua, angka drop out tinggi sekali.  Di sinilah kita baru bicara kualitas,  sebab walaupun semua orang bicara hak, soal kemampuan dan minat bisa membuat masa depan berbeda,"ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga saya saksikan hari-hari ini di New Zealand.  Meski murid-murid yang kuliah sudah dipersiapkan sejak di tingkat SLTA, angka drop out mahasiswa tahun pertama cukup tinggi.  Mereka pindah ke politeknik yang hanya butuh satu tahun kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan saya adalah saat memindahkan anak  bersekolah di tingkat SLTA di New Zealand.  Sekolah yang kami tuju tentu saja sekolah yang terbaik, masuk dalam sepuluh besar nasional dengan fasilitas dan guru yang baik.  Saya menghabiskan waktu beberapa hari untuk mewancarai lulusan sekolah itu masing-masing, ikut tour keliling sekolah, menanyakan kurikulum dan mengintip bagaimana pelajaran diajarkan.  Di luar dugaan saya, pindah sekolah ke sini pun ternyata begitu mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya gelisah dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah kita yang terlalu kognitif, dengan guru-guru yang merasa hebat kalau muridnya bisa dapat nilai rata-rata diatas 80 (betapapun stress-nya mereka)  dan sebaliknya memandang rendah terhadap murid aktif namun tak menguasai semua subjek.  Potensi anak hanya dilihat dari nilai,  yang merupakan cerminan kemampuan mengkopi isi buku dan cacatan. Entah dimana keguruan itu muncul kalau sekolah tak mengajarkan critical thinking.  Kita mengkritik lulusan yang biasa membebek, tapi tak berhenti menciptakan bebek-bebek dogmatik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lulusannya mudah diterima di sekolah yang baik di luar negri, mungkin guru-guru kita akan menganggap sekolahnya begitu bagus.  Mohon maaf, ternyata tidak demikian.  Jangankan dibaca, diminta transkrip nilainya pun tidak.  Maka jangan heran, anak dari daerah terpencil pun di Indonesia, bisa dengan mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri. Bahkan tanpa tes.  Apa yang membuat demikian? "undang-undang menjamin semua orang punya hak yang sama untuk belajar," ujar seorang guru di New Zealand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bukankah kualitas lulusan ditentukan inputnya?  "itu ada benarnya, tapi bukan segala-galanya," ujar putera sulung saya yang kuliah di Auckland University tahun ketiga.  Maksudnya, tes masuk tetap ada, tetapi hanya dipakai untuk penempatan dan kualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat SLTA, mereka hanya diwajibkan mengambil dua mata pelajaran wajib (compulsory) yaitu matematika dan bahasa Inggris.  Pada dua mata pelajaran ini pun mereka punya tiga kategori: akselerasi, rata-rata, dan yang masih butuh bimbingan. Sekolah dilarang hanya menerima anak-anak bernilai akademik tinggi karena dapat menimbulkan guncangan karakter pada masa depan anak, khususnya sifat-sifat superioritas, arogansi, dan kurang empati. Mereka hanya super dikedua kelas itu, di kelas lain mereka berbaur. Dan belum tentu superior di kelas lain karena pengajaran tidak hanya diberikan secara kognitif semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, hanya ada empat mata pelajaran pilihan lain yang disesuaikan dengan tujuan masa depan masing-masing. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi dokter maka biologi dan ilmu kimia wajib dikuasai. Bagi yang akan menjadi insinyur wajib menguasai fisika dan kimia. Sedangkan bagi yang ingin menjadi ekonom wajib mendalami accounting, statistik, dan ekonomi. Anak-anak yang ingin menjadi ekonom tak perlu belajar biologi dan fisika. Beda benar dengan anak-anak kita yang harus mengambil 16 mata pelajaran di tingkat SLTA di sini, dan semuanya diwajibkan lulus di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, bukankah cita-cita pembuat kurikulum itu orangnya hebat sekali?  Mungkin dia manusia super. Seorang lulusan SLTA, tahun pertama harus menguasai 4 bidang science (biologi, ilmu kimia, fisika, dan Matematika), lalu tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, dan satu bahasa lain), ditambah PPKN, sejarah, sosiologi, ekonomi, agama, geografi, kesenian, olahraga, dan komputer. Hebat sekali bukan? Tidak mengherankan kalau sekolah menjadi sangat menakutkan, stressful, banyak korban kesurupan, terbiasa mencontek, dan sebagainya. Harus diakui kurikulum SLTA kita sangat berat. Sama seperti kurikulum program S1 dua puluh tahun yang lalu yang sejajar dengan program S1 yang digabung hingga S3 di Amerika. Setelah direformasi, kini anak-anak kita bisa lulus sarjana tiga tahun. Padahal dulu butuh lima tahun.   Dulu program doktor menyelesaikan di atas 100 SKS, makanya hampir tak ada yang lulus.  Kini seseorang bisa lulus doktor dalam tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa saja mengatakan, dulu kita juga demikian tapi tak ada masalah kok! Di mana masalahnya?  Masalahnya, saat ini banyak hal telah berubah.  Teknologi telah merubah banyak hal, anak-anak kita dikepung informasi yang lebih bersifat pendalaman dan banyak pilihan, namun datang dengan lebih menyenangkan.  Belajar bukan hanya dari guru, tapi dari segala resources. Ilmu belajar menjari lebih penting dari apa yang dipelajari itu sendiri, karena itu diperlukan lebih dari seorang pengajar, yaitu pendidik.  Guru tak bisa lagi memberikan semua isi buku untuk dihafalkan, tetapi guru dituntut memberikan bagaimana hidup tanpa guru, Lifelong learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya saksikan metode belajar telah jauh berubah.  Seorang guru di West Lake Boys School di Auckland mengatakan, "Kami sudah meninggalkan old ways teaching sejak sepuluh tahun yang lalu.  Makanya sekolah sekarang harus memberikan lebih banyak pilihan daripada paksaan. Percuma memberi banyak pengetahuan kalau tak bisa dikunyah.  Guru kami ubah, metode diperbaharui, fasilitas baru dibangun," ujar seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang ingin saya diskusikan, namun sampai di sini ada baiknya kita berefleksi sejenak. Untuk apa kita menciptakan sekolah, dan untuk apa kita bersekolah? Mudah-mudahan kita bisa mendiskusikan lebih dalam minggu depan dan semoga anak-anak kita mendapatkan masa depannya yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/411134/34/  &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-819840590422189674?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/819840590422189674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=819840590422189674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/819840590422189674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/819840590422189674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/sekolah-untuk-apa.html' title='Sekolah untuk apa??'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5490782201189769523</id><published>2011-09-02T01:36:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:36:51.220+07:00</updated><title type='text'>Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Anda akan menjadi ahli dan terkemuka dalam apa pun,&lt;br /&gt;jika Anda berupaya keras untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda harus membuat kesalahan, pastikanlah itu adalah kesalahan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang mengeluhkan kesalahan-kesalahan yang sama, adalah orang yang tidak belajar dari kesulitan yang disebabkan oleh kesalahan yang sudah sering dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kesalahan mempunyai kelas, dan menunjukkan kelas dari orang yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah, bahwa melakukan kesalahan pada tingkat yang tinggi – bisa lebih mulia daripada tidak melakukan kesalahan dalam kehidupan kecil yang penuh kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah hanya menghindari kesalahan. Tetapi terutama, hindarkanlah diri dari melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang tidak tumbuh kemampuan dan kebijakannya, yang membuat kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya yang sedang melebihkan kekuatannya untuk membangun kehidupan yang sejahtera dan berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diuntungkan oleh keputusan-keputusan kita yang tepat, dan dirugikan oleh kesalahan-kesalahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulangi keputusan yang tepat, bahkan yang sama, bahkan yang mengenai hal yang itu-itu juga – selama tepat, akan tetap menguntungkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulangi keputusan yang salah, yang sama, dan mengenai yang itu-itu juga – adalah tanda rendahnya perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak memperhatikan bagaimana kehidupan ini memperlakukannya saat membuat kesalahan, akan dipaksa merasakan kerugian berulang dari rendahnya keikhlasan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak memperhatikan kehidupan, tidak akan diperhatikan oleh kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita memperhatikan formula sederhana ini, bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dampak dari keputusan-keputusan Anda, baik keputusan yang Anda buat, atau saat Anda memutuskan untuk tidak memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersyukur dan mengingat keuntungan dari keputusannya yang tepat, dan menyesal dan mengingat kerugian dari kesalahannya, akan menjadi pribadi yang sejahtera, berbahagia dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menyombongkan diri dan memboroskan keuntungan dari keputusannya yang tepat, dan marah dan menyalahkan selain dirinya karena kerugian dari kesalahannya, akan menjadi pribadi yang serba kekurangan, gerah hatinya, dan dijadikan contoh yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh Golden Way&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5490782201189769523?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5490782201189769523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5490782201189769523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5490782201189769523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5490782201189769523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/kualitas-hidup-ketepatan-kesalahan.html' title='Kualitas Hidup = Ketepatan - Kesalahan'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8666192185140079914</id><published>2011-09-02T01:30:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:30:53.778+07:00</updated><title type='text'>Beauty and the Beast</title><content type='html'>MTGW – BEAUTY AND THE BEAST - Program Pointers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Indonesia yang baik hatinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah pointers dari program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh Golden Ways&lt;br /&gt;BEAUTY AND THE BEAST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ditayangkan semalam di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METRO TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19:05 – 20:00 WIB&lt;br /&gt;Please kindly enjoy, absorb, and apply.&lt;br /&gt;…………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is a perpetual rivalry between the beauty and the beast, outside and inside us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah persaingan abadi antara keindahan dan keburukan di luar dan di dalam diri kita.&lt;br /&gt;Kedamaian adalah target bergerak.&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin bisa merasa damai untuk waktu yang lama, tanpa memelihara kemampuan hati kita untuk menjadi lebih kuat daripada keburukan yang terjadi dan yang ditujukan kepada kita.&lt;br /&gt;Kedamaian kita hari ini sangat mungkin tidak menetap sampai besok pagi, dan sangat tidak mungkin untuk sesuai dengan tantangan kehidupan kita tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya kita harus tumbuh dalam kekuatan kita untuk mengabaikan yang tidak penting, dan mengutamakan keadaan, kejadian, dan orang yang penting bagi kebaikan hidup kita dan bagi peran kita untuk kebaikan sesama dan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All great people have survived and take advantage of their internal personal contradictions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang besar telah berhasil selamat dan mengambil keuntungan dari kontradiksi di dalam pribadi mereka.&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka juga tercabik-cabik antara kepentingan dan ketertarikan yang saling bertentangan, antara yang enak sekarang dengan yang baik nanti, antara yang mengutamakan diri sendiri dan yang mengutamakan kepentingan orang lain, antara yang belum tentu benar dan yang tidak jelas kesalahannya, antara karir dan keluarga, dan antara cinta dan kewajiban.&lt;br /&gt;Kita semua sesungguhnya adalah jiwa-jiwa yang dibingungkan dengan pilihan-pilihan yang menarik ke arah-arah yang berlawanan dengan kekuatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Anda yang berhasil, adalah yang berhasil menyerahkan dirinya kepada kekuatan kebaikan yang menarik Anda kepada kedamaian dan peran-peran kehidupan yang membahagiakan sesama dan melestarikan keindahan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There will be no peace outside when there is no peace inside.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan ada kedamaian di luar, jika tidak ada kedamaian di dalam.&lt;br /&gt;Indera kita tidak akan mampu melihat, mendengar, dan merasakan keindahan di sekitar kita, di rumah, di pekerjaan, dan di dunia ini jika hati kita sendiri tidak damai.&lt;br /&gt;Kedamaian di dalam diri kita memampukan kita untuk melihat, mendengar, dan merasakan keindahan didalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya hati yang damai yang mampu merasakan kehidupan yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not try to defeat contradictions, you will never succeed; because they are the essence of life. Try instead float above them, gently and patiently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berusaha untuk mengalahkan kontradiksi, Anda tidak mungkin berhasil, karena kontradiksi adalah esensi dari kehidupan. Sebagai gantinya, cobalah untuk mengapung di atasnya, dengan anggun dan sabar.&lt;br /&gt;Segala sesuatu di alam ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada malam dan ada siang, ada kebaikan dan ada keburukan, ada kebahagiaan dan ada kesedihan, dan ada masa depan dan ada masa lalu.&lt;br /&gt;Tapi bagi yang hatinya bening dan pikirannya jernih, sesungguhnya dalam setiap keadaan pun, ada pasangan kesempatan yang jika kita bijak memilihnya, kita akan diuntungkan; atau kita akan dirugikan jika kita mendahulukan sikap yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti,&lt;br /&gt;Saat diberhentikan dari pekerjaan, reaksi alamiah Anda adalah marah, bersedih, atau kecewa karena diperlakukan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, sangat bersyukur, karena sekarang Anda tidak perlu ragu-ragu lagi untuk memulai rencana wirausaha yang sudah lama tertahan, karena kekhawatiran Anda mengenai pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang memilih untuk bersikap baik, bahkan keburukan dan musibah pun adalah perintah untuk memperkuat diri dan memperbaiki kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tugas kita bukanlah untuk menghapus pertentangan antara kebaikan dan keburukan, antara kedamaian dan kekacauan, atau antara kesenangan dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita adalah untuk mengapung dengan anggun dan sabar di atas semua kontradiksi itu, dan menjadi sebaik-baik manusia; yaitu yang bermanfaat bagi kebaikan hidup sesama dan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah menjadi jiwa baik yang berbakat bagi kedamaian dan kesejahteraan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih dan salam super,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh, SM 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Founder | MTSuperClub | A Friend For Your Success | Jakarta&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8666192185140079914?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8666192185140079914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8666192185140079914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8666192185140079914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8666192185140079914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/beauty-and-beast.html' title='Beauty and the Beast'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4920813500384775219</id><published>2011-09-02T01:21:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:21:54.707+07:00</updated><title type='text'>Ide yang terbaik adalah ide yang paling sederhana</title><content type='html'>MT Super Note - IDE YANG TERBAIK ADALAH IDE YANG PALING SEDERHANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya yang baik hatinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang memiliki kemampuan untuk menyederhanakan kepelikan hidup, akan menjadi pribadi yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide terbaik dalam kehidupan pribadi, karir, dan bisnis kita selalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pribadi yang menarik bagi kita, adalah pribadi yang menyederhanakan sikap dan cara-cara pribadinya, sehingga kita mudah mengerti maksud baiknya, mudah mempercayai kemungkinan keuntungan yang bisa disampaikannya, dan mudah merasa damai dalam kebersamaan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak ingin menghabiskan hari-hari dalam kehidupan kita dengan orang yang kompleks, yang masih terkoyak antara kepelikan dan konflik antara logika dan perasaannya, antara idealisme dan kepalsuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pribadi dari kita sesungguhnya sedang mengupayakan sudut pandang yang tepat, agar kita bisa melihat jalan naik yang menyederhanakan kepelikan pikiran dan emosi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apa dan siapa pun yang tidak membantu Anda menemukan sikap dan cara hidup yang sederhana, pasti akan membingungkan Anda dengan kepelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, cara yang sederhana – saja, sulit untuk diterapkan, apalagi cara-cara yang sulit dan pelik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang terbaik adalah ide yang paling sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Founder | MTSuperClub | A Friend For Your Success | Jakarta&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4920813500384775219?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4920813500384775219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4920813500384775219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4920813500384775219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4920813500384775219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/ide-yang-terbaik-adalah-ide-yang-paling.html' title='Ide yang terbaik adalah ide yang paling sederhana'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5508704909764227028</id><published>2011-09-02T01:19:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:19:48.190+07:00</updated><title type='text'>Melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yg tidak biasa</title><content type='html'>MT Super Note - MELIHAT HAL-HAL BIASA DARI SUDUT PANDANG YANG TIDAK BIASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh Mentoring Forum&lt;br /&gt;Melihat Hal-Hal Biasa Dari Sudut Pandang Yang Tidak Biasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dengan sub pokok bahasannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tanggung-jawab pribadi bagi keberhasilan&lt;br /&gt;2. sudut pandang yang meneroboskan&lt;br /&gt;3. berbicara dengan logika yang jelas&lt;br /&gt;4. berbicara dengan daya tarik yang kuat&lt;br /&gt;5. personal style yang memikat&lt;br /&gt;6. menjual pendapat&lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabat saya yang baik hatinya,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua pencapaian keberhasilan dalam kehidupan pribadi, karir, atau bisnis Anda, sangat bergantung kepada kemampuan pribadi Anda, untuk:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yang tidak biasa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Menyampaikannya dengan kejelasan logika dan daya tarik yang tidak biasa baiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya, tidak ada kebutuhan baru dalam kehidupan ini. Karena, semua yang kita sebut baru itu adalah cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan lama kita, yang berupa cara-cara yang lebih baik dari pada cara-cara lama kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anda yang bisa melihat cara baru untuk memenuhi kebutuhan yang penting, akan ditempatkan pada posisi yang dihargai tinggi, dan yang dipercayakan kepemimpinan dalam bidang itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebih hebat lagi, jika Anda memiliki kemampuan untuk ‘menjual’ pengamatan unik Anda itu dengan paparan logika yang kejelasannya tak terpikirkan oleh orang lain, dan dengan daya tarik ‘personal style’ Anda yang juga tidak lazim baiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mohon selalu Anda sadari, bahwa keberhasilan apa pun yang sudah Anda capai, dan keberhasilan berikutnya yang masih berada dalam daftar impian Anda, semuanya berdiri di atas kualitas pribadi Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya Anda lah yang bisa memberhasilkan Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih dan salam super,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mario Teguh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah-mudahan pointer di atas dapat membantu Anda memelihara fokus yang baik untuk menghormati hal-hal biasa yang selama ini tidak dilihat potensinya sebagai penghebat kehidupan pribadi dan karir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mudah-mudahan Tuhan memberkati Anda dengan hati yang ikhlas menghargai yang sudah ada pada Anda, dan menggunakannya sebagai modal dan sarana awal bagi peningkatan kebahagiaan, kemandirian finansial, dan pengembangan peran sosial yang bernilai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mohon Anda sampaikan comment dan pertanyaan Anda di www.mtsuperclub.com, agar rekan-rekan Moderator, Greeters, dan saya dapat membantu Anda menikmati penggunaan pengertian dari pointer di atas bagi kebaikan hidup Anda dan keluarga terkasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih dan salam super,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mario Teguh&lt;br /&gt;Founder | MTSuperClub | Loving you all as always&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5508704909764227028?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5508704909764227028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5508704909764227028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5508704909764227028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5508704909764227028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/melihat-hal-hal-biasa-dari-sudut.html' title='Melihat hal-hal biasa dari sudut pandang yg tidak biasa'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3687371178882023438</id><published>2011-09-02T01:15:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:15:22.487+07:00</updated><title type='text'>PERSONAL VISION - KEMAMPUAN UNTUK MELIHAT YANG BELUM DILIHAT OLEH ORANG LAIN</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Sahabat saya yang besar impiannya,&lt;br /&gt;Setiap orang adalah pemimpin.&lt;br /&gt;Jika dia bukan pemimpin bagi keluarganya dan bagi orang lain, dia harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mampu mengalahkan kecenderungan pribadinya untuk menjadi pribadi yang kalah melawan rasa malas, menyerah di bawah paksaan kesenangan sementara, dan mendahulukan kebiasaan untuk menunda, tidak akan mampu memimpin siapa pun untuk mencapai apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasan di MT Super Forum kali ini, marilah kita memeriksa kembali keefektifan dari visi kita mengenai peran kita dalam kehidupan kita hari ini dan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh Super Forum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSONAL VISION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMAMPUAN UNTUK MELIHAT YANG BELUM DILIHAT OLEH ORANG LAIN&lt;br /&gt;Di www.MTSuperClub.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya yang jernih pikirannya,&lt;br /&gt;RAHASIA KEBERHASILAN DI MASA DEPAN ADALAH KEMAMPUAN UNTUK MELIHAT YANG BELUM DILIHAT OLEH ORANG LAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menghargai diri kita sendiri dari kejelasan kemungkinan yang bisa kita capai.&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang kita pimpin menghargai kita dari kejelasan kemungkinan yang bisa mereka capai di bawah kepemimpinan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin, kita dituntut untuk mampu melihat potensi dari bisnis, organisasi, dan melihat potensi pasar lebih baik dari yang bisa dilihat oleh para pemimpin dari bisnis pesaing kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk mengenali potensi inilah yang membuat seorang pemimpin memiliki business confidence, keyakinan bisnis, yang terkadang sulit diikuti oleh anggota organisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang efektif memiliki business confidence dan kepiawaian untuk menularkan keyakinan bisnis-nya itu ke seluruh anggota organisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian di antara kita tidak bisa duduk tenang atau tidur dengan lelap karena kegirangan yang kuat atas janji-janji kemungkinan yang bisa kita capai di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak sedikit rekan kita yang telah tidak bermimpi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak lagi percaya bahwa mereka berhak untuk berhasil, untuk mencapai kemungkinan yang sebetulnya menjadi hak kelahiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak digirangkan oleh kemungkinan-kemungkinan yang bisa mereka capai, dan tidak menyadari nilai dari memimpikan pencapaian kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak sadar bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIMPI ADALAH SEBUAH BENTUK PERENCANAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah selalu kita ingat, bahwa&lt;br /&gt;Orang yang hanya memimpikan yang kecil, tidak mungkin pantas untuk memimpin keluarga atau organisasi yang impiannya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin pribadi yang tak bermimpi, jadi menarik bagi calon pasangan hidup yang memimpikan peran kehidupan yang besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang suami yang impiannya kecil dan penakut, bisa membahagiakan istri yang rencananya besar bagi kemajuan pendidikan dan kehidupan anak-anaknya di masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang istri yang maunya hanya menyenangkan dirinya dengan hiburan murahan yang tak berguna, bisa pantas mendampingi seorang suami yang seorang profesional senior atau pebisnis yang besar impiannya dan yang berkelas pergaulannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIMPI ADALAH SEBUAH BENTUK PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika rencana Anda besar, hati Anda akan ramah kepada impian-impian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika impian Anda besar, ramahkanlah diri Anda kepada rencana-rencana yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika rencana-rencana Anda besar, biasakanlah untuk bersegera melakukan hal-hal kecil yang terdekat dengan Anda, yang penyelesaiannya akan mengantarkan Anda kepada hasil-hasil yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda melihat diri Anda sebagai pribadi yang besar di masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menghargai diri Anda sendiri dari kejelasan kemungkinan yang bisa Anda capai.&lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya yang baik hatinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikanlah komentar dan pertanyaan Anda di sini, agar kami semua bisa terlibat dalam diskusi yang mencerahkan pengertian kita bagi peran-peran kehidupan yang bisa kita emban sendiri-sendiri atau secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah menjadi jiwa baik yang dicintai Tuhan, yang memantaskan diri bagi sebesar-besarnya rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih dan salam super,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh, SM 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Founder | MTSuperClub | A Friend For Your Success | Jakarta&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3687371178882023438?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3687371178882023438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3687371178882023438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3687371178882023438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3687371178882023438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/personal-vision-kemampuan-untuk-melihat.html' title='PERSONAL VISION - KEMAMPUAN UNTUK MELIHAT YANG BELUM DILIHAT OLEH ORANG LAIN'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6996380444595267471</id><published>2011-09-02T01:04:00.002+07:00</published><updated>2011-09-02T01:04:37.701+07:00</updated><title type='text'>Karir Kedua</title><content type='html'>Artikel ini dimuat di Jawapos 25 Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, rata-rata pegawai dan eksekutif Indonesia hanya menikmati satu karier saja sepanjang hidupnya. Maksud saya, bukan hanya pada satu jenis industri saja, melainkan juga pada satu perusahaan.  Orangtua saya dulu bekerja untuk sebuah perusahaan pelayaran, dan ia hanya bekerja di sana sampai pensiun.  Demikian pula para pegawai yang bekerja di BUMN dan perusahaan-perusahaan besar, apakah itu perkebunan, minyak dan gas, pertambangan, logistik, airlines, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar perusahaan dan semakin banyak paket "kenyamanan", maka makin betahlah seorang berkarir. Turn over kepindahan rendah. Dan tahukah Anda, perusahaan yang dirancang seperti ini rata-rata usia karyawannya cukup tua.  Rata-rata usia karyawan di perusahaan perkebunan milik negara adalah 45-50 tahun, dosen di universitas tua, 40 tahun serta usia pegawai Pertamina saat mulai dipimpin Arie Sumarno adalah 45 tahun. Bandingkan dengan universitas yg masih muda (30 tahun), Trans TV (dugaan saya, 26 tahun), IT - based companies (rata-rata 27 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasakan bedanya, kalau mampir ke perusahaan yang mapan saya dipanggil bapak, sedangkan di Trans TV mereka memanggil saya "Oom".  Sudah begitu turn over karyawannya tinggi sekali, sangat kompetitif, jam kerja padat, proaktif, dan kreatif.&lt;br /&gt;Namun semakin ke sini banyak perusahaan yang membongkar diri menjadi lebih muda, dinamis, dan agresif. Dalam buku Cracking Zone, saya menyebutkan telah terjadi peralihan dari "budaya kucing" menjadi "budaya cheetah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi di dalam lebih keras, comfort zone menjadi musuh kemajuan.  Kinerja semua orang diukur, yang rajin membolos atau tak menghasilkan apa-apa diberi paket pensiun dini atau keluar.  Maka sejak lima tahun terakhir ini dunia karyawan Indonesia mulai mengenal istilah "karir kedua".  Kalau berhenti bekerja atau keluar dari sangkar emas di usia kepala empat, apa yang mau dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segudang Pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dulu hanya punya pilihan ganti kerja. Dari Guru sekolah negeri ke sekolah swasta, dari PTPN ke perkebunan swasta, dari Pertamina ke Shell atau Petronas dan seterusnya.  Tetapi sekarang Anda punya banyak pilihan. Kemarin saya didatangi mantan pegawai departemen keuangan yang kini menjadi pengusaha SPBU. Seorang kepala bagian distribusi sebuah media cetak kini menjadi pemilik restoran bebek goreng. Mantan direktur keuangan BUMN menjadi politisi. Istri saya yang dulu bekerja kini menjadi penggiat sosial. Pilihannya luas sekali, mulai dari menjadi wirausaha, politisi, ustads atau pendeta, aktivis sosial, pendongeng, penyiar radio, pelukis, lobist, penulis buku, guru, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pilihan ada di tangan Anda.  Sekarang juga ada banyak alat tes yang dapat Anda andalkan untuk menemukan bakat.  Mulai dari tes tertulis, foto aura, finger test, psikotes sampai fortune teller dan tes bakat melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi harap diperhatikan, bakat itu hanya menggambarkan potensi belaka. Potensi itu baru bisa menjadi kekuatan kalau Anda berhasil menemukan "pintunya".  Maka, keluarlah dari sangkar emas Anda, berjalanlah menemukan seribu satu orang, datangi berbagai pihak, niscaya Anda akan menemukan jalan tol yang membawa potensi itu ke pintu gerbang kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Frustasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga karir kedua, pasti tak senyaman hidup di ujung karir pertama.  Di awal karir kedua semua orang akan memulai lagi hidupnya dari segala ketidaknyamanan.  Tak peduli berapapun usia Anda, di awal karir kedua Anda adalah junior yang tengah berevolusi. Gamang, kurang luwes, ragu-ragu, banyak bengongnya, lebih sering kalah daripada menang, kurang pede, belum banyak dikenal, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di Amerika Serikat, banyak universitas dan college yang menawarkan program transisi yang membantu karyawan-karyawan di usia 40-an yang ingin hijrah ke karir kedua.  Program second career ini bisa Anda temui di hampir semua kota, dan pemerintah memberi dukungan yang tinggi supaya mereka tidak menjadi penganggur yang memberatkan negara dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir ada baiknya program seperti ini mulai digagas di sini.  Namun apapun pilihan yang Anda ambil, saya kira setiap orang yang pindah kwadran hendaknya sadar bahwa tak ada keberhasilan tanpa kemampuan mengelola rasa frustrasi.  Tak ada upaya baru yang seketika akan sukses, dan selama Anda memulainya Anda pasti akan mengalami masa-masa yang sulit.  Dan kalau kurang berhasil, jangan diamkan.  Lakukan sesuatu dan tiupkan ruh kesegaran agar cahaya kembali bersinar seperti ketika Anda memulai karir pertama dulu. Selamat memasuki karir kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://rumahperubahan.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=91&amp;Itemid=57&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6996380444595267471?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6996380444595267471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6996380444595267471' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6996380444595267471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6996380444595267471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/karir-kedua.html' title='Karir Kedua'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2667782417397752078</id><published>2011-09-02T00:48:00.000+07:00</published><updated>2011-09-02T00:48:48.926+07:00</updated><title type='text'>Lead by Heart - Michael D. Ruslim</title><content type='html'>Tribute To Michael Ruslim - Sindo 2 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu sore (01 Juni 2011) keluarga besar PT. Astra International Tbk meluncurkan buku “Lead by Heart” yang ditulis sebagai a tribute (penghormatan) kepada CEO yang dicintai banyak orang. Michael adalah CEO PT. Astra International Tbk (2005-2010) yang meninggal dunia di puncak kariernya, 20 Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergiannya meninggalkan banyak kenangan indah, karena ia seorang pemimpin yang tidak hanya baik hati saja, melainkan juga mewariskan prestasi yang sangat membanggakan. Banyak orang percaya, kinerja yang dicapai Astra hari ini, tidak lepas dari kepemimpinannya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti acara pemberian tribute lainnya yang pernah saya hadiri, penuh puji-puji. Dan almarhum Michael sepertinya layak mendapatkannya. Ia seorang CEO yang cerdas, cepat menangkap inti persoalan, rendah hati, sederhana, berbelas kasih, dan memiliki segudang empati. Sebagai pembicara dalam talkshow yang disampaikan sahabat-sahabat dan mentornya, saya diminta memberi kajian akademis tentang gaya manajemen dan leadership. Berikut adalah alasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buaya atau Lumba-Lumba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai penjelasan saya dengan tipologi dua jenis kepemimpinan yang diperkenalkan Joseph White beberapa tahun yang lalu. Manusia pekerja dan manajer umumnya terbagi ke dalam dua dikotomi, yaitu tipe buaya (reptil) dan tipe lumba-lumba (mamalia). Perbedaan antara keduanya ini sudah sering saya ulas, dan mungkin Anda sudah pernah membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai pelatihan saya sering meminta pada para peserta agar mengidentifikasi diri masing-masing apakah mereka tipe buaya atau lumba-lumba. Dan seperti yang saya duga hampir semua peserta lebih senang menyebut dirinya sebagai lumba-lumba. Mengapa lumba-lumba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Karena lumba-lumba lucu, pandai, dan baik hati,” ujar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-dua peserta mengaku sebagai buaya. Bagi mereka buaya itu bengis dan kalau cari makan berani jalan sendiri. Tetapi setelah saya berikan alat tes ternyata mereka saling berkebalikan. Banyak ditemui”buaya” yang merasa dirinya “lumba-lumba”, demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas seperti apakah kepemimpinan Michael D. Ruslim? Sepintas ia seperti mamalia, bukan? Mamalia biasanya punya ciri-ciri berempati, merawat (nurture), pandai, intuitif, partisipatif dan hangat. Tetapi dilain pihak, sahabat dan rekan-rekan kerjanya juga menyebut ciri-ciri lain yang dimiliki oleh “buaya” seperti disiplin, decisive, detail, rational dan number cruncher. Dalam buku “Lead by Heart” terungkap hal-hal yang demikian. Tetapi bedanya ia tidak memelihara sifat-sifat ”ganas” buaya seperti : berdarah dingin, memisahkan diri (detach), agresif, dan menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jusuf Kalla yang hadir pada kesempatan itu, pemimpin bisnis biasanya memimpin dengan akal, bukan dengan hati. Itu sebabnya di Bugis, pengusaha disebut saudagar yang berarti memiliki seribu akal. Sedangkan almarhum Michael justru sebaliknya: Hati memimpin otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita menjelaskan fenomena ini? Tentu saja keberhasilan Michael Ruslim tidak mudah ditiru oleh orang lain. Sebab setiap orang dibesarkan dalam suasana batin yang berbeda-beda. Hati manusia tidak sama. Michael dibesarkan dalam keluarga pengusaha yang praktis hidup dalam suasana yang “peaceful”. Ia tidak memiliki beban sejarah yang membuatnya mudah naik pitam atau kehilangan rasa percaya diri. Ia juga dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih dan santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karir sesorang, perjalanan pertamanya biasanya diisi oleh salah satu dari kedua dikotomi di atas. Tetapi berlangsungnya waktu, manusia yang  belajar pun berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia reptilia yang pandai mampu melihat sisi-sisi positif mamalia, sekaligus sisi-sisi buruk reptilia. Demikian juga dengan manusia mamalia. Kalau mereka belajar, pasti dengan cepat mereka ingin mengambil kekuatan-kekuatan reptilia, sekaligus membuang sifat-sifat tertentu mamalia yang cenderung lunak dan populis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa-apa saja yang dibuang dan apa-apa saja yang diambil akan menentukan mereka menjadi apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, pemimpin besar bukanlah salah satu dari kedua dikotomi diatas. Pemimpin besar justru lahir dari kombinasi pembelajaran keduanya yang saya sebut sebagai “mama-reptil”. Hanya saja, ada mama-reptil yang cenderung mammals dan ada yang cenderung reptiles. Orang-orang yang dibesarkan dalam tradisi profesi kenangan biasanya cenderung reptiles, sedangkan mereka yang dibesarkandalam tradisi SDM biasanya agak mammals. Nah, pembelajaran dan siapa mentor mereka akan menentukan mereka akan menjadi apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembicaraan orang-orang dekat almarhum Michael Ruslim, saya hampir dapat menyimpulkan, CEO baik hati ini sebagai mama-reptil dengan kecenderungan mamalia. Tidak mengherankan bila banyak orang yang mengenalnya menyebut almarhum sebagai angels (malaikat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangkan Energy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, perlu saya garis bawahi nasehat Joseph White. Pemimpin besar, bukanlah seorang pekerja tekun. Ia adalah seorang besar yang memiliki kemampuan  “helicopter view”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang pemimpin bukanlah mengerjakan hal-hal teknis, melainkan menciptakan tiga kondisi. Pertama, bangun aspirasi yang mungkin mendukung. Kedua, dapatkan orang-orang bagus (great leader). Dan ketiga, bawa energi besar ke tengah-tengah mereka dan bangun antusiasme untuk bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya Anda semua merindukan pemimpin yang baik hati. Tetapi lebih dari itu kita butuh pemimpin yang bisa membawa energi besar untuk menciptakan perubahan. Jadilah pemimpin yang berhati mulia, bersih, namun tetap mengedepankan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali&lt;br /&gt;Guru Besar Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://rumahperubahan.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=65&amp;Itemid=57&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2667782417397752078?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2667782417397752078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2667782417397752078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2667782417397752078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2667782417397752078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/lead-by-heart-michael-d-ruslim.html' title='Lead by Heart - Michael D. Ruslim'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7025692416408699651</id><published>2011-09-02T00:43:00.000+07:00</published><updated>2011-09-02T00:43:11.748+07:00</updated><title type='text'>Leadership Style: Decisive</title><content type='html'>Gaya Pengambilan Keputusan Decisive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Michael J. Driver dan koleganya telah meneliti bahwa selain perbedaan dalam jumlah informasi yang dipergunakan dan jumlah alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan, setiap orang juga bervariasi dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Variasi tersebut antara lain dalam beberapa hal seperti faktor yang dihargai, perencanaan, tujuan, organisasi, komunikasi, dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Decisive. Seperti telah disinggung, individu yang menggunakan gaya ini memanfaatkan jumlah informasi yang minimum untuk sampai pada satu kesimpulan. Gaya ini sangat menghargai faktor kecepatan, efisiensi, dan konsistensi. &lt;br /&gt;Mereka tergolong individu-individu yang berorientasi pada kerja dan hasil. Mereka menggunakan data dasar yang minimal untuk merancang perencanaan yang terorganisasi dan terkontrpl secara cermat. Perencanaan hanya dalam jangka pendek saja, dan deadline dibuat secara kritis. Hanya satu atau dua tujuan yang hendak diraih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ini memiliki fokus tunggal, biasanya terhadap tujuan atau sasaran organisasi. Tipe Decisive lebih suka struktur organisasi yang hirarkhis dengan rantai kontrol dan peraturan-peraturan yang singkat dan jelas. Komunikasi haruslah ringkas dan to the point. Kemudian semuanya harus melewati manajer. Laporan tertulis haruslah dalam format ringkas dan terfokus pada hasil dan tindakan yang direkomendasikan. Seorang yang tergolong Decisive hanya suka menerima satu solusi, dan umumnya laporan yang detail sering dikembalikan, didiamkan, atau diserahkan kepada seseorang untuk disimpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Dicisive menerima wewenang didasarkan pada posisi dalam perusahaan. Mereka memotivasi karyawan dengan sistem hukuman terhadap yang melakukan kesalahan. Keputusan bersifat unilateral, dan bawahan diharuskan untuk melaksanakannya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh yang tepat dari Decisive style adalah pemimpin militer dan Presiden AS utama, Dwight Eisenhower. Dikenal sangat menjunjung sistem nilai, Eisenhower juga dikenal atas kejujuran dan integritasnya. Dia tertarik pada tindakan, bukan ide. Hasil kongkrit sangat penting baginya, dan dia tak suka mengacu pada berbagai ideologi ekonomi yang komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eisenhower membuat keputusan berdasarkan data yang sesedikit mungkin dan meminta stafnya untuk hanya menyampaikan informasi yang paling penting saja serta membuat laporan ringkas. Dia mendirikan organisasi tipe militer yang ketat yang didasarkan atas loyalitas. Dia melihat jabatannya sebagai pemilik perusahaan dan membuat keputusan yang penting sendirian setelah bawahannya menyampaikan pemikiran masing-masing. Meskipun banyak intelektual yang mengkritik kebiasaannya yang kurang menggunakan data, toh integritas dan kejujurannya mampu mengangkat dirinya sebagai figur yang dihormati masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : MAjalah Eksekutif edisi Oktober 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://rajapresentasi.com/2009/12/gaya-pengambilan-keputusan-decisive/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7025692416408699651?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7025692416408699651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7025692416408699651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7025692416408699651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7025692416408699651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/leadership-style-decisive.html' title='Leadership Style: Decisive'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6944779687857993004</id><published>2011-09-02T00:40:00.003+07:00</published><updated>2011-09-02T00:42:01.457+07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan</title><content type='html'>Pengertian Kepemimpinan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengertian Kepemimpinan Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:&lt;br /&gt;1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,&lt;br /&gt;2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan&lt;br /&gt;3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :&lt;br /&gt;1. Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan&lt;br /&gt;mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki&lt;br /&gt;(H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu&lt;br /&gt;(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan&lt;br /&gt;(Jacobs &amp; Jacques, 1990, 281)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;(Slamet, 2002: 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;(Shared Goal, Hemhiel &amp; Coons, 1957, 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu&lt;br /&gt;(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.&lt;br /&gt;( Ngalim Purwanto ,1991:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan:&lt;br /&gt;1. Pendayagunaan Pengaruh&lt;br /&gt;2. Hubungan Antar Manusia&lt;br /&gt;3. Proses Komunikasi dan&lt;br /&gt;4. Pencapaian Suatu Tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Mendasar&lt;br /&gt;Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:&lt;br /&gt;1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).&lt;br /&gt;2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.&lt;br /&gt;3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan&lt;br /&gt;Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Percaya pada orang lain : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keseimbangan dalam kehidupan : Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Melihat kehidupan sebagai tantangan : Kata ‘tantangan’ sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sinergi : Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang,&lt;br /&gt;atasan, staf, teman sekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Latihan mengembangkan diri sendiri : &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) pemahaman materi;&lt;br /&gt;2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman;&lt;br /&gt;3) mengajar materi kepada orang lain;&lt;br /&gt;4) mengaplikasikan prinsip-prinsip;&lt;br /&gt;5) memonitoring hasil;&lt;br /&gt;6) merefleksikan kepada hasil;&lt;br /&gt;7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi;&lt;br /&gt;Blog dengan ID 26250 Tidak ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Pemimpin&lt;br /&gt;Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:&lt;br /&gt;1. S1DDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan&lt;br /&gt;2. FATHONAH artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional&lt;br /&gt;3. AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel&lt;br /&gt;4. TABLIGH artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alkitab peminipin harus mempunya sifat dasar :&lt;br /&gt;Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajaran Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA yang terdiri dari :&lt;br /&gt;• DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah),&lt;br /&gt;• SILA (bermoralitas tinggi),&lt;br /&gt;• PARICAGA Imengorban segala sesuatu demi rakyat),&lt;br /&gt;• AJJAVA (jujur dan bersih),&lt;br /&gt;• MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun),&lt;br /&gt;• TAPA (sederhana dalam penghidupan),&lt;br /&gt;• AKKHODA (bebas dari kebencian dan permusuhan),&lt;br /&gt;• AVIHIMSA (tanpa kekerasan)&lt;br /&gt;• KHANTI (sabar, rendah hati, dan pemaaf),&lt;br /&gt;• AVIRODHA (tidak menentang dan tidak menghalang-halangi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajaran Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah:&lt;br /&gt;• PANCA STITI DHARMENG PRABHU yang artinya lima ajaran seorang pemimpin,&lt;br /&gt;• CATUR KOTAMANING NREPATI yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin&lt;br /&gt;• ASTA BRATlA yang artinya delapan sifat mulia para dewa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATUR NAYA SANDHI yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam Catur Naya Shandi pemimpin harus mempunyai sifat yaitu :&lt;br /&gt;- SAMA /dapat menandingi kekuatan musuh&lt;br /&gt;- BHEDA /dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja&lt;br /&gt;- DHANA /dapat mengutamakan sandang dan papan untuk rakyat&lt;br /&gt;- DANDHA / dapat menghukum dengan adil mereka yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trait Theory (Keith Davis)&lt;br /&gt;Ciri Utama Pemimpin Yang Berhasil&lt;br /&gt;• Intelegensia&lt;br /&gt;• Kematangan Sosial&lt;br /&gt;• Inner Motivation&lt;br /&gt;• Human Relation Attitude&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-Ciri Pemimpin Sukses ( Stogdill; 1974)&lt;br /&gt;• Adaptable To Situations&lt;br /&gt;• Alert To Social Environment&lt;br /&gt;• Ambitious And Achievement Oriented&lt;br /&gt;• Assertive&lt;br /&gt;• Cooperative&lt;br /&gt;• Decisive&lt;br /&gt;• Dependable&lt;br /&gt;• Dominant (Desire To Influence Others)&lt;br /&gt;• Energetic (High Activity Level)&lt;br /&gt;• Persistent&lt;br /&gt;. Self-Confident&lt;br /&gt;• Tolerant Of Stress&lt;br /&gt;• Willing To Assujne Responsibility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skills Pemimpin Sukses (Stogdill; 1974)&lt;br /&gt;. Clever&lt;br /&gt;. Conceptually Skilled&lt;br /&gt;• Creative&lt;br /&gt;• Diplomatic And Tactful&lt;br /&gt;• Fluent In Speaking&lt;br /&gt;• Knowledgeable About Group Task&lt;br /&gt;• Organized (Administrative Ability)&lt;br /&gt;• Persuasive&lt;br /&gt;• Socially Skilled&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/01/pengertian-kepemimpinan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6944779687857993004?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6944779687857993004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6944779687857993004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6944779687857993004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6944779687857993004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/09/pengertian-kepemimpinan-pengertian.html' title='Kepemimpinan'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7897426116051819345</id><published>2011-08-22T22:53:00.002+07:00</published><updated>2011-08-22T22:53:23.335+07:00</updated><title type='text'>Financial Habits (Kebiasaan Keuangan)</title><content type='html'>Financial Habits (Kebiasaan Keuangan)&lt;br /&gt;Dikemukakan di berbagai buku bahwa kebiasaan kita yang telah dilakukan terus-menerus akan menjadi karakter kepribadian kita. Orang yang baik keuangannya bisa dibilang adalah orang yang terbiasa dengan memanajemen keuangannya dengan baik. Karena itu kita dianjurkan menjalani kebiasaan keuangan yang baik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan Keuangan yang baik seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menabung&lt;br /&gt;Hanya dengan menabung kita menjadi tenteram kehidupan kita. Kita nyaman karena pengeluaran kedepan sudah ada di tabungan. Menabung adalah tangga menuju ke kemakmuran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cerdas berbelanja&lt;br /&gt;Cerdas berbelanja yaitu menghindari belanja berlebihan, berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan budget. Dengan Cerdas berbelanja kita dapat menabung lebih banyak sehingga ada cukup dana berlebih untuk berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencatat pengeluaran pemasukan&lt;br /&gt;Mencatat pengeluaran adalah suatu metode untuk kita agar mudah mengendalikan pengeluaran kita. Kita dapat mudah melihat bagaimana pengeluaran kita pada suatu hari. Dengan pencatatan kita dapat melihat lebih detil setiap perputaran keuangan dan memperbaiki kebiasaan keuangan yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghindari hutang&lt;br /&gt;Hutang terutama hutang konsumtif dapat merugikan kita karena bunga hutang sangat memberatkan kita. Bunga kartu-kredit yang sering kita pakai berbelanja misal sebesar 3 % perbulan saja jika disetahunkan menjadi berbunga 36%. Bunga itu lebih tinggi daripada deposito bahkan investasi di pasar modal. Hutang ini harus dikendalikan untuk mewujudkan kondisi finansial yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengendalikan pengeluaran&lt;br /&gt;Berbagai cara bisa dilakukan dengan mencatat pengeluaran. Sebagai contoh dengan sistem amplop sehingga kita tidak sembarangan dan disiplin  memakai dana di mesin atm, kita dipaksa memakai dana di amplop pada sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menjaga keamanan finansial keluarga&lt;br /&gt;Bisa dilakukan dengan menerapkan pembelian asuransi seperti asuransi jiwa serta asuransi kesehatan. Asuransi jiwa berfungsi melindungi keluarga dari kehilangan nafkah sumber penghasilan seseorang yang menjadi tumpuan keluarga jika dia meninggal dunia. Asuransi kesehatan berfungsi sebagai perencanaan resiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berinvestasi&lt;br /&gt;Berinvestasi ada berbagai macam cara bisa dengan membeli emas logam mulia, menabung di deposito, membeli reksadana dan saham. Komponen Investasi tersebut memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan serta resiko, sehingga tergantung daripada profil kita sebagai investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut semoga kita dapat menuju kebiasaan finansial yang baik dan kita dapat menjadi pribadi yang lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Article by: Arief Bachtiar,SKom, RPP®&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7897426116051819345?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7897426116051819345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7897426116051819345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7897426116051819345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7897426116051819345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/financial-habits-kebiasaan-keuangan.html' title='Financial Habits (Kebiasaan Keuangan)'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-9166200091892413603</id><published>2011-08-22T22:26:00.002+07:00</published><updated>2011-08-22T22:26:48.340+07:00</updated><title type='text'>Menyampaikan BAD NEWS kepada Tim Anda</title><content type='html'>Menyampaikan the Bad News Kepada Karyawan Anda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun bisa melihat kalau keadaan ekonomi dunia yang belum juga stabil di tahun ini sedikit banyak memberikan pengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam negeri. Sampai dengan Januari 2009 sendiri, diperkirakan ada sekitar 20 juta pengangguran di seluruh dunia (ILO). Sementara di Indonesia sendiri jumlah pengangguran akan meningkat sebanyak 8.87% akibat krisis global ini.&lt;br /&gt;Lay off atau pemutusan hubungan kerja seringkali jadi salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan untuk tetap bertahan di dunia bisnis. Beberapa orang harus ´pergi´ demi efisiensi agar perusahaan tetap bisa hidup. Hal ini mungkin terjadi juga di perusahaan tempat Anda bekerja. Manajemen memutuskan beberapa orang bawahan Anda terpaksa harus ´dirumahkan´ akibat produktifitas yang tidak mencapai target dan pasar yang sedang tidak ´sehat´.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai atasan karyawan tersebut, Andalah yang pertama kali menyampaikan berita ini kepada mereka, sebelum langkah selanjutnya di lakukan oleh manajemen. Memang tidak ada cara yang baik untuk menyampaikan berita buruk. Namun sebagai leader yang sudah sepantasnya juga berperan sebagai good communicator, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan dampak buruk akibat hal ini, sehingga walaupun mereka merasa kecewa karena telah mengalami pemutusan hubungan kerja, kekecewaan mereka tidak bertambah dengan cara manajemen dan Anda melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Pilihlah waktu yang tepat untuk menyampaikan berita ini.&lt;br /&gt;Umumnya karyawan sudah bisa "mencium" kabar buruk yang akan disampaikan kepada mereka. Anda bisa menyampaikan berita ini pada akhir jam kerja ketika si karyawan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan ketika kantor mulai sepi. Atau Anda juga bisa menyampaikan berita ini ketika jam kerja baru dimulai sehingga karyawan yang bersangkutan bisa membereskan beberapa pekerjaannya sebelum ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	Sampaikan berita tersebut dengan personal.&lt;br /&gt;Panggilah karyawan satu-persatu walaupun manajemen memutuskan hubungan kerja dengan beberapa orang karyawan Anda. Keadaan ini akan memudahkan Anda untuk melihat reaksi karyawan yang bersangkutan sehingga penanganannya akan situasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.	Berikan penjelasan yang jujur dan jelas&lt;br /&gt;Jangan menutupi hal yang sebenarnya terjadi. Jelaskan posisi perusahaan yang sesungguhnya, namun jangan memberikan informasi terlalu mendetail mengenai keadaan perusahaan yang menurut manajemen merupakan informasi classified. Hal terpenting adalah membuat mereka mengetahui dan memahami alasan diambilnya langkah pemutusan hubungan kerja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.	Berikan kesempatan untuk bertanya.&lt;br /&gt;Sebelum Anda menyampaikan berita ini, buatlah daftar pertanyaan yang mungkin ditanyakan dan berikan jawaban dengan cara yang tidak defensif. Sampaikan jawaban dengan penuh rasa empati dan simpati, bahwa Anda mengerti situasi yang merekasedang hadapi. Dua kata magic seperti "maaf" dan "terima kasih" adalah kata-kata yang harus Anda gunakan ketika menyampaikan berita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.	Berikan hak mereka. &lt;br /&gt;Untuk memudahkan masa transisi dan meringankan beban mereka, pastikan bahwa perusahaan memberikan hak mereka secara utuh sebagai karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja seperti uang pesangon yang proporsional dan benefit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.	No public shaming.&lt;br /&gt;Dengan cara apapun jangan mempermalukan karyawan yang mengalami pemutusan kerja, misalnya dengan membersihkan mejanya segera setelah berita tersebut disampaikan, langsung memutus akses telefon, atau mematikan komputernya sebelum yang bersangkutan kembali untuk membereskan mejanya. Jika hal tersebut memang prosedur yang harus dilakukan, berilah kelonggaran sedikit karena hal ini bisa mempermalukan si karyawan di depan rekan kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutusan hubungan kerja yang tidak dilakukan dengan benar dan cermat akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Karyawan yang merasa dirugikan bukan tidak mungkin menuntut perusahaan Anda sehingga masalah ini menjadi berlarut-larut. Karena itulah jangan pernah mengira bahwa masalah ini tidak perlu mendapatkan perhatian lebih dari manajemen dan Anda sebagai pemimpin karyawan tersebut.&lt;br /&gt;Remember! : &lt;br /&gt;Staf Anda juga manusia, punya rasa, punya hati, jangan samakan dengan mesin produksi. So be persuasive mendekati karyawan Anda.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-9166200091892413603?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/9166200091892413603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=9166200091892413603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/9166200091892413603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/9166200091892413603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/menyampaikan-bad-news-kepada-tim-anda.html' title='Menyampaikan BAD NEWS kepada Tim Anda'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1318195261233018653</id><published>2011-08-22T22:21:00.002+07:00</published><updated>2011-08-22T22:21:54.068+07:00</updated><title type='text'>Perkuat Posisi di Masa Sulit</title><content type='html'>Perkuat Posisi di Masa Sulit &lt;br /&gt;Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan Eksistensi&lt;br /&gt;Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan&lt;br /&gt;Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.&lt;br /&gt;Kembangkan Sikap Positif&lt;br /&gt;Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Pemain Tim&lt;br /&gt;Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Diri Anda Tak Tergantikan&lt;br /&gt;Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.&lt;br /&gt;By: Intan Iskandar&lt;br /&gt;Redaktur Pelaksana Cosmopolitan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1318195261233018653?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1318195261233018653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1318195261233018653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1318195261233018653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1318195261233018653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/perkuat-posisi-di-masa-sulit.html' title='Perkuat Posisi di Masa Sulit'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2320463917108437243</id><published>2011-08-22T22:18:00.001+07:00</published><updated>2011-08-22T22:18:00.986+07:00</updated><title type='text'>The 10 Laws of Sales Success</title><content type='html'>Follow these rules, and selling will become one of the easiest tasks you'll undertake. &lt;br /&gt;A recent Gallup poll on the honesty and ethical conduct of business professionals found that insurance salespeople and car salespeople ranked at the bottom of the list. Bet you're not surprised to hear this. But did you know that it's not just car salespeople who have a bad reputation? Bill Brooks of the Brooks Group estimates that more than 85 percent of customers have a negative view of all salespeople.&lt;br /&gt;But it doesn't have to be that way: You can prove the masses wrong, and learn to develop the skills that will have people thinking differently about the selling process. In fact, selling can be one of the most rewarding tasks you'll undertake as a business owner-but only if you follow these 10 tactics:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #1: Keep your mouth shut and your ears open. This is crucial in the first few minutes of any sales interaction. Remember:&lt;br /&gt;1. Don't talk about yourself.&lt;br /&gt;2. Don't talk about your products.&lt;br /&gt;3. Don't talk about your services.&lt;br /&gt;4. And above all, don't recite your sales pitch!&lt;br /&gt;Obviously, you want to introduce yourself. You want to tell your prospect your name and the purpose of your visit (or phone call), but what you don't want to do is ramble on about your product or service. After all, at this point, what could you possibly talk about? You have no idea if what you're offering is of any use to your prospect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #2: Sell with questions, not answers. Remember this: Nobody cares how great you are until they understand how great you think they are.&lt;br /&gt;Forget about trying to "sell" your product or service and focus instead on why your prospect wants to buy. To do this, you need to get fascinated with your prospect; you need to ask questions (lots and lots of them) with no hidden agenda or ulterior motives.&lt;br /&gt;Many years ago, I was selling CDs at a music festival. It didn't take me long to figure out that it wasn't my job to sell the CDs-it was my job to get the earphones on every person who walked by my booth!&lt;br /&gt;I noticed right away that whenever people sensed I was attempting to "sell" them a CD, their walls of defense immediately went up and they did everything in their power to get as far away from me as they could.&lt;br /&gt;So instead, I made it my job to introduce new music to anyone who wanted to put on the earphones. Once they heard the music, they either liked it or they didn't. I didn't do any "selling," and I made more money that week than any other CD hawkers at the festival.&lt;br /&gt;Back then, I didn't know anything about sales, but I knew enough about human nature to understand that sales resistance is an oxymoron: The act of selling creates the resistance! Which leads us to the next principle:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #3: Pretend you're on a first date with your prospect. Get curious about them. Ask about the products and services they're already using. Are they happy? Is what they're using now too expensive, not reliable enough, too slow? Find out what they really want. Remember, you're not conducting an impersonal survey here, so don't ask questions just for the sake of asking them. Instead, ask questions that will provide you with information about what your customers really need.&lt;br /&gt;When you learn what your customers need and you stop trying to convince or persuade them to do something they may not want to do, you'll find them trusting you as a valued advisor and wanting to do more business with you as a result.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #4: Speak to your prospect just as you speak to your family or friends. There's never any time that you should switch into "sales mode" with ham-handed persuasion clichés and tag lines. Affected speech patterns, exaggerated tones, and slow, hypnotic sounding "sales inductions" are never acceptable in today's professional selling environments. Speak normally, (and of course, appropriately) just as you would when you're around your friends and loved ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #5: Pay close attention to what your prospect isn't saying. Is your prospect rushed? Does he or she seem agitated or upset? If so, ask "Is this a good time to talk? If it's not, perhaps we can meet another day." Most salespeople are so concerned with what they're going to say next that they forget there's another human being involved in the conversation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #6: If you're asked a question, answer it briefly and then move on. Remember: This isn't about you; it's about whether you're right for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #7: Only after you've correctly assessed the needs of your prospect do you mention anything about what you're offering. I knew a guy who pitched a mannequin (I'm not kidding)! He was so stuck in his own automated, habitual mode, he never bothered to notice that his prospect wasn't breathing. Don't get caught in this trap. Know whom you're speaking with before figuring out what it is you want to say.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #8: Refrain from delivering a three-hour product seminar. Don't ramble on and on about things that have no bearing on anything your prospect has said. Pick a handful of things you think could help with your prospect's particular situation, and tell him or her about it. (And if possible, reiterate the benefits in his own words, not yours.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #9: Ask the prospect if there are any barriers to them taking the next logical step. After having gone through the first eight steps, you should have a good understanding of your prospect's needs in relation to your product or service. Knowing this, and having established a mutual feeling of trust and rapport, you're now ready to bridge the gap between your prospect's needs and what it is you're offering. You're now ready for:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Law #10: Invite your prospect to take some kind of action. This principle obliterates the need for any "closing techniques" because the ball is placed on the prospect's court. A sales close keeps the ball in your court and all the focus on you, the salesperson. But you don't want the focus on you. You don't want the prospect to be reminded that he or she is dealing with a "salesperson." You're not a salesperson, you're a human being offering a particular product or service. And if you can get your prospect to understand that, you're well on your way to becoming an outstanding salesperson.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Len Foley, a renowned sales and sales management trainer, is the creator of the bestselling program "Sales Without the Sucker Punch!" Foley's technology has been used by dozens of corporations, and offers simple, cutting-edge strategies applicable to any business that sells directly to the end-user. He is also co-author of the book, Your Successful Sales Career.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.entrepreneur.com/sales/tipsfromexperts/article65984.html#ixzz0L190deL7&amp;D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2320463917108437243?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2320463917108437243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2320463917108437243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2320463917108437243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2320463917108437243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/10-laws-of-sales-success.html' title='The 10 Laws of Sales Success'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4784231946148653291</id><published>2011-08-22T21:58:00.002+07:00</published><updated>2011-08-22T21:58:34.430+07:00</updated><title type='text'>Emotional Bank Account</title><content type='html'>Emotional Bank Accounts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen Covey mengingatkan hal-hal yang sebenarnya kita sudah tahu, tapi mungkin kita lupa melakukannya. Ada beberapa cara menanamkan kepercayaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenal Individu&lt;br /&gt;Cara kuno mengenal individu adalah silaturrahmi. Silaturahmi yang tampak mata adalah berjabat tangan, membuat janji lebih sering bertemu di waktu luang, dan bisa lebih indah berkunjung kerumah, mengenal secara kekeluargaan. Lupakan cara online disini. Tidak ada emosi yang luar biasa bisa ditanamkan jika kita memulai silaturrahmi dengan cara online. Untuk itu, TDA sangat gencar mengadakan acara offline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menanamkan kesan yang baik&lt;br /&gt;Ini maksudnya bukan akting, tapi betul-betul menanamkan aura selalu positif kepada orang lain. Ini bisa dimunculkan melalui hal-hal kecil, melalui pembicaraan yang ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memenuhi komitmen&lt;br /&gt;Komitmen adalah kata kunci dalam hubungan. Komitmen adalah Janji. Jika kita sudah mengeluarkan komitmen/janji, otomatis orang lain akan mengeluarkan harapan untuk bisa terpenuhi atas janji tersebut. Sekali janji dilanggar, kita telah menarik deposito rasa kepercayaan yang cukup besar. Menilai personal yang selalu mempunyai komitmen tinggi, sangat mudah dilihat dari kegiatan-kegiatan yang non profit. Jika yang non profit aja komitmennya tinggi, biasanya akan lebih komitmennya untuk kegiatan profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi yang terbuka&lt;br /&gt;Selalu mengkomunikasikan segala sesuatu secara terbuka, jujur dan apa adanya. Berbicara secara eksplisit, tanpa pernah ada itikad menyembunyikan sesuatu (implisit), apalagi politiking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperlihatkan Intergritas Pribadi&lt;br /&gt;Integritas memiliki definisi deskriptif yang luas. Integritas bisa berarti anda sesuai dengan yang anda katakan, bisa juga berarti kejujuran, bisa berarti tidak bermuka dua, memperlakukan orang lain dengan perangkat prinsip yang sama, tidak melanggar sistem nilai yang dia anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Meminta maaf, mengkomunikasikan apa yang terjadi&lt;br /&gt;Jika suatu komitmen tidak terpenuhi, kepercayaan masih bisa dipertahankan jika kita bisa mengkomunikasikan apa yang terjadi dengan baik, tentunya diiringi dengan permintaan maaf dan komitmen lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas sebenarnya sudah kita ketahui, bukan hal baru. Namun kadang kita lupa melakukannya, sehingga banyak buku ditulis ulang untuk sekedar mengingatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4784231946148653291?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4784231946148653291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4784231946148653291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4784231946148653291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4784231946148653291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/emotional-bank-account.html' title='Emotional Bank Account'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2229733102608779703</id><published>2011-08-19T23:38:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T23:38:19.003+07:00</updated><title type='text'>Jalan Menuju SUKSES</title><content type='html'>JALAN MENUJU SUKSES &lt;br /&gt;Agustus 16th, 2011 oleh ieznhamoetz &lt;br /&gt;Gagal Itu Penting&lt;br /&gt;Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita .Adakah orang yang tidak pernah satu kalipun mengalami kegagalan dalam hidup? Bisa di pastikan tidak ada seorang pun.&lt;br /&gt;Beragam sikap muncul dalam menghadapi kegagalan. Banyak mantra semangat yang disampaikan untuk menghibur kawan yang gagal bahwa dari kesuksesan. Kalimat semangat seperti itu sering kita sampaikan dengan ketulusan, kalimat tersebut diperlukan hanya sekedar untuk menghibur diri.&lt;br /&gt;Sebenarnya, apa yang dilakukan tidaklah sia-sia. Memiliki perbendaharaan kalimat semangat dan pandangan positif tentang kegagalan merupakan benteng kokoh untuk menghadapi serangan virus kegagalan dalam hidup.&lt;br /&gt;Sejarah menunjukkan ribuan bukti kesuksesan seseorang banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, melainkan karena mereka tahu bagaimana mereka harus merespons, berfikir, bertindak dan menyikapi dengan jiwa seorang pemenang.&lt;br /&gt;Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan, untuk sampai di puncak gunung, seseoarang harus mendaki. Namun, tidak sedikit orang yang tenggelam dalam perasaan gagal serta menyalahkan diri dan semua yang ada dihadapannya atas semua yang dialaminya.&lt;br /&gt;Janganlah kita hanya bermimpi untuk mendapatkan sesuatu yang di cita citakan. Jika bercita-cita mendapatkan prestasi yang tinggi kita harus belajar dengan tekun untuk meraihnya. Janganlah hanya berbekal semangat untuk mendapatkan semua itu.&lt;br /&gt;Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan, banyak orang berfikir bahwa orang-orang sukses adalah mereka yang selalu berhasil dalam setiap usahanya dua orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin meraih keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Optimis Terhadap Masa Depan&lt;br /&gt;Orang yang selalu berpandangan positif lebih mampu dalam mengatasi berbagai masalah dibandingkan dengan orang yang selalu memiliki pandangan negative. Itu sebabnya orang yang selalu punya pikiran negative rentan terhadap berbagai penyakit.&lt;br /&gt;Ketika kita menghadapi masalah besar atau krisis, kita dapat memilh untuk tetap bersikaf optimis. Milikilah keyakinan bahwa badai pasti berlalu keadaan akan menjadi lebih baik, dan persoalan akan terselesaikan. Kita bisa melihat kesulitan bukan sebagai batu sandungan yang menjatuhkan, melainkan sebagai batu loncatan yang bisa membuat kita naik atau sebagai ujian yang bisa membuat kita lebih bijak. Optimisme bagaikan nyala api yang menemani kita berjalan di kegelapan malam.&lt;br /&gt;Gali potensi raih prestasi, begitulah kata pepatah. Sudahkah kamu menemukan potensi dirimu sebagai sarana meraih prestasi? Menemukan potensi diri merupakan bagian dari ungkapan syukur kepada Tuhan. Tuhan telah memberikan modal yang luar biasa mahalnya untuk menciptakan kemaslahatan. Modal itu adalah dibekali-Nya potensi diri setiap manusia sejak lahir. Apabila kita menyerah dengan keadaan, berarti kita telah menyia-nyiakan nikmat Tuhan. Mensyukuri nikmat Tuhan yang paling baik adalah dengan mengoptimalkan nikmat itu sehingga membuahkan manfaat. Semakin besar manfaat itu dirasakan orang, semakin besar pula Tuhan menambah nikmat-Nya. Dengan demikian, mengoptimalkan potensi diri ini merupakan wujud pengamalan Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Ketika kita telah menemukan potensi diri dan mampu mendaya gunakan sehingga nama bangsa menjadi terkenal, pada saat itu sekaligus kita mengamalkan sila Persatuan Indonesia. Hal ini terjadi karena prestasi diri yang melejitkan nama bangsa itu hanya diketahui oleh negara lain sebagai prestasi bangsa Indonesia. Dengan demikian kita dapat memahami hakekat persatuan kebangsaan kita, bangsa Indonesia. Bangsa lain tidak akan memandang asal daerah kita, agama kita, atau ras kesukuan kita, tetapi melihat prestasi gemilang itu sebagai prestasi Indonesia. Lihatlah, prestasi telah merekatkan persatuan Indonesia sempurna. Kamu akan menemukan kebanggaan yang hakiki. Sebab kebanggaan kamu karena prestasi itu, memberi manfaat kepada bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Menemukan potensi diri memang bukan hal yang mudah, namun demikian, kesulitan itu bukan berarti tidak bisa. Sebab, setiap orang pada dasarnya memiliki potensi. Kesungguhan dan keseriusan akan mempercepat kita menemukan potensi itu. Lihatlah bagaimana riwayat Einstein yang memiliki prestasi keilmuan tertinggi itu. Ketika Einstein memasuki sekolah dasar hanya dikenal sebagai siswa yang bodoh. Nilai ulangannya selalu jelek, bahkan Einstein tidak bisa lulus sekolah, tetapi Einstein tidak menyerah. Kegagalannya memasuki perguruan tinggi memunculkan keseriusan dan kesungguhannya untuk terus belajar. Sehingga, ketika ia telah menemukan potensinya, bahwa dirinya memiliki keahlian mata pelajaran fisika, akhirnya dunia mengakui Einstein sebagai ilmuwan terbesar sepanjang masa. Dengan prestasinya itu, Amerika Serikat sebagai negara tempat tinggalnya menjadi terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Jadikan Hari Ini Lebih Baik&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan James Stowers, pendiri Amerika century instrument, “jika Anda tidak yakin bahwa hari esok akan lebih baik, mengapa anda bangun pagi? Anda harus percaya bahwa setiap hari baru akan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan anda harus berusaha untuk menjadikannya demikian. Keyakinan anda akan menjadikannya yang terbaik jauh lebih baik”.&lt;br /&gt;Sebuah hadist Rasulallah SAW menerangkan bahwa barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, merugilah dia, dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, celakalah dia. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Bagaimana Cara Kita Menyikapi Kegagalan&lt;br /&gt;Kegagalan tidak berhak merenggut motivasi dan semangat kita untuk berkarya. Kegagalan dapat dilihat sebagai salah satu jalan yang mendekatkan diri kita pada keberhasilan. Masih banyak cerita orang-orang sukses yang berhasil bangkit kembali dari kegagalan. Jadi siapa bilang kegagalan itu berarti kiamat? Kegagalan itu justru penting agar kita semangat. Jadi janganlah berputus asa terlbih dahulu, karena seperti yang dikatakan oleh para ilmuwan yaitu “kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda”.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal dalam diri ( potensi ) yang harus lebih diperhatikan antara lain :&lt;br /&gt;1. Memiliki idealisme&lt;br /&gt;Sebagai generasi muda kita harus memiliki ide yang kita yakini kebenarannya dengan didukung fakta dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tujuan hidup kita.&lt;br /&gt;2. Dinamis dan kreatif&lt;br /&gt;Sifat dinamis dan kreatif dalam arti selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman tanpa berhenti untuk berkreasi dalam mencapai tujuan tanpa mengabaikan norma-norma yang ada dalam kehidupan sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma kesusilaan dan norma kesopanan.&lt;br /&gt;3. Keberanian mengambil resiko&lt;br /&gt;Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena jika ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapi serta mengatasinya dengan baik.&lt;br /&gt;4. Optimis dan kegairahan semangat&lt;br /&gt;Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding. Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia tetapi kita yang harus mempertahankan dan mengisinya melalui karya yang positif. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya mau bekerja keras, ulet dan tangguh dalam mewujudkan sebuah prestasi. Sebab perlu diingat bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengubah kondisi suatu bangsa jika bangsa tersebut tidak mau berubah.&lt;br /&gt;5. Kemandirian dan disiplin murni&lt;br /&gt;Kita adalah bagian dari bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki disiplin yang tinggi. Pendidikan disiplin bukan hanya sekedar patuh terhadap aturan tetapi juga harus terwujud dalam bentuk pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain, serta mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi.&lt;br /&gt;6. Fisik yang kuat dan sehat&lt;br /&gt;Apa artinya jiwa yang meledak-ledak penuh semangat dengan berbagai ide jika tidak ditunjang oleh fisik yang kuat dan sehat? Tentu tidak akan ada artinya. Untuk itu potensi diri yang positif harus memperhatikan masalah yang satu ini karena sangat penting peranannya. Ingatkah kalian dengan pepatah: “Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mensana in corpore sano)?” Nah potensi diri yang positif adalah yang menjaga kekuatan dan kesehatan fisik.&lt;br /&gt;7. Sikap ksatria&lt;br /&gt;Ksatria adalah sikap yang sportif yaitu berani mengakui kesalahan dan kekalahan jika mengalaminya, serta bersedia meminta maaf untuk tidak mengulangi lagi perbuatan. Dalam falsafah masyarakat Jawa, seseorang baru pantas bergelar ksatria jika dia dapat “menang tanpa mengalahkan, kemudian mengalahkan tanpa merendahkan dan menyerang tanpa menyakiti”.&lt;br /&gt;8. Terampil dalam menerapkan IPTEK&lt;br /&gt;Melalui pendidikan dan pelatihan para siswa diharapkan dapat melatih keterampilannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Jika memungkinkan dapat diperdalam di luar sekolah, sehingga menjadi generasi muda yang tidak gagap teknologi, dan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia. Setelah itu mereka diharapkan dapat menerapkan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengikuti lomba komputer daerah atau nasional.&lt;br /&gt;Ini merupakan peran serta yang baik dari masyarakat dalam menunjang potensi diri siswa dalam berprestasi sehingga terampil dalam menerapkan IPTEK.&lt;br /&gt;9. Kompetitif&lt;br /&gt;Di tengah persaingan dunia seperti sekarang ini setiap individu harus mampu menunjukkan kelebihan dirinya, diantaranya dengan berkompetisi dengan bangsa lainnya. Kompetisi berasal dari bahasa Latin to competere yang kalau di Inggriskan menjadi to seek together (mencari bersama), to agree (menyetujui) atau to coincide (menyepakati bersama). Sebenarnya dalam berkompetisi tidak diternukan adanya ajaran yang menjadikan orang lain sebagai objek atau musuh. Jadi kompetitlf adalah orang lain dijadikan sebagai mitra dalam mencapai suatu prestasi.&lt;br /&gt;Masalah yang rnuncul jangan sampai kata kompetisi menjadi konkurensi (to conquer defeat/overcome enemy) mengalahkan orang lain atau musuh. (Oleh karena hasil yang dicapai bukan lagi kemenangan (winning) melainkan memukul mundur (beating). Selain itu jika kompetisi mensyaratkan adanya kompetensi atau keahlian, maka dalam konkurensi akan ada komparasi, gaya hidup membandingkan secara tidak sehat, dan praktik konkurensi adalah produk muatan pikiran irrasional yang bertentangan dengan logika hidup rasional. Bersaing itu sehat karena ada acuan, akan mendorong terciptanya energi dan akan dapat memacu prestasi diri seseorang, asal jangan menghalalkan segala cara, dan harus selalu ingat dosa dan Tuhan selalu mengawasi perilaku umatnya. Jika harus bersaing seharusnya dimulai dengan langkah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Berani memulai&lt;br /&gt;b. Fokus pada keunggulan&lt;br /&gt;c. Transformasi energi konkurensi&lt;br /&gt;Maksudnya seseorang jika hendak bersaing harus mempersiapkan ke tiga hal di atas yaitu berani memulai tidak menunda, kemudian memfokuskan pada keunggulan yang dimiliki serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah energi persaingan yang bersifat negatif menjadi sesuatu yang positif, supaya terjadi persaingan yang sehat dan mencapai hasil yang optimal.&lt;br /&gt;10. Daya pikir yang kuat&lt;br /&gt;Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus memiliki daya pikir yang kuat dan didukung dengan motivasi yang kuat pula dalam dirinya. Karena hal ini merupakan penggerak untuk melakukan aktivitas, sebagaimana yang dikemukakan oleh Descartes “Aku berfikir maka aku ada”. Jika orang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berpikir dengan kuat maka dia akan mampu berprestasi dengan baik.&lt;br /&gt;11. Memiliki bakat&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki bakat yaitu mempunyai potensi yang dimilikinya sungguh beruntung karena akan mudah dalam mewujudkan prestasi dirinya. Untuk itu perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Bakat yang besar tadi harus didukung dengan motivasi yang kuat dari dalam dirinya. Seorang pemimpin yang hebat selain bisa dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan akan lebih hebat jika dia memiliki bakat terpendam sebagai potensi dirinya.&lt;br /&gt;Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :&lt;br /&gt;a. Mengenali diri sendiri&lt;br /&gt;b. Memposisikan diri&lt;br /&gt;c. Mendobrak diri&lt;br /&gt;d. Aktualisasi diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 Meraih dan Menikmati Sukses&lt;br /&gt;Meraih dan menikmati kesuksesan ibarat 2 sisi mata uang. Ke 2 sisinya tidak bisa dipisahkan tanpa usaha dan perjuangan meraih sebuah kesuksesan. Oleh karena itu banyak kesuksesan yang diwariskan tidak dapat bertahan lama. Namun ingat, perjuangan terus menerus tanpa menikmati sebuah kesuksesan adalah sesuatu yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Harold Kushner, seorang filosof religius tersohor mengatakan dalam bukunya yang berjudul “Melimpah Namun Gersang”, bahwa sukses bukanlah sukses jika membuat kita menderita. Kenyatannya, banyak orang mencapai kesuksesan, tetapi tidak mampu menikmatinya, itulah dilema besar manusia kontemporer (pada masa kini).&lt;br /&gt;Di satu sisi, kita dipacu untuk semakin keras berusaha, yaitu dalam belajar dan meraih sukses. Akan tetapi di sisi lain, jika tidak disadari, kita bisa lupa untuk menikmati dan mengecap kebahagiaan yang menyertainya. Agar terhindar dari jebakan sukses seperti ini.&lt;br /&gt;Cobalah untuk duduk santai, merenung, mensyukuri kesuksesan yang sudah kita raih dan ucapkan terima kasih kepada Sang Maha Kuasa. Rasakan hembusan nafas kita yang setia menemani kita meraih sukses. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, jika tidak bahagia????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ieznhamoetz.blogdetik.com/2011/08/16/jalan-menuju-sukses/?query-string&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2229733102608779703?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2229733102608779703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2229733102608779703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2229733102608779703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2229733102608779703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/jalan-menuju-sukses.html' title='Jalan Menuju SUKSES'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8626671999715812753</id><published>2011-08-19T23:35:00.000+07:00</published><updated>2011-08-19T23:35:16.803+07:00</updated><title type='text'>Money Advice for Married Couples - How to Avoid Debt Problems</title><content type='html'>&lt;b&gt;Money Advice for Married Couples – How to Avoid Debt Problems&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;This money advice for married couples will help you avoid debt problems and money fights. Saving money for couples is easier when you’re on the same financial page — which is what these money tips are all about! &lt;br /&gt;Before the tips, a quip:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Can anybody remember when the times were not hard and money not scarce?” ~ Ralph Waldo Emerson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I daresay times are always tough for personal finances and saving money – and every decade and era brings its own money problems! The sooner we accept that money problems are part of life — and more importantly, the sooner we start believing that we have enough money — the more debt problems we’ll avoid. To learn how to attract money into your life without blood, sweat, and tears, read Money, and the Law of Attraction: Learning to Attract Wealth, Health, and Happiness. Read this book together, as a couple. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And, here are several money tips for married couples…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Money Advice for Married Couples – How to Avoid Debt Problems&lt;br /&gt;1. Work towards the same money goals. If your goal is to save money to pay off your mortgage debt, and your spouse’s goal is to spend money renovating your house to make it a financial investment, then you won’t just run into money problems…you’ll run into marriage problems, too. One of the most important pieces of money advice for married couples is to ensure that you are focused on the same financial goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Talk about money regularly. Have regular discussions about your current and future finances. Where do you see yourselves in one year, five years, and ten years? Are you on the right road, or do you need help avoiding debt problems? If your marriage is causing money problems, then you need to try new and different solutions. That is, if talking about money only leads to arguments, then you might schedule an appointment with a financial advisor or counselor who can give you money advice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Figure out why you’re struggling with debt problems. Are you frustrated because you and your partner have different money personalities — perhaps you’re a saver and he’s a spender? Are you depressed because you and your partner can’t agree on your financial goals? Maybe you feel overwhelmed by credit card or student loan debt that you can’t pay off. To solve debt problems – and perhaps find debt busters – you need to learn what the underlying cause of your money problems are. This includes learning how to talk finances as a couple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Be objective and strategic about dealing with your money problems. If you’re emotional about money — and most people are — then you need to work together as a married couple to stay rational and level headed. This is one of the most difficult bits of money advice to remember, especially when you’re fighting about finances! But if you can deal with your anger, frustration, and other negative emotions — and instead focus on gratitude for what you have (the law of attraction and money) — then you’ll find it easier to avoid debt problems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Look for the possibilities in your debt problems. In Outliers: The Story of Success, Malcolm Gladwell writes, “Sometimes constraints actually create success. Not being able to swim made me run. And running taught me the discipline I needed as a writer.” As a married couple, what are you learning from the obstacles in your life — financial or otherwise? Are the problems leading you in an unexpected direction? The sooner you accept the lessons, the faster you’ll solve your debt problems and move towards financial freedom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.moneynlove.com/?p=articles_and_tips&amp;id=54&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8626671999715812753?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8626671999715812753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8626671999715812753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8626671999715812753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8626671999715812753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/money-advice-for-married-couples-how-to.html' title='Money Advice for Married Couples - How to Avoid Debt Problems'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1307910916008405593</id><published>2011-08-17T08:19:00.000+07:00</published><updated>2011-08-17T08:19:09.288+07:00</updated><title type='text'>Merdeka dari Hutangg</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-S4ps11KHNTQ/TksVS_0APmI/AAAAAAAAAH0/MA9yCt8K8Qo/s1600/personal%2Bfinancial%2Bplanning%2Blifecycle.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="285" width="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-S4ps11KHNTQ/TksVS_0APmI/AAAAAAAAAH0/MA9yCt8K8Qo/s400/personal%2Bfinancial%2Bplanning%2Blifecycle.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam phase manakah Anda berada?&lt;br /&gt;Merencanakan keuangan pribadi sama halnya dengan mengarahkan kendaraan atau menentukan perjalanan. No where, anywhere. Mungkin akan semakin banyak kendala, kesulitan, dan lain sebagainya jika tidak dimulai dari sekarang untuk keuangan pribadi maupun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh ditemukan teman-teman yang memiliki penghasilan lumayan besar, misal a rupiah, tetapi rasio hutangnya luar biasa besar di atas rata-rata. Cicilan mobil, motor, kartu kredit bank ampun, kartu kredit bank sita, kartu kredit bank pelit bahkan cicilan untuk kartu kreditnya saja mencapai 30% dari total penghasilan, belum cicilan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sekarang mari perbaiki sistem keuangan pribadi agar kita sebagai karyawan, ataupun pengusaha mempunyai "antibiotik" terhadap utang dengan memperkecil porsi hutang serta memperbesar porsi pendapatan (tetap) dan pendapatan lainnya (bisa melalui investasi kecil-kecilan dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari merdekakan diri dan keluarga terlebih dulu dari jerat hutang !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1307910916008405593?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1307910916008405593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1307910916008405593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1307910916008405593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1307910916008405593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/merdeka-dari-hutangg.html' title='Merdeka dari Hutangg'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-S4ps11KHNTQ/TksVS_0APmI/AAAAAAAAAH0/MA9yCt8K8Qo/s72-c/personal%2Bfinancial%2Bplanning%2Blifecycle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3633340844259048327</id><published>2011-08-17T00:02:00.000+07:00</published><updated>2011-08-17T00:02:20.249+07:00</updated><title type='text'>Merdeka!</title><content type='html'>Merdeka dalam arti harafiah adalah kebebasan mutlak. Masalahnya kebebasan kalo kebablasan itu gimana diterjemahkannya.. selain itu bagaimana akan ada kemerdekaan jika kebebasan dalam berpikir, bertindak, berkarya, dan sebagainya masih juga mengalami diskriminasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskriminasi merupakan musuh terutama, khususnya dalam social life. Secara mudah bisa ditemukan kasus sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang mau belajar; belajar dewasa, belajar rendah hati, belajar legowo, belajar ikhlas, belajar melepaskan mungkin hakekat dari kemerdekaan diri dan kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka bukan dari penjajah, tetapi merdeka salah satunya menyetalakan, menyamakan tujuan dan misi yang mungkin bisa dicapai baik dalam keluarga, perusahaan, kelompok agama, bahkan hingga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun ke 66 Indonesia, semoga Kemerdekaan yang dinikmati saat ini menjadi kemerdekaan bagi semua anak bangsa Indonesia, non diskriminasi, non violence dan pencipta perdamaian !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3633340844259048327?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3633340844259048327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3633340844259048327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3633340844259048327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3633340844259048327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/08/merdeka.html' title='Merdeka!'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7419586848302186627</id><published>2011-07-06T21:41:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T21:41:16.335+07:00</updated><title type='text'>Hal-hal yang Merusak Rumah Tangga</title><content type='html'>Hal-hal yang Merusak Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Amelia Ayu Kinanti | Yahoo News – Rab, 6 Jul 2011&lt;br /&gt;Rumah tangga Anda selalu dilanda masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan terburu-buru emosi, mungkin ada beberapa hal yang harus diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan kita dan pasangan sehari-hari bisa membuat pernikahan menjadi berantakan. Apa saja sih yang bisa merusak rumah tangga dan harus dihindari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merahasiakan keuangan&lt;br /&gt;Keuangan menjadi alasan perceraian yang paling tinggi. Merahasiakan keuangan dalam pernikahan bukanlah hal yang baik. Jika kebohongan Anda terkuak, maka kepercayaan pasangan akan berkurang. Itu kemudian menjadi awal kehancuran pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengesampingkan kehidupan seks&lt;br /&gt;Seks memang bukan segalanya di dalam pernikahan. Namun seks bisa menjadi media kedekatan setiap pasangan. Seks bisa menjadi lahan komunikasi yang potensial bagi suami-istri. Saat seks dikesampingkan, saat itu pulalah jalur komunikasi itu akan tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengkritik dan menyalahkan&lt;br /&gt;Sikap selalu menyalahkan, mengkritik tanpa alasan yang jelas, serta melimpahkan kesalahan ke pasangan juga bisa menjadi duri dalam sebuah pernikahan. Saling menyalahkan tak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang terjadi malah, pasangan menganggap Anda tak bisa menerima diri apa adanya. Prasangka itu yang kemudian membuat rumah tangga Anda runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lebih percaya orang lain ketimbang pasangan&lt;br /&gt;Setiap ada masalah, Anda memilih melibatkan sahabat, kakak, orang atau orang dekat yang lain untuk mencari jalan keluarnya. Pasangan justru menjadi orang terakhir yang tahu tentang masalah Anda. Ingat, kepercayaan adalah hal utama dalam sebuah hubungan. Jika Anda tak bisa mempercayai pasangan, maka otomatis fondasi hubungan yang dijalankan menjadi lemah dan mudah runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melupakan hal sepele namun penting&lt;br /&gt;Mengucapkan “Aku sayang padamu”, “Kamu pasangan terbaik” atau kalimat romantis yang lain mungkin terdengar sepele. Namun tahukah Anda, efek dari kalimat tersebut sungguh besar. Anda dan pasangan bisa saling mengingatkan betapa kalian sangat mencintai satu sama lain. Jadi jangan pernah malas mengungkapkan rasa cinta Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7419586848302186627?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7419586848302186627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7419586848302186627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7419586848302186627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7419586848302186627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/hal-hal-yang-merusak-rumah-tangga.html' title='Hal-hal yang Merusak Rumah Tangga'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7565588490302698506</id><published>2011-07-06T21:14:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T21:14:08.777+07:00</updated><title type='text'>Trauma, Kepahitan</title><content type='html'>Disekanya wajahnya berulang kali. Satu, dua, tiga, sampai sepuluh kali. Tak jua merasa bersih. Busa sabun pencuci wajah tidak lagi tersisa. Air pun sudah bersih dari wajahnya. Tapi, ia tetap merasa kotor, seolah wajahnya belum lagi dicuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka itu masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di wajahnya yang lebam biru hasil kekerasan orang yang dia kasihi, tetapi juga di hatinya. Hati yang dulu begitu putih, seputih salju. Kini merah, berdarah. Terpukul dirinya. Begitu parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan dipandanginya wajahnya lewat cermin wastafel tempat ia menyeka wajahnya dan menggosok giginya. Senyum itu tak lagi manis. Sudut-sudut bibir yang naik, membuat dirinya terlihat sedikit sinis. Kalau tidak bisa dikatakan sadis. Senyum yang menyakitkan. Karena dia tahu, senyum itu adalah senyum dengan keterpaksaan. Setelah selama ini yang dia lakukan hanya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban hidup itu terlalu berat baginya. Berkali-kali dia disakiti oleh orang yang dia cintai. Dia inginkan pulih. Dia inginkan hidupnya kembali berseri. Namun, ternyata itu semua begitu sulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling dia cintai telah menorehkan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi dan lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hendak ia berlari, karena cinta terlanjur mengikat kedua belah kakinya dan memaksa dirinya untuk tetap tinggal. Tetapi, apakah kekasihnya benar-benar mencintainya? Atau ia hanya bertepuk sebelah tangan belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih hatinya tempat ia curahkan seluruh cinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepuluh tahun mereka menjalin cinta. Mesra. Tetapi, waktu pulalah yang membuktikan kalau kekasihnya bukan tipe setia. Sebegitu mudahnya dia main mata pada banyak wanita. Sudah lebih dari sepuluh kali penyelewengan itu terjadi. Dia selalu merasa sulit melepaskannya pergi, setiap kali dia bersimpuh dan memohon maaf untuk kembali. Terkadang, setelah tamparan keras di pipinya. Kekasihnya memaksakan kehendaknya untuk tetap kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintakah? Ataukah kebodohan berwujud cinta sampai mati, walaupun terus dilukai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi. Dari kehidupan kekasihnya yang sangat dia cintai. Perih, teramat pedih. Tetapi, dia sudah membuat keputusan bulat. Tekadnya sangat kuat. Walaupun sulit dan setengah tertatih, dia putuskan untuk tetap melangkah walau masa depan tak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma itu terlalu membekas di dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi ingin ia mencinta. Karena cinta ternyata tak seindah ceritanya. Tak seindah film drama, tak semerdu lagu cinta. Muak, menyakitkan, hilang percaya diri, juga hilang harapan akan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang terus dia ingat dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia tak punya kesempatan mencinta lagi. Tetapi, dia tetap ingat dalam hati, bahwa dirinya bukanlah suatu kesalahan atau kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan kekasihnya, bukan berarti penolakan seluruh dunia atas dirinya. Dia masih punya orang-orang yang mencintainya. Kakak, Mama, Papa, dan adiknya. Juga sahabat-sahabat dekatnya. Mereka memberikannya harapan dan dirinya menjadi tetap percaya. Bahwa trauma cinta ini akan tersembuhkan pada akhirnya. Dengan cinta dari Sang Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuka diri pada-Nya dan menyerahkan segala sakit hatinya- termasuk semua jenis trauma yang pernah dia alami. Untuk kemudian suatu saat nanti, sembuh dan dia bisa berdiri. Tegar, walau pernah sakit hati. Memilih untuk menatap masa depan dengan harapan, di tengah seluruh keputusasaan. Merajut impian bersama Tuhan, bahwa masa kini yang buruk, mungkin suatu saat ‘kan berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma itu sering muncul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tiap kali ia muncul, dia berdoa dan membawanya kepada Sang Maha Tinggi. Dia tak pernah sanggup jalan sendiri.  Dan dia ingin serahkan segala mimpi yang pernah dia miliki. Tentang cinta, kekasih, dan keinginan berkeluarga suatu saat nanti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya, bahwa Tuhan sudah sediakan masa depan yang indah, sesuai dengan rencana-Nya. Mungkin bukan seperti apa yang ada dalam pikirannya selama ini. Namun pasti yang terbaik yang Dia berikan dalam hidupnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-fonnyjodikin-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fjodikin.blogspot.com/2011/07/trauma.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7565588490302698506?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7565588490302698506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7565588490302698506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7565588490302698506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7565588490302698506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/trauma-kepahitan.html' title='Trauma, Kepahitan'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7314546443280270407</id><published>2011-07-06T20:45:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T20:45:04.126+07:00</updated><title type='text'>"Bercerai Karena Uang?"</title><content type='html'>"Ingin Bercerai Karena Uang?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah Anda pernah mendengar sebuah keluhan dari sanak saudara, sahabat dan relasi Anda tentang bagaimana "permasalahan" keuangan menyelimuti mereka?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau ini merupakan sebuah "polemik" yang sedang Anda hadapi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya percaya (hampir) setiap rumah tangga memiliki permasalahannya sendiri terkait keuangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada permasalahan kekurangan keuangan, ada juga "cheating" dalam penanganan keuangan, sampai masalah keberlimpahan keuangan (MD pegawai bank asing).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya semua perkawinan pada awalnya sangat indah, dimana sang pria telah memilih dan mengikatkan dirinya kepada sang wanita. Pria mengangkat wanita tsb menjadi teman pendamping hidupnya dan dengan sangat suka cita berjanji untuk membahagiakan pasangan hidupnya selamanya. Begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun setelah perjalanan perkawinan berlangsung, semua berubah. Alih-alih membahagiakan pasangannya satu sama lain, yang ada adalah tindakan untuk saling menyakiti dan melukai, serta membalas tindakan yang dianggap tidak pantas yang dilakukan pasangan hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Minggu lalu, seorang klien meminta bantuan saya terkait "permasalahan" yang dihadapi dan "ingin bercerai".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suaminya tidak memberi "nafkah" uang sebagaimana layaknya yang dia pikirkan.&lt;br /&gt;Suaminya mengaku tidak punya uang, tapi mampu membeli ruko dan rumah.&lt;br /&gt;Kala sakit suami minta dia untuk memakai uangnya sendiri kala berobat.&lt;br /&gt;DLL.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya melihat adanya perbedaan nilai, konsep dan keyakinan dari mereka, yang selama ini "belum" dikomunikasikan guna mencari solusi bagi kebersamaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesaat setelah menikah, menurut "konsep" MONEYnLOVE, semua rejeki dari suami dan istri akan menjadi milik "Keluarga" dan selayaknya dipergunakan bagi kepentingan Keluarga. Semua harus dibicarakan berdua secara transparan dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak ada ini uangku dan itu uangmu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya memberi saran beberapa langkah kepada klien, dan agar melakukan dan membangun komunikasi. Cari dan bangun kesamaan2 dan dan bukan perbedaan2.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Konsep, nilai dan keyakinan dari 2 anak manusia yang berbeda latar belakangnya, akan membangun sebuah latar depan, bagi keberlangsungan dan keharmonisan demi kesejahteraan keluarga, adalah sebuah perjalanan dan perjuangan tiada henti dari 2 anak manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingat uang adalah "alat" dan bukan tujuan, sehingga semestinya uang bukan menjadi masalah melainkan menjadi solusi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian sharing saya tentang komunikasi keuangan adalah solusi dari keinginan bercerai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Freddy Pieloor&lt;br /&gt;www.MONEYnLOVE.com&lt;br /&gt;Managing Money with Love&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Miliki dan lengkapi koleksi buku bermutu Anda dengan buku "MONEY, LOVE &amp; MARRIAGE"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7314546443280270407?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7314546443280270407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7314546443280270407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7314546443280270407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7314546443280270407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/bercerai-karena-uang.html' title='&quot;Bercerai Karena Uang?&quot;'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3666019818784968954</id><published>2011-07-02T13:59:00.000+07:00</published><updated>2011-07-02T13:59:01.164+07:00</updated><title type='text'>Ayam dan Telor... mana duluan...?</title><content type='html'>Dalam bekerja dan bisnis, mungkin analogi ini menjadi refleksi dan motivasi untuk kita. Menikmati telor ayam dan ayam goreng adalah kesukaan saya. Bagaimanapun, ayam tersebut dihasilkan dari peternakan ayam. Peternakan ayam merupakan tempat yang baik agar ayam-ayam ini subur dan bertelor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini menurut saya juga sama dan terjadi dalam dunia kerja maupun bisnis, baik kita menjadi karyawan atau businessman. Agar karyawan/employee semakin sehat dan menghasilkan banyak hal positif, tentunya harus didukung dengan pemberian gizi yang baik sehingga menghasilkan banyak telor lebih banyak. Semoga bermanfaat :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3666019818784968954?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3666019818784968954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3666019818784968954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3666019818784968954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3666019818784968954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/ayam-dan-telor-mana-duluan.html' title='Ayam dan Telor... mana duluan...?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-176996041978119817</id><published>2011-07-02T13:49:00.000+07:00</published><updated>2011-07-02T13:49:32.091+07:00</updated><title type='text'>Business 101</title><content type='html'>"Dalam dunia bisnis, tidak semuanya bisa dikerjakan dan diselesaikan dengan uang. Tetapi tanpa uang, bisnis tidak bisa dijalankan"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-176996041978119817?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/176996041978119817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=176996041978119817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/176996041978119817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/176996041978119817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/business-101.html' title='Business 101'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8709951981268588179</id><published>2011-07-02T13:23:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T13:24:02.435+07:00</updated><title type='text'>Love In Silence</title><content type='html'>Seorang ibu memberikan yang terbaik untuk anaknya…  sekalipun dia berada diposisi yang terpuruk, ia berkorban agar anaknya menjadi yang sukses kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamaku punya 1 mata, aku membencinya..dia memalukan aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami. Hari itu dia datang ke kelas menyapaku. Aku malu, mengacuhkannya berlari pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya,teman mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang,aku berteriak kepadanya “Kalau kau membuatku jadi bahan tertawaan,kenapa kau tidak mati saja?!” Aku marah saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertekad keluar dari rumah itu tidak berhubungan dengan dia. Jadi,aku belajar dengan semangat akhirnya mendapat beasiswa belajar d singapura. Aku menikah,punya anak bahagia kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari,Mama datang ke singapura menjenguk,saat di depan pintu,anakku melihat ketakutan,saat itu aku berteriak “Beraninya kau datang ke rumahku,pergi dari sini,kau menakuti anak-anak!!” Dia terkejut menjawab “Maafkan saya, saya salah alamat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian,datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu,aku melihat 1 rumah,dimana aku tinggal saat itu, ingin tahu kata tetangga, mama meninggal,aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang mama ingin aku membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke singapura menakuti anakmu, maafkan aku membuatmu malu didepan temanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan kehilangan 1 mata, sebagai mama aku tidak sanggup melihatmu tumbuh 1 mata, aku memberikan milikku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia anakku memperlihatkan dunia untukku dengan mata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://parokiarnoldus.net/cerita-inspiratif/love-in-silence/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8709951981268588179?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8709951981268588179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8709951981268588179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8709951981268588179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8709951981268588179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/love-in-silence.html' title='Love In Silence'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7461132576999136618</id><published>2011-07-02T08:30:00.002+07:00</published><updated>2011-07-02T08:31:47.636+07:00</updated><title type='text'>Tiap Hari Adalah Istimewa</title><content type='html'>By Ann Wells (Los AngelesTimes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah,&lt;br /&gt;lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan &lt;br /&gt;mengulurkannya kepadaku sambil berkata: "Ini pakaian dalam yang &lt;br /&gt;sangat spesial."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang&lt;br /&gt;sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan&lt;br /&gt;tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode&lt;br /&gt;penjualannya yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah&lt;br /&gt;memakainya.Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang&lt;br /&gt;sangat istimewa.Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu," kata&lt;br /&gt;kakak iparku lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil pakaian dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya&lt;br /&gt;di tas tempat tidur, bersama dengan pakaian lainnya yang kami&lt;br /&gt;persiapkan untuk dibawa ke rumah duka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memegang pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia&lt;br /&gt;menutup laci tersebut keras-keras sambil berkata keras padaku:&lt;br /&gt;"Jangan pernah menyimpan sesuatu yang istimewa untuk kesempatan&lt;br /&gt;istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istimewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman&lt;br /&gt;dan hari-hari sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan&lt;br /&gt;saya untuk melewati hari-hari berkabung setelah kematian kakakku&lt;br /&gt;yang mendadak. Aku juga terus memikirkan mereka sepanjang&lt;br /&gt;penerbanganku kembali ke Californiadari kotaMidwestern di mana&lt;br /&gt;kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum sempat&lt;br /&gt;didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari&lt;br /&gt;Bahwa hal-hal tersebut sungguh sangat spesial. Aku terus&lt;br /&gt;memikirkan kata-kata kakak iparku, dan sepertinya kata-kata yang ia&lt;br /&gt;ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah mengubah hidupku.&lt;br /&gt;Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang&lt;br /&gt;kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu memandang ke luar jendela dan menikmati pemandangan udara&lt;br /&gt;yang indah, tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku&lt;br /&gt;yang telah kutinggal pergi beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumahku sendiri,aku lalu menyempatkan diri untuk lebih&lt;br /&gt;Banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan&lt;br /&gt;langsung mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan,&lt;br /&gt;hidup ini semestinya dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang&lt;br /&gt;kenikmatan, dan bukan pertahanan serta beban. Sekarang saya mencoba&lt;br /&gt;untuk memperhitungkan waktu dengan lebih teliti dan mensyukurinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan chinawares&lt;br /&gt;(piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari, &lt;br /&gt;tanpa menunggu ada pesta, ada tamu atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga&lt;br /&gt;camelia kami mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi ke pasar memakai pakaian yang indah, jika memang sedang&lt;br /&gt;ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa sayang yang berlebihan terhadap&lt;br /&gt;barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya kelihatan lebih &lt;br /&gt;berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi &lt;br /&gt;tidak pelit terhadap diriku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi ke pesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank,&lt;br /&gt;dan teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama. &lt;br /&gt;Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-hari ini", mempunyai &lt;br /&gt;makna yang sama bagi saya. Jika ada hal-hal yang layak didengar,&lt;br /&gt;ditonton, dibaca atau dikerjakan, saya akan berusaha mendengar,&lt;br /&gt;menonton, membaca atau mengerjakannya sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apa kira-kira yang akan almarhum kakakku apabila ia&lt;br /&gt;tahu bahwa keesokan harinya ("besok" adalah kata-kata yang tidak&lt;br /&gt;pernah kita bayangkan akan tidak terjadi) ia sudah tidak akan ada&lt;br /&gt;lagi di dunia ini. Mungkin ia akan menelpon seluruh keluarganya dan&lt;br /&gt;beberapa teman dekatnya, mungkin ia akan menelpon teman-teman &lt;br /&gt;lamanya dan meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan&lt;br /&gt;di masa lalu. Saya bahkan juga membayangkan bahwa ia justru akan&lt;br /&gt;pergi ke sebuah restoran cina yang sangat ia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu hanya perkiraanku saja. Kita tidak pernah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut pasti akan membuat aku marah bila belum dapat saya&lt;br /&gt;lakukan padahal saya tidak memiliki waktu lagi. Marah karena selama&lt;br /&gt;ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan dengan teman-teman baik&lt;br /&gt;saya, meskipun Saya sangat ingin berjumpa dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang &lt;br /&gt;saya terima. Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang &lt;br /&gt;sekali mengatakan pada isteri dan anak-anakku, betapa Saya&lt;br /&gt;menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan untuk tidak menunda&lt;br /&gt;atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan,&lt;br /&gt;kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap pagi, begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri&lt;br /&gt;saya sendiri, bahwa hari itu adalah hari yang spesial. Setiap hari,&lt;br /&gt;setiap menit, setiap nafas, adalah benar-benar anugerah yang indah&lt;br /&gt;dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menerima mail ini, pasti karena ada orang yang peduli dan&lt;br /&gt;Sayang kepada anda. Jika anda selama ini terlalu sibuk, cobalah&lt;br /&gt;berhenti sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempatkan beberapa menit saja memikirkan orang-orang yang dekat di&lt;br /&gt;hati anda, teman-teman yang telah memberikan warna pada hidup&lt;br /&gt;anda, guru, pembimbing, siapapun. Kalau perlu, forward email ini&lt;br /&gt;kepada mereka, just to show that you care.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Good friends must always hold hands, but true friends do not need to&lt;br /&gt;hold hands because they know the other hand will always be there."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7461132576999136618?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7461132576999136618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7461132576999136618' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7461132576999136618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7461132576999136618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/07/tiap-hari-adalah-istimewa.html' title='Tiap Hari Adalah Istimewa'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5596919665142911156</id><published>2011-06-25T23:34:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T23:34:17.796+07:00</updated><title type='text'>Resolusi Sukses ?</title><content type='html'>Resolusi Kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sah-sah saja kalau banyak orang yang mengartikan kesuksesan dengan pencapaian materi dengan berbagai simbol dan representasinya. Sah karena memang faktanya materi termasuk variabel utama bagi kelangsungan hidup kita. Kata orang, uang atau materi memang bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya butuh uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan sah juga karena memang tidak ada alasan hukum untuk menyalahkannya. Yang bisa mengatakan itu pas atau kurang pasnya bukan alasan hukum, namun perkembangan peradaban dan nalar-spiritual masyarakat. Mungkin suatu saat masyarakat kita tidak lagi menjadikan pencapaian materi sebagai ukuran tunggal kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta dengan berbagai simbol dan representasinya itu sebetulnya bukanlah makhluk yang a-spiritual. Tuhan sendiri menyebutnya sebagai alat untuk kebaikan. Yang selalu diingatkan adalah cara mendapatkannya, cara memahaminya, dan cara penggunaannya. Jadi, intinya bukan pada materinya dan berbagai simbolnya itu, melainkan lebih pada the way we use.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaudit Cara Mendapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ada dua cara yang sudah sama-sama kita ketahui dalam mendapatkan kesukesan, yaitu cara benar dan cara menyimpang, ada lagi cara-cara yang mungkin perlu kita audit. Ini mumpung masih dalam suasana tahun baru. Mudah-mudahan dengan inisiatif ini, kualitas hidup kita menjadi semakin lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, apakah kesuksesan itu kita dapatkan dengan cara-cara yang juga ikut mensukseskan orang lain? Apakah selama ini kesuksesan itu kita dapatkan dengan cara mengoptimalkan penggunaan potensi / kompetensi pribadi dan orang lain?  Apakah kita sudah menggunakan cara-cara "empowering"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cara itu yang sudah sering kita lakukan, berarti kita sudah berada di track yang tepat. Tugas kita adalah mempertahankan dan meningkatkan. Pesan yang perlu kita ingat adalah: "even the best, it must be improved", meski sudah baik namun harus tetap diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, apakah kesuksesan itu kita dapatkan dari pemberian atau penganugerahan, by being inaugurated / given? Misalnya, orangtua kita mewariskan berbagai aset dan pengaruh yang cukup besar sehingga kita merasa kesuksesan kita itu bukan karena kompetensi, tetapi karena legacy (warisan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau juga misalnya kita bekerja di perusahaan besar, mapan, dan punya nama. Dengan berbagai peranan yang diberikan kepada kita lalu kita merasa kesuksesan yang kita dapatkan itu sebetulnya adalah semu. Maksudnya, yang lebih berperan di situ bukan kompetensi kita sebagai pribadi, tetapi pengaruh organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perasaan itu yang sering muncul, yang tepat untuk kita lakukan adalah bersyukur. Dalam "ilmu Tuhan" tidak ada kebetulan yang sifatnya benar-benar kebetulan. Kita menjadi anak orang hebat itu bukan kebetulan. Kita bekerja di perusahaan mapan itu bukan kebetulan. Semua terjadi karena ada alasan dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, yang perlu kita audit adalah skala kesyukuran kita. Skala yang paling tinggi adalah ketika kita mampu menggunakan resource dan potensi yang ada untuk mencapai tujuan yang selalu lebih besar, lebih tinggi dan lebih positif dengan cara-cara yang positif. Skala yang paling rendah adalah ketika kita hanya mampu bersyukur dengan mulut dan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, apakah kesuksesan itu selama ini kita dapatkan dengan cara-cara memperdaya orang lain dan keadaan, by politicking? Di rubrik Surat Pembaca koran ibukota, sering saya membaca curhat beberapa pelajar senior kita yang ada di luar negeri. Mereka dilematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sisi, mereka dipanggil-panggil oleh nasionalisme-nya untuk kembali ke Indonesia, menerapkan ilmunya di sini. Tapi di sisi lain, mereka takut.  Kesuksesan (pencapaian materi) di sini kerap tidak berbanding lurus dengan kompetensi. Banyak orang yang bisa meraih kekayaan karena kecanggihannya dalam bermain politicking, bukan karena empowering atau actualizing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi politicking di kita memang sudah cukup gila, dari mulai KKN, suap tender, penyalahgunaan kekuasaan, dll. Bahkan sudah mau hampir terbangun keyakinan kolektif bahwa tanpa politicking, rasa-rasanya susah kita men - down load kesuksesan dengan cepat dan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggeser Motif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar-benar perlu kita audit adalah poin nomor tiga itu. Apa bisa kita bersih dari praktek politicking? Bersih dalam arti benar-benar bersih tanpa noda, mungkin itu butuh proses panjang. Yang mendesak adalah melakukan perbaikan bertahap (keizen) dari kesadaran-diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kesadaran seperti apa yang penting di sini? Salah satunya adalah kesadaran menggeser motif, dari yang negatif (minus) ke yang positif (plus). Memang, seperti kata Spencer (1993), motif itulah yang sering sanggup menyeleksi tindakan kita, apakah kita akan menggunakan politicking atau empowering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif sendiri adalah dorongan (need or desire) yang membuat orang melakukan sesuatu (Merriam Websterâ€™s). Motif di sini netral sifatnya, bisa negatif dan bisa positif, tergantung kitanya. Kalau mengacu ke konsepnya Zohar dan Marshall (2004), ada sejumlah motif negatif yang perlu kita geser agar tidak selalu menggunakan politicking dalam meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, penonjolan diri (riya). Ini negatif. Kalau kita mengejar kesuksesan karena motif supaya bisa menonjolkan diri, lama-lama politicking. Supaya tidak kebablasan, perlu kita geser ke eksplorasi diri. Artinya, kita mengejar kesuksesan dengan motif untuk mengeksplosi potensi kita dan potensi orang lain (by empowering).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kemarahan (reaksi negatif). Jika kita mengejar kesuksesan karena dendam dan marah oleh perilaku orang yang lebih kaya, lama-lama kita melihat manusia sebagai musuh atau lawan. Ini yang pernah menimbulkan penjarahan tahun 1998 lalu. Lebih baik kita geser ke motif untuk bekerjasama atau membangun kemitraan yang sinergis dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, keserakahan. Motif negatif ini timbul karena kita mengalami kekosongan nilai-nilai spiritual. Serakah akan memudahkan kita melakukan politicking. Sampai pun kita sudah kaya, tetap saja ingin memiskinkan orang lain atau merasa kurang. Akan lebih bagus bila kita ganti dengan motif untuk membangun kekuatan diri dari dalam, misalnya dengan menjadi orang yang lebih berwawasan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, rasa takut. Takut digeser, takut tidak dipromosikan, takut tidak diperpanjang kontrak, takut dibilang tidak kaya, dll, akan memudahkan kita bermain politicking. Lebih bagus itu kita kendalikan lalu kita geser ke motif untuk  membangun keahlian, baik mental, teknis, atau profesional. Pasti hasilnya lebih OK.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, keresahan. Jika motif negatif ini terus menguasai kita, lama-lama kita politicking. Kita merasa sudah buntu untuk memilih cara-cara hidup yang positif. Akan lebih bagus segera kita geser ke motif untuk memunculkan kreativitas sehingga pikiran kita tidak buntu. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan, yang bisa membuat hidup kita lebih OK, asal kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, apati. Apati di tempat kerja akan membuat kita masa bodoh terhadap kepentingan dan kemaslahatan orang banyak / organisasi sehingga membuat kita gampang ber-politicking. Akan bagus bila segera kita geser ke motif pengabdian, misalnya kita bekerja untuk aktualisasi diri, ibadah, berperan bagi orang lain, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, malu dan rasa bersalah. Motif ini timbul karena kita merasa tak bermakna apa-apa bagi diri sendiri dan orang banyak sehingga memudahkan kita melakukan politicking. Supaya tidak berlanjut, segera kita ganti dengan memunculkan berbagai motif positif yang dapat membuat hidup kita bermakna bagi diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, depersonalisasi. Ini timbul karena kita sudah mengabaikan berbagai pegangan hidup sehingga tidak ada lagi koordinasi antara hati, ucapan, keinginan, dan tindakan. Kita sudah ngawur, benar-benar memainkan politicking yang kotor. Karena itu, segera kita ganti dengan memunculkan motif untuk menemukan pencerahan dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehendak, Konsistensi, Dan Lokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat mutlak untuk bisa menggeser motif itu adalah kehendak (the will) dan meyakini bahwa segalanya lahir dari kehendak. Kenapa ini penting? Banyak orang yang gagal menggeser motif karena yang dijadikan syarat untuk berubah bukan kehendak, melainkan kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, pasti tidak ada kesimpulan yang tunggal: apakah kenyataan yang menciptakan kita atau kita yang menciptakan kenyataan. Pasti dua-duanya saling berdialog. Hanya, jika kita ingin berubah, kita harus memilih kesimpulan bahwa kitalah yang menciptakan kenyataan. Ini hanya strategi mental saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kehendak, yang perlu kita perhatikan lagi adalah tingkat konsistensi. Kalau anak-anak, jam ini dia baik, tetapi sejam kemudian dia berubah, ini masih wajar dan belum menjadi ukuran. Tapi kalau orang dewasa, ini menjadi ukuran penting dari sebuah hasil (kinerja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bergesernya motif dari minus ke plus itu baru akan memberikan hasil yang berbeda apabila kita melakukannya dengan konsistensi yang tinggi. Untuk bisa memiliki konsistensi yang tinggi, syaratnya adalah kembali pada keyakinan di atas: kehendaklah yang menciptakan kenyataan (internal locus of control), bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena kita manusia, bukan malaikat, maka kita tetap membutuhkan dukungan dari faktor eksternal. Kalau kita beraktivitas di lingkungan yang tingkat politicking-nya tinggi, memang ini lebih sulit untuk membersihkan diri dari berbagai motif politicking. Karena itu, kita butuh lokasi, area industri, dan komunitas yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang perlu kita ingat bahwa dukungan faktor eksternal itu bisa menyusul sifatnya. Bahkan dalam prakteknya, ia lebih sering datang sendiri setelah ada kehendak yang kuat dan konsistensi yang tinggi. Kalau kita ingin menjadi baik, tapi yang kita cari orang lain yang baik lebih dulu, ini biasanya susah. Akan lebih mudah kalau kita menjadi orang baik lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patokan apapun yang kita jadikan ukuran kesuksesan itu, mau kekayaaan, kekuasaan, kehebatan, atau apapun, hendaknya tetap kita pahami sebagai sebuah potensi atau ujian yang bisa menaikkan derajat kita dan bisa menurunkannya, tergantung the way we use. Selain itu, perlu kita pahami juga sebatas sebagai kenisbian, yang merupakan sifat kita,  bukan sebagai kemutlakaan. Tidak bisa kita mengatakan kekayaan harta itu tidak penting, yang penting adalah ketakwaan. Ini sifat malaikat. Sama juga tidak bisa kita mengatakan harta kekayaan itu segala-galanya bagi ukuran kesuksesan kita. Ini sifat setan yang memutlakkan materi. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ubaydillah, AN&lt;br /&gt;Jakarta, 19 Januari 2009 &lt;br /&gt;The Way We Use &lt;br /&gt;e-psikologi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5596919665142911156?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5596919665142911156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5596919665142911156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5596919665142911156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5596919665142911156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/resolusi-sukses.html' title='Resolusi Sukses ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1730722214483938129</id><published>2011-06-25T23:26:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T23:27:21.918+07:00</updated><title type='text'>Tiga Resiko Investasi yang Paling Ditakuti... hmmm....</title><content type='html'>Artikel: Dasar-dasar Keuangan&lt;br /&gt;3 Resiko Investasi yang Paling Ditakuti &lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 746/XIV &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?" Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya investasi pasti ada risikonya. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Turunnya Nilai Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Itu mungkin butuh pembahasan yang khusus di NOVA nomor-nomor mendatang. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: "Apakah uang saya akan hilang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berinvestasi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1730722214483938129?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1730722214483938129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1730722214483938129' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1730722214483938129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1730722214483938129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/tiga-resiko-investasi-yang-paling.html' title='Tiga Resiko Investasi yang Paling Ditakuti... hmmm....'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4505454283390037610</id><published>2011-06-25T23:22:00.000+07:00</published><updated>2011-06-25T23:23:31.549+07:00</updated><title type='text'>Emosional, Marah-marah, marah-marah.. Kendalikan !</title><content type='html'>Mengendalikan Amarah &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kemarahan pada dasarnya merupakan suatu hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh semua individu. Di satu sisi manusia memang harus melepaskan semua amarah yang ada di dalam dirinya agar diperoleh suatu kelegaan atau terlepas dari adanya suatu beban berat. Namun di sisi lain tentu saja dituntut cara-cara yang tepat untuk mengungkapkan kemarahan tersebut sebab jika tidak maka hal itu bisa merusak sendi-sendi kehidupan yang mungkin sudah tertata dengan baik. Dengan kata lain individu harus mampu mengendalikan kemarahan tersebut sebelum kemarahan itu justru yang mengendalikan hidupnya. Dalam ruang konseling di website ini banyak sekali para member yang sudah mengalami bagaimana kemarahan sudah mengambil kendali dalam hidup mereka. Beberapa diantaranya menjadi sangat frustrasi karena menyadari bahwa dirinya begitu gampang terpancing untuk marah baik di kantor maupun di rumah sehingga tidak lagi mampu berinteraksi secara baik dengan orang lain (pacar, istri-anak, rekan kerja, maupun atasan-bawahan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi yang demikian tentu saja si "pemarah" tersebut harus mendapatkan pertolongan dari para profesional sebab ketidakberdayaan untuk mengendalikan amarah sudah menimbulkan masalah baru. Hal seperti ini tentu amat disayangkan mengingat bahwa rasa marah (amarah) sebenarnya bisa dikendalikan ataupun dicarikan cara yang tepat untuk mengeluarkannya. Inilah yang akan dicoba untuk dibahas dalam artikel singkat ini dengan suatu harapan bahwa para pembaca dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah adalah salahsatu bentuk emosi manusia yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap individu pasti pernah marah dengan berbagai alasan. Meski merupakan suatu hal yang wajar dan sehat, namun jika tidak dikendalikan dengan tepat dan bersifat destruktif maka amarah akan berpotensi besar untuk menimbulkan masalah baru, seperti masalah di tempat kerja, di keluarga, atau pun hubungan interpersonal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor penyebab mengapa seseorang menjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: external dan internal. Faktor external adalah hal-hal yang datang dari luar diri sang individu. Contoh: Anda marah kepada atasan atau bawahan anda; anda juga bisa menjadi marah karena terjebak macet atau tertundanya jadwal penerbangan. Di samping hal-hal external tersebut, kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang ada di dalam diri anda. Dengan kata lain ada unfinished business yang bisa memicu anda untuk marah. Contoh: ketakutan atau kekuatiran terhadap suatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi, adanya pengalaman traumatik atau pun kenangan pahit di masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberang vs Kalem &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan kemarahan, dalam kehidupan sehari-hari seringkali dijumpai bahwa ada individu-individu tertentu yang sangat gampang marah. Mereka bisa marah terhadap hal apa saja, dengan siapa saja dan kapan saja. Singkat kata mereka ini lebih banyak menunjukkan kemarahan dibandingkan dengan individu-individu lainnya. Individu-individu seperti inilah yang biasa di sebut "Pemberang" atau sering pula disebut sebagai orang yang "emosional" (meski istilah ini menurut saya kurang tepat). Individu-individu ini amat sering terlihat mengomel, menggerutu, memboikot atau menarik diri dari pergaulan, berteriak, bahkan sampai melemparkan barang-barang atau mengeluarkan kata-kata tidak senonoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kita juga menjumpai bahwa ada individu yang jarang sekali terlihat marah bahkan seolah-olah tidak pernah marah. Mereka tidak meluapkan kemarahan dengan cara meledak-ledak tetapi lebih terlihat tenang-tenang saja (kalem) atau paling-paling hanya sebatas menggerutu atau mengeluh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang mudah sekali menjadi marah biasanya adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap suatu tekanan atau hal-hal yang menyebabkan rasa frustrasi (low tolerance for frustration). Individu seperti ini menganggap bahwa mereka tidak selayaknya menerima kondisi yang tidak menyenangkan. Mereka sangat sulit mengambil hikmah dari situasi yang tidak menyenangkan dan menjadi marah ketika situasi "tidak berpihak" mereka seperti ketika sedang dikritik atau ditegur karena melakukan suatu kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun faktor yang bisa menjadi penyebab mengapa individu tertentu gampang sekali menjadi marah dapat dibagi dalam beberapa faktor sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Genetik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta genetik menunjukkan bahwa beberapa anak memang terlahir dengan karakteristik mudah marah. Hal ini bisa dilihat pada awal-awal tahun kehidupan sang anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sosial-Budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya masyarakat tertentu amarah atau marah sering dianggap sebagai suatu hal yang negatif. Individu seringkali diajarkan bahwa mengungkapkan atau melepaskan kecemasan, depresi atau emosi yang lain adalah baik kecuali kemarahan. Akibatnya individu menjadi tidak pernah belajar bagaimana mengatasi rasa marah ataupun mengekpresikan kemarahan secara konstruktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Latarbelakang Keluarga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri bahwa faktor keluarga memainkan peranan yang signifikan terhadap gampang atau tidaknya seseorang menjadi marah. Nampaknya pepatah kuno yang mengatakan bahwa "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" masih berlaku. Hasil penelitian membuktikan bahwa individu-individu yang gampang marah seringkali berasal dari keluarga yang berantakan dan tidak trampil dalam mengungkapkan emosi ataupun berkomunikasi. Selain itu dijumpai pula bahwa orangtua yang "pemberang" cenderung menghasilkan anak yang pemberang pula (workplaceblue.com). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Pendekatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak mungkin menghilangkan atau menghindari sesuatu yang menjadi penyebab kemarahan. Andapun akan sangat sulit (bahkan tidak mungkin) untuk bisa mengubah orang lain agar tidak membuat anda marah. Satu hal yang bisa ada lakukan adalah mnegndalikan emosi anda sendiri. Dalam rangka menyalurkan dan mengendalikan kemarahan, maka ada tiga pendekatan yang bisa dipilih: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengekspresikan Kemarahan secara Asertif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengekspresikan kemarahan anda dengan cara assertif - tidak agresif - merupakan cara yang paling sehat dalam mengungkapkan kemarahan. Untuk bisa melakukan hal ini maka anda harus belajar menentukan kebutuhan-kebutuhan anda dan bagaimana cara mencapainya tanpa harus menyakiti orang lain. Dengan bertindak asertif berarti anda menghormati diri anda sendiri dan orang lain. (baca artikel: Asertivitas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menahan Amarah dan Mengalihkannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi ketika anda menahan rasa marah, berhenti memikirkannya dan mencoba memfokuskan diri pada sesuatu hal yang positif. Tujuannya adalah agar dapat mengurangi rasa marah yang sedang meluap dan mengubahnya menjadi tindakan yang konstruktif. Contoh: ketika sedang marah maka anda justru bekerja lebih lama dan produktif. Sayangnya cara ini bisa merugikan diri sendiri. Artinya jika kemarahan yang ditekan tersebut sudah sangat banyak dan tidak pernah dikeluarkan maka dapat mengakibatkan hipertensi, depresi atau pun tekanan darah tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menenangkan Diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain yang bisa ditempuh dalam mengendalikan kemarahan adalah dengan cara menenangkan diri, menarik nafas dalam-dalam dan mencoba meredakan emosi.. Dalam hal ini ketika amarah datang maka anda segera mengambil jarak dari sumber penyebab kemarahan dan mencoba untuk mengendalikan emosi yang sedang bergejolak di dalam diri anda sendiri. Dengan demikian diharapkan bahwa amarah yang ada di dalam diri anda berangsur-angsur mereda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan Amarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan untuk mengendalikan amarah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Relaksasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan relaksasi terbukti dapat membuat seseroang menjadi tenang dalam menghadapi berbagai situasi yang kurang menyenangkan atau penuh tekanan. Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya menarik nafas dalam-dalam, melakukan latihan-latihan ringan untuk mengendurkan otot-otot, atau pun dengan kata-kata: "relaks; tenang aja; take it easy; gak apa-apa kok". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Humor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun amarah merupakan suatu hal yang serius tetapi jika anda mau merenungkan atau mencermatinya secara mendalam maka tidak jarang di dalam kemarahan seringkali tersimpan hal-hal yang bisa membuat anda tertawa. Bahkan seringkali anda menemukan bahwa hal-hal yang menjadi penyebab kemarahan adalah suatu hal yang lucu dan sangat sepele. Namun demikian dalam penggunaan humor hendaklah perlu diperhatikan 2 hal: 1) jangan menggunakan humor hanya untuk mentertawakan masalah yang sedang anda hadapi tetapi gunakan humor sebagai suatu cara yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah; 2) jangan menggunakan humor-humor yang bersifat kasar atau sarkastik sebab hal itu merupakan bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengubah Cara Pandang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang sedang marah cenderung mengumpat, mengutuk, menyumpah dan mengucapkan berbagai macam kata-kata yang menggambarkan perasaan di dalam hatinya. Ketika sedang marah maka pikiran anda dan tindakan bisa menjadi berlebih-lebihan dan dramatis. Oleh karena itu cobalah mengubah pikiran-pikiran yang berlebih-lebihan tersebut dengan suatu yang rasional. Contoh: daripada anda mengatakan: "ah, ini sangat mengerikan, hancur semuanya, ini adalah mimpi buruk bagi saya", cobalah mengubahnya dengan : "ya memang hal ini membuat saya frustrasi, dan saya bisa memahami mengapa saya menjadi marah, tetapi ini bukanlah akhir dari segala-galanya bagi saya dan kemarahan tidak akan mengubah apa-apa". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa amarah seringkali berubah menjadi irasional maka untuk mengendalikannya dibutuhkan pemikiran yang logis. Semakin anda bisa berpikir logis (bisa mempertimbangkan akibatnya dan berpikir jauh ke depan, dsb) maka akan semakin mudah anda mengendalikan amarah dalam diri. Ingatkan diri anda bahwa apa yang sedang terjadi pasti tidak hanya dialami oleh anda seorang diri dan dunia tidak pernah berpaling dari anda. Apa yang sedang terjadi hanyalah merupakan suatu "tinta merah" dalam kehidupan anda. Ingat-ingat akan hal ini setiap kali anda merasa marah supaya anda bisa mendapat pandangan yang lebih seimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selesaikan Masalah secara Tuntas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa kemarahan bisa dipicu oleh hal-hal yang datang dari dalam diri seperti adanya masalah yang belum terselesaikan, maka akan sangat baik jika anda menyelesaikan setiap masalah yang muncul sesegara mungkin dan tuntas. Meskipun dalam hidup mungkin ada masalah yang bisa terselesaikan tanpa campurtangan anda secara signifikan, namun alangkah baiknya jika anda membiasakan diri menyelesaikan setiap permasalahan yang berhubungan dengan diri anda. Dengan berkurangnya beban psikologis dalam diri anda maka kemungkinan menjadi marahpun akan berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melatih cara Berkomunikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus orang menjadi marah karena kegagalan dalam berkomunikasi. Contoh: ketidaksiapan dalam menghadapi perbedaan pendapat, tidak bersedia menjadi pendengar atau pun selalu berusaha memaksakan kehendak pada orang lain. Hal-hal seperti inilah yang biasanya membuat orang yang marah cenderung mengambil kesimpulan secara cepat dan kesimpulan tersebut seringkali aneh dan tak terduga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun setiap individu berhak untuk membela diri ketika dikritik atau diajak adu argumentasi, namun untuk itu diperlukan ketenangan dan sikap untuk tidak merespon secara terburu-buru. Ada baiknya anda mendengarkan secara cermat apa yang ingin disampaikan oleh orang lain, bahkan ketika orang tersebut mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan anda. Hal ini memang memerlukan kesabaran dan sikap rendah hati dari anda, tetapi dampaknya akan sangat bermanfaat sebab ketika tidak timbul amarah dalam diri anda maka situasi yang ada pasti dapat dikendalikan. Hasil positifnya anda menjadi lebih matang dalam berkomunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengubah Lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksudkan dengan mengubah lingkungan dapat berupa penataan kembali tempat tinggal ataupun tempat kerja anda. Mengubah lingkungan dapat juga berarti merubah aturan main yang berlaku di lingkungan tersebut dan juga termasuk mengubah kebiasaan diri anda sendiri untuk menghindari lingkungan yang tidak menyenangkan atau keluar dari lingkungan tersebut untuk sementara waktu. Contoh: daripada anda menjadi marah-marah kepada rekan kerja karena jenuh dengan kondisi kerja yang ada, maka ada baiknya anda mengambil cuti kerja dan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri. Dengan cara ini maka pikiran anda akan menjadi fresh kembali dan siap bekerja tanpa marah-marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melakukan Konseling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa setiap individu memiliki sumber daya yang berbeda dalam menghadapi suatu situasi yang penuh tekanan maka ketika anda merasa bahwa anda tidak lagi mampu mengendalikan amarah maka ada baiknya jika anda melakukan konseling dengan psikolog atau para profesional lainnya. Melalui bantuan para profesional ini anda mungkin akan diberikan bimbingan bagaimana cara-cara yang tepat dalam mengendalikan amarah agar tidak merusak aspek kehidupan yang lain. Tentu saja hasilnya tidak akan instant tetapi setidaknya hal itu akan membantu anda menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping hal-hal yang telah disebutkan diatas, mungkin masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh anda untuk mengendali amarah di dalam diri. Salahsatu yang patut dicatat adalah dengan semakin mendekatkan diri pada TUHAN. Dengan kata lain ketika anda berada dalam situasi tidak menyenangkan dan anda ingat bahwa hal tersebut adalah dari TUHAN maka saya yakin anda pasti akan berpikir panjang untuk benar-benar menjadi marah. Akhir kata: anda tidak akan pernah bisa menghilangkan amarah tetapi anda bisa mengendalikannya. Hidup pasti akan selalu diwarnai oleh suka dan duka, frustrasi, kepahitan dan kehilangan, serta tindakan yang tak terduga dari orang lain atau lingkungan. Anda tidak bisa menghindari hal tersebut tetapi anda bisa mengubah cara bagaimana hal itu bisa mempengaruhi diri anda. Mengendalikan amarah akan membuat anda menjadi lebih tenang dan mampu menikmati hidup selamanya. Semoga berguna.....(jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : e-psikologi.com&lt;br /&gt;Kategori Organisasi Industri&lt;br /&gt;Oleh : Johanes Papu&lt;br /&gt;Jakarta, 23 Juni 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4505454283390037610?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4505454283390037610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4505454283390037610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4505454283390037610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4505454283390037610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/emosional-marah-marah-marah-marah.html' title='Emosional, Marah-marah, marah-marah.. Kendalikan !'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8260226936913022191</id><published>2011-06-25T23:19:00.002+07:00</published><updated>2011-06-25T23:21:05.013+07:00</updated><title type='text'>Pengasuhan Anak..., Hadiah dan Suap, Hati - hati !</title><content type='html'>Suap dan Hadiah Dalam Pengasuhan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mengingat ujian sudah dekat, Bu Ani mulai gencar menyuruh anaknya belajar. Pasalnya, waktu tray-out kemarin, anaknya kebetulan terkena remedial oleh gurunya. Si anak yang sedang asyik-asyiknya menonton acara televisi kesayangan, agak menolak perintah ibunya. Untuk menghindari ketegangan, sang ibu memberikan upeti yang masih dijanjikan agar anaknya cepat menuju ruang belajar. Pertanyaannya, apakah perilaku Bu Ani itu tergolong penyuapan (bribery) atau penghargaan atas usaha anaknya yang mau beranjak meninggalkan televisi (reward)? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyuap  Dalam Pengasuhan&lt;br /&gt;Praktek suap dalam pengasuhan perlu dibedakan dengan praktek yang ada dalam birokrasi. Suap dalam birokrasi diartikan sebagai perilaku yang mengiming-imingi atau menyepakati imbalan, baik di depan atau di belakang, agar terjadi aksi yang unfair (merugikan orang lain) atau unlawful (melanggar hukum).Misalnya, kita sedang dalam proses mengintip pekerjaan tender dari kantor departemen anu. Agar kita menang, kita membuat deal yang terkait dengan iming-iming imbalan itu agar terjadi proses yang tidak fair atau kalau perlu melanggar. Banyak proyek pemerintah yang anggarannya gila-gilaan, tetapi mutunya edan-edanan.  Ini terjadi karena praktek suap merajalela. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan suap dalam ruang lingkup pengasuhan, menerangkan tindakan orangtua yang memberi / menjanjikan imbalan untuk hal-hal yang ditolak oleh anak, yang mestinya itu sudah merupakan tanggung jawab anak, atau untuk hal-hal yang memang menjadi kewajiban orangtua melatih si anak, seperti belajar, mandi, sabar dalam meminta, dan seterusnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hampir semua orangtua pernah melakukan suap kepada anaknya. Bedanya mungkin ada yang mempatenkan pola suap itu dan ada yang menjadikannya sebagai strategi temporer. Ada yang tingkatannya sudah berlebihan, tapi ada yang masih bisa dibilang wajar. Ada yang mau memperbaiki, tapi ada yang membiarkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Potensi  Bahaya   &lt;br /&gt;Meski dipahami tidak sekotor seperti praktek suap dalam birokrasi, tetapi bila kebablasan atau tidak diiringi dengan penjelasan yang memahamkan anak, bisa-bisa  praktek suap ini dapat menanamkan mentalitas yang kurang mendukung kemajuan anak di kemudian hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suap sangat kurang mendidik anak untuk mengembangkan kendali diri (internal self control) yang menjadi landasan disiplin. Padahal disiplin itu sangat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan. Disiplin dibutuhkan untuk menanamkan perilaku positif, dan melatih manajemen hidup. Anak yang tahu teori disiplin, belum tentu bisa menjalankan, jika tidak disertai latihan sejak kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suap juga dapat membuat sensitivitas anak terhadap tanggung jawabnya menjadi kurang tajam. Anak akan cenderung mengandalkan suap atau iming-iming imbalan untuk melakukan hal-hal yang baik bagi dirinya. Ironisnya, pada beberapa kasus anak-anak yang menjadi sasaran program  bantuan bencana pun sudah bisa  memilih dan menolak pihak yang tawarannya kurang menarik. Jadi program-program bantuan masyarakat pun sampai ada yang pakai strategi suap. Sebabnya, jika tidak pakai amplop, hadiah, dsb - tidak ada yang mau ikut. Dikasih duit untuk mengikuti pengajian dan program. Dikasih amplop untuk mengikuti training. Bahkan untuk membersihkan lingkungan sendiri pun diiming-imingi dengan uang.  Saat itu, hampir semua orang melihatnya sebagai kebaikan yang luar biasa. Tapi, gara-gara kebablasan, kebaikan itu mulai menjadi petaka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan jika suap ini sudah membuat anak terbiasa kecanduan, anak akan menggunakan kelemahannya atau menggunakan inisiatif negatifnya sebagai kekuatan untuk tawar-menawar dengan orangtua. Misalnya, anak akan menangis berlebihan jika tuntutannya tidak dipenuhi untuk mendapatkan suap dari orangtuanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara sosial, suap juga dapat menumpulkan kecerdasan sosial. Kalau dilogikakan, anak akan tidak tegerak untuk menolong orang lain atau untuk melakukan kebaikan sosial, termasuk untuk dirinya sendiri dan keluarganya ketika tidak melihat imbalan yang akan didapatkan. Bahkan, kalau membaca hasil kajian lembaga-lembaga internasional mengenai suap dan korupsi dalam sebuah bangsa, suap juga membahayakan kepentingan nasional. Terungkap dalam berbagai studi bahwa budaya menduduki ranking atas dalam menggerakkan perilaku. Selebihnya, sistem yang bobrok dan penegakan hukum yang lemah.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Budaya dalam hal ini adalah perilaku kolektif yang digerakkan oleh sekian elemen (kebiasaan, tradisi, nilai, contoh, dst) yang sudah masuk ke dalam sistem syaraf masing-masing individu sehingga untuk mengubahnya tidak mudah. Ada kemungkinan budaya itu terbentuk dari kecil atau dari proses waktu yang panjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana Dengan Reward? &lt;br /&gt;Reward dalam pengasuhan pengertiannya adalah memberi imbalan atas prestasi, pencapaian, atau perjuangan anak dalam mencapai sesuatu. Ada learning process di dalamnya. Misalnya, kita memberikan hadiah sepeda setelah dia bisa menguasai gerakan tertentu atau mendapatkan nilai / peringkat akademik tertentu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh pengalaman dunia pendidikan, reward ini dinilai punya pengaruh positif bagi anak, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1. Reward akan memotivasi anak untuk berjuang atau mencapai. Motivasi itu bersumber dari dorongan atau rangsangan kita, lalu pengarahan kita ketika ada kesalahan atau penyimpangan, dan penghargaan kita atas pencapaian. Banyak orangtua yang kurang memberi dorongan, tetapi banyak menyalahkan. Sudah begitu, sikapnya juga kurang apresiatif terhadap prestasi anak. &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;2. Reward akan membuat anak merasa dihargai sehingga ini menjadi modal yang penting untuk membangun self-esteem. Untuk anak, faktor yang paling banyak peranannya dalam membangun harga diri adalah faktor eksternal, orangtua dan lingkungan. Harga diri yang positif membuat anak lebih optimistis, misalnya tidak pasrah jika nilainya jelek. &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;3. Reward dapat memantapkan kepercayaan diri (pede). Anak membangun pede dari bukti dan pengakuan. Jika anak melihat ternyata dia mampu melakukan sesuatu dengan bukti yang nyata (hasil atau kompetensi), ditambah lagi dengan pengakuan orangtuanya, maka pede-nya akan membaik.    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam banyak hal, intinya, memberi reward itu jauh lebih edukatif. Walaupun rewarding ini tidak selalu secara sempurna bisa kita jalankan, tetapi hal ini harus dijadikan acuan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Butuh Alat Bantu&lt;br /&gt;Supaya kita mudah memberikan reward, memang butuh alat bantu. Ketiadaan atau kekurangan alat bantu, dapat memudahkan kita terjebak melakukan bribing untuk kepentingan sesaat atau melakukan demotivating karena reaksi sesaat. Beberapa alat bantu yang penting itu adalah:&lt;br /&gt;Ada disiplin tertentu yang kita tegakkan secara konsisten sejak kecil. Akan lebih bagus disiplin itu ditegakkan berdasarkan kesepakatan dan perkembangan anak, dijalankan dengan cara friendly, dan konsisten mengawalnya. Disiplin akan memudahkan kita memberi pengarahan dan memberi reward karena dasarnya jelas.&lt;br /&gt;Ada standar prestasi / pencapaian tertentu berdasarkan kemampuan dan keadaannya, misalnya bisa menguasai kompetensi tertentu, nilai tertentu, kebisaan tertentu, dan lain-lain. Sebaiknya, standar prestasi itu kita buat berdasarkan kesepakatan yang menantang (challenging), bukan yang menekan (pressing). Pencapaian standar menjadi alasan yang pas untuk memberi reward&lt;br /&gt;Ada harapan tertentu. Tidak semua perilaku anak itu bisa dimasukkan ke dalam wilayah disiplin dan standar. Memang harus ada yang di luar sistem. Misalnya saja menangis, konflik, membanting barang, atau hal-hal yang serupa. Meski sulit dihindari, tetapi ada harapan dari orangtua kepada anaknya. Jika si anak bisa memenuhi harapan itu, walaupun tidak sempurna, memberi reward menjadi langkah yang pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan alat bantu di atas dapat juga menghindarkan kita dari praktek memuji-muji anak tanpa alasan yang tepat. Memuji tanpa alasan dan berlebihan sangat berpotensi mendorong anak menciptakan konsep diri yang salah.Teorinya, anak yang sering diserang oleh orang dewasa di sekitarnya akan membangun konsep diri yang lemah (The Poor Me), minder, takut, dst. Tapi, jika kebanyakan dipuji yang hanya untuk menyenangkan hati tidak berarti lantas bagus. Dia akan membangun konsep diri yang super (The Super Me), sombong, narsis, berpikir harus menundukkan orang lain, menutut pujian, dst.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Supaya terhindar, kita perlu membekali dia membangun konsep diri yang aktual (The Actual Me). Salah satu cara yang penting adalah dengan menciptakan dan menjalankan alat bantu di atas. Untuk kepentingan yang lebih besar, melatih anak supaya menjadi actualized itu akan membekali paradigma mental yang lebih riil dalam menghadapi hidup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berbagai Bentuk Reward&lt;br /&gt;Reward itu tidak selamanya harus materi. Reward dapat berupa materi (tangible) dan bukan materi (intangible), misalnya pujian, dukungan, ciuman kasih sayang, penghormatan, perlakuan, dan lain-lain.  Artinya, tidak semua reward mengharuskan kita merogoh saku. Dengan kata lain, semua orangtua punya kesempatan yang sama untuk me-reward anaknya. Hanya memang namanya juga anak-anak, secara umum, reward yang tangible atau yang berbentuk materi itu biasanya punya nilai yang lebih sensasional dan itu biasanya yang lebih dulu diminta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski demikian, kalau keseringan, daya kejutnya bisa berkurang, selain juga kurang bagus. Jalan tengah yang bisa ditempuh orangtua adalah menyesuaikan, memproporsionalkan dengan situasi kondisi, anak dan segala sesuatunya. Tidak melulu materi atau tidak melulu hanya omongan, tidak perlu seragam dengan yang lain, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada banyak teori yang bisa kita jadikan acuan untuk memvariatifkan atau mengkomprehensifkan reward, misalnya teori ERG yang membagi kebutuhan manusia menjadi tiga, seperti di bawah ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E =  Existence, kebutuhan fisiologis dasar, misalnya makanan atau baju&lt;br /&gt;R = Relatedness, kebutuhan emosional sosial, misalnya mainan baru yang membuat dia punya gairah baru dalam berteman, perlakuan yang lebih istimewa, penghargaan, kunjungan ke rumah nenek di kampung, dan lain-lain&lt;br /&gt;G = Growth, kebutuhan aktualisasi diri, perkembangan, atau kemajuan, misalnya membelikan buku, mainan yang edukatif, atau fasilitas kemajuan tertentu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, bentuk reward-nya sendiri juga perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan perkembangan, atau juga sebab-sebabnya. Ini supaya nilai gunanya tepat dan efektif. Reward yang terlalu besar sama jeleknya dengan reward yang terlalu kecil. Membelikan hape atau laptop untuk anak yang belum butuh, bisa salah atau kurang berguna. Akan lebih sempurna lagi jika reward itu kita desain se-personal mungkin, spesial, dan unik. Kalau terlalu umum atau biasa-biasa, padahal itu untuk sebuah prestasi yang luar biasa, bisa-bisa kita malah dilecehkan, dengan istilah semacam pelit, kurang perhatian, dsb. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang paling penting untuk kepentingan pendidikan adalah, reward itu memang sengaja kita rancang untuk menantang dia meningkatkan pencapaian, prestasi, atau perjuangan.  Jangan sampai gara-gara hadiah itu lantas membuat dia berubah menjadi lebih buruk atau tidak tertantang lagi.  Hadiah membawa musibah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber e-psikologi, Kategori Anak, oleh : Ubaydillah, AN)&lt;br /&gt;Jakarta, 02 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8260226936913022191?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8260226936913022191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8260226936913022191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8260226936913022191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8260226936913022191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/pengasuhan-anak-hadiah-dan-suap-hati.html' title='Pengasuhan Anak..., Hadiah dan Suap, Hati - hati !'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6831147411737090732</id><published>2011-06-25T23:15:00.003+07:00</published><updated>2011-06-25T23:19:38.646+07:00</updated><title type='text'>AA Gym bicara tentang bisnis</title><content type='html'>KH. AA Gym berbicara ttg bisnis nya...   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur. Dengan kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, profesional. Kita harus cakap, sehingga siapa pun yang memerlukan kita, merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga, inovatif. Artinya, kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru; jangan hanya menjiplak atau meniru yang sudah ada.” K.H. Abdullah Gymnastiar &lt;br /&gt;Kemunculan K.H. Abdullah Gymnastiar, menjadi fenomena dakwah di tengah krisis multidimensional yang sedang melanda negeri ini.. Bahkan, ajakan kesederhanaan hidup, kesahajaan, pembenahan hati dari dalam diri sendiri yang dia sampaikan, menjadi kebutuhan santapan rohani; sekaligus obat untuk kondisi masyarakat saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok kiai muda yang akrab disapa Aa Gym ini memang punya ciri khas dan fenomena tersendiri. Ceramah AA Gym, mampu membuat ribuan jamaahnya mengucurkan air mata. Sukses ulama kondang ini tak terlapas dari konsep barunya tentang syiar Islam. Dia menyiarkan Islam dengan format yang sangat sederhana, lugas dan renyah. Dai muda yang memulai karisnya pada sekitar 1990 iitu, kini menjadi pendakwah yang dikagumi dan digemari hampir semua lapisan masyarakat. Mulai remaja, ibu rumah tangga, hingga para eksekutif perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesnya di bidang dakwah, diikuti pula sukses di bidang pendidikan dan bisnis. Dia berhasil mengelola Yayasan Pesantren Daarut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang No.38, Bandung. Pesantren yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektar itu tergolong modern dan multifungsi, Ada bangunan masjid 1.000 meter persegi; ada cottage 24 kamar berkapasitas 80 orang (khusus bagi orang tua dan santri dari luar kota yang ikut pelatihan atau pesantren). Ada pula gedung serbaguna, kafetaria serta swalayan mini yang megah dan elite. Ribuan santri belajar di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang usahanya beraneka ragam. Antara lain swalayan; warung telekomunikasi; penerbitan buku; tabloid; stasiun radio; pembuatan kaset dan VCD. Omzetnya pun miliaran rupiah. ”Bisnis ini dikelola dan juga jadi wahana para santri untuk mengaktualisasikan jiwa serta pendidikan wirausahanya. Bukankah Rasulullah menyuruh kita agar berada dalam tangan posisi di atas? Tak harus minta-minta. Ini akan berhasil jika kita mampu membangun jiwa entrepreneurship dalam diri kita sendiri,” kata AA Gym. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapakahj AA Gym dan bagaimana ia mengelola Pondok Pesantren Daarut Tauhid, sehingga menjadi rujukan beberapa lembaga dari sejumlah negara asing? Lelaki penggemar warna putih ini memulai pendidikan formal di SD Damar, lalu pindah ke KPAD Gegerkalong. Kemudian pindah lagi ke SD Sukarasa 3. Prestasinya di sekolah cukup bagus. Terbukti ketika tamat, ia menempati ranking terbaik II dengan selisih nilai satu angka dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat menggambar dan menyanyinya sudah terlihat sejak kecil. Sementara itu, naluri bisnisnya sudah berkibar sejak Taman Kanak-kanak (TK), lalu terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar. Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekadar urusan duniawi. ’Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah, akan melahirkan kerakusan dan ketamakan manusia. Sebaliknya, bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, ksrena dapat mengokohkan harga diri bangsa,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang kurang suka pada pakaian batik ini memang pernah berdagang berbagai produk. Ia sempat menjual petasan yang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Setamat SMA, Aa Gym yang gagal dalam tes Sipenmaru, akhirnya kuliah di D=3 Fakultas Ekonomi Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP), Universitas Padjadjaran. Namun, kuliahnya tak bertahan lama, karena ia sibuk berbisnis. Teman-teman kuliahnya bahkan lebih mengenalnya sebagai “tukang dagang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym pantang menyerah. Selepas PAAP, ia masuk ke Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Selama kuliah, ia mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah, untuk melatih diri hidup mandiri. Selain kegiatan kemahasiswaan, seperti menjadi ketua senat, aktivitas bisnisnya pun semakin meningkat. Ia pernah membuat keset dan perca kain; lalu menjual baterai dan film kamera saat acara wisuda. Bahkan, Ia sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi, sekadar menambah uang saku. Namun, perjuangannya tidak sia-sia. AA Gym berhasil menyelesaikan program sarjana muda di ATA, meski belum mengikuti ujian negara. Sesudah itu, ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1. Namun, setelah menelusuri hati, ternyata hal itu tak cukup kuat untuk memotivasinnya meneruskan kuliah. Mungkin hikmahnya adalah memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar, agar tetap optimis untuk maju dan sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bertubuh ramping dengan sorot mata tajam itu, terkenal murah senyum. Motto hidupnya, ”berprestasi bagi dunia dan akhirat”. Di awal 1987, AA Gym menikah dengan gadis pilihannya, Ninih Muthmainnah di Pesantren Kalangsari, Cijulang,.Sebagai orang yang super sibuk, ia menerapkan manajemen keseimbangan. Menurutnya, segalanya harus diukur secara proporsional. Sebab, setiap ketidakseimbangan adalah kezaliman, sedangkan kezaliman dilarang oleh Islam. ”Sesibuk apa pun, menimang dan bercengkerama dengan anak harus dilakukan,” kata Aa Gym. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekadnya untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya, begitu kuat. Untuk itu, penggemar kegiatan membaca ini mulai merintis usaha kecil-kecilan, seperti berjualan buku di Masjid Al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, ia memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual. Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan kini berkembang menjadi supermarket yang dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid. Kehidupan yang sulit pada masa lalu, membuatnya ”memeras otak” untuk menambah penghasilan. Sambil mengajar di madrasah KPAD, sore harinya ia membuat barang kerajinan bersama anak-anak Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upayanya untuk meningkatkan penghasilan keluarga tak berhenti sampai di situ. Aa Gym ingat, istrinya punya keterampilan menjahit. Lalu, ia pun menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk bergabung. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Aa Gym, pekerjaan yang paling mengesankan adalah saat menjual mie bakso. Warung bakso kecil-kecilan di Perumnas Sarijadi, itu bekerjasama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh, ia sudah pergi mencari tulang ke Pasar Sederhana, karena kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Setiap kali adzan, warung baksonya ditinggalkan, karena ia tak mau ketinggalan shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, Sementara itu, pembelinya dipersilakan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Tampaknya ia ingin mengajak pembelinya untuk menerapkan kejujuran. Tapi, hasilnya, pembeli yang sering datang justru ingin berkonsultasi pada AA Gym. Akibatnya, tak jarang ia baru pulang ke rumah sekitar jam 21,00. Lelah dan letih bercampur menjadi satu, sementara hasilnya pun tidak seberapa. Yang menyedihkan, istrinya kerap mual, karena ternyata kurang suka mencium bau bakso. Akhirnya, warung bakso itu pun ditutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aa Gym, seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja dan dimudahkan urusannya, atau selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orangtua, tanamkan jiwa wirausaha kepada anak-anak sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil dan latih mereka untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamannya berdagang sejak kecil, membuat Aa Gym hafal dengan cara “bangkrut efektif”, bagaimana “tertipu optimal”, atau bagaimana usaha bisa remuk. Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya hingga berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya, yang meliputi tiga aspek utama. Yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme) dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji; manajemen waktu; memiliki fakta dan data yang jelas; terbuka; kemampuan mengevaluasi; rasa tanggung jawab dan pantang putus asa. Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan, yang penting juga adalah pelatihan nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial. Padahal, menurut Aa Gym, modal itu adalah: Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah. Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya; selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengem­bangkan ilmu, pengalaman dan wawasan. Sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif. Percayalah, sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya, katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi Allah SWT. Ada pun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantee. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan; Dengan bisnis juga bertambah saudara dan tersambungnya silaturahmi. Dan, dengan bisnis semakin banyak orang yang merasa beruntung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang ditekuninya adalah sarana bagi teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan imengnginkan usaha yang halal serta maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya, dan dikeluarkan biaya pendidikan bagi kaum dhuafa, agar bisa maju bersama-sama. Dengan dukungan tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan pola kepemimpinan Daarut Tauhid? Ternyata, kepemimpinan di sini tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral, sebagaimana di kalangan pesantren pada umumnya. Tapi, kepemimpinan Daarut Tauhid telah menerapkan sistem pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani. Dari sisi manajemen, Daarut Tauhid telah menerapkan sistem lebih dari hanya sekadar menerapkan sistem manajemen modern, di mana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku, agar materi dan kapital semakin produktif Tapi, juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daarut Tauhid menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ, hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri. Jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar, akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daarut Tauhid pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak, tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. “Memang kami memiliki strategi tersendiri. Karena itu, visi dan misi Daarut Tauhid harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” demikian penuturan Aa Gym. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil. Untuk menerapkannya, Daarut Tauhid memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berpikir keras, mengenal diri dan potensinya, sehingga ia mampu mengenal kekurangan dirinya; lalu memperbaikinya dan menempatkan dirinya secara optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya. sehingga bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal, sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara profesional. Ketiga, mereka dilatih untuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, pola MQ telah menghasilkan SDM yang unggul. Hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya. Di antaranya dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan pendidikan manajemen bagi para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka meyakini konsep Daarut Tauhid mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Aa Gym berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi, kini ia berpikir sebaliknya. Ia ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya, serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata, karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu, diharapkan pula sedikitnya bisa memberi contoh, bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Manajemen No.169 September 2002. www..tokohindonesia.com, -buku A’a Gym&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6831147411737090732?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6831147411737090732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6831147411737090732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6831147411737090732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6831147411737090732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/aa-gym-bicara-tentang-bisnis.html' title='AA Gym bicara tentang bisnis'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2856811832766346915</id><published>2011-06-25T23:12:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T23:12:58.118+07:00</updated><title type='text'>“Saya belajar di pinggir jalan...”</title><content type='html'>“Saya belajar di pinggir jalan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengira konglomerat Eka Tjipta Wijaya dulunya orang miskin. Jumlah perusahaannya saja hampir 200 buah dengan 70 ribu karyawan. Tapi, itulah kenyataannya. Untuk ke Indonesia saja, orangtuanya berutang pada rentenir. Eka yang baru berusia sembilan tahun. berangkat ke Makassar bersama ibunya pada 1932, menyusul ayahnya yang sudah lebih dahulu tiba. ”Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Lantaran miskin, kami hanya bisa tidur di tempat paling buruk di kapal, di bawah kelas dek. Mau makan masakan enak, tak mampu. Ada uang lima dollar, tetapi tak bisa dibelanjakan. Karena, untuk ke Indonesia saja kami masih berutang pada rentenir, 150 dollar,” ungkap lelaki yang lahir pada 3 Oktober 1923 ini.&lt;br /&gt;Tiba di Makassar, Eka kecil yang masih bernama Oei Ek Tjhong, segera membantu ayahnya di toko kecil yang dimilikinya. Tujuannya jelas, segera mendapatkan 150 dollar guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang itu terbayar, dan toko ayahnya bertambah maju. Eka pun minta disekolahkan, tapi menolak duduk di kelas satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat SD, Eka tak bisa melanjutkan sekolahnya. Lagi-lagi karena masalah ekonomi. Ia pun mulai berjualan keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail laba Rp20, jumlah yang besar untuk masa itu. Ketika itu harga beras masih tiga sampai empat sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk mengangkut barangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika usahanya tumbuh subur, datang Jepang menyerbu Indonesia, termasuk Makassar. Usahanya hancur total dan ia menganggur. Tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Keuntungan Rp2.000 yang dikumpulkannya dengan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari. Di tengah harapan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya, keliling kota Makassar. Di Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan perahu terbesar di luar Jawa), ia melihat ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda. Bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik perhatian Eka, melainkan tumpukan terigu, semen dan gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan membuat persiapan untuk membuka tenda di dekat lokasi itu. Rencananya, ia akan menjual makanan dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah berada di Paotere. Ia membawa kopi; gula; kaleng bekas minyak tanah yang diisi air; oven kecil berisi arang untuk membuat air panas; cangkir; sendok dan sebagainya. Semua alat itu ia pinjam dari ibunya, termasuk enam ekor ayam dipinjam dari ayahnya.. Ayam itu kemudian dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga meminjam masing-masing satu botol whiskey, brandy dan anggur dari teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tujuh pagi, Eka sudah siap berjualan. Tak lama kemudian, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai datang bekerja. Tapi, sampai pukul sembilan, tak ada pengunjung. Eka berusaha mendekati bos pasukan Jepang, lalu mentraktirnya makan dan minum di tenda. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, serta minum dua teguk whiskey gratis, si Jepang mengatakan, joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan serta minum di tenda Eka. Dan, Eka pun minta izin untuk mengangkat semua barang yang sudah dibuang, ke rumahnya. Ia pun mulai bekerja keras, memilih apa yang dapat dipakai dan dijual. Ia pun belajar bagaimana menjahit karung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan perang seperti itu, suplai bahan bangunan dan barang keperluan sehari-hari memang sangat kurang. Karenanya. barang-barang yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Terigu misalnya, semula dijual Rp50 per karung, lalu dinaikkan menjadi Rp60, dan akhirnya Rp150. Sedangkan semen dijual Rp 20 per karung, kemudian Rp40. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri bisnis ayah delapan anak ini semakin berkembang. Saat seorang kontraktor hendak membeli semennya untuk membuat kuburan orang kaya. Eka menolaknya. Lalu, Eka beralih menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya. Setelah semen dan besi betonnya habis, ia pun berhenti sebagai kontraktor kuburan. Begitulah Eka. Setelah itu, ia berdagang kopra. dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel), serta sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah. Eka mereguk laba besar, Tetapi, tiba-tiba Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai oleh Mitsubishi yang membeli Rp1,80 per kaleng. Padahal, di pasaran harga per kaleng Rp6. Eka rugi besar dan nyaris bangkrut. Terpaksa ia mencari peluang lain. Berdagang gula, lalu teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, serta kembang gula. Tapi ,ketika mulai berkibar, harga gula jatuh, Eka rugi besar. Modalnya habis dan bahkan ia berutang. Untuk menutup utang dagangnya, ia terpaksa menjual mobil dan perhiasan keluarga, termasuk cincin kawin. Tapi, Eka tetap tegar. Kali ini, ia mencoba bidang leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Namun, usahanya masih jatuh bangun. Ketika sudah berkibar pada 1950-an, muncul Permesta. Barang-barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum Permesta. Modalnya habis lagi. Namun, Eka bangkit lagi, dan berdagang lkembali.Jatuh bangun seolah merupakan hal biasa bagi Eka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya baru benar-benar melesat dan tak pernah jatuh lagi setelah masa Orde Baru. Era Orde Baru, menurut Eka, “memberi kesejukan era usaha”. Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang semula “tak ada apa-apanya”, menjadi “ada apa-apanya” Bisnis Eka mulai merambah. Dari bisnis kertas, perbankan, perkebunan dan pabrik kelapa sawit, perkebunan teh, sampai bisnis properti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba-Nya yang baik,” katanya mengomentari suksesnya kini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya. Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp100, belanjanya Rp.90. Dan kalau untung cuma Rp.200, jangan coba-coba belanja Rp210. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 58 tahun berbisnis dan bergelar konglomerat, Eka mengatakan, ia pribadi sebenarnya sangat miskin. “Tiap memikirkan utang berikut bunganya yang demikian besar, saya tak berani menggunakan uang sembarangan. Ingin rehat susah, sebab waktu terkuras untuk bisnis. Terasa benar tak ada waktu menggunakan uang pribadi,” keluhnya. Hendak makan makanan enak, lanjutnya, sulit karena makanan enak rata-rata berkolesterol tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ironi, kata Eka. Dulu ia susah makan makanan enak karena miskin. Kini ketika sudah “konglomerat”, ia tetap susah makan enak, karena takut kolestrol. Usianya yang hampir 86 tahun, menuntutnya untuk menjaga kesehatan secara ketat dan prima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang dimilikinya sekarang di antaranya pabrik kertas Tjiwi Kimia; perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Riau; Perkebunan dan pabrik teh; Bank Internasional Indonesia (BII); Pabrik pulp dan kertas PT Indah Kiat ; ITC Mangga Dua; ruko; apartemen Green View di Roxy, dan Ambassador di Kuningan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Banu Astono/Abun Sanda, Harian umum Kompas, Rabu 1 Februari 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2856811832766346915?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2856811832766346915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2856811832766346915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2856811832766346915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2856811832766346915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/saya-belajar-di-pinggir-jalan.html' title='“Saya belajar di pinggir jalan...”'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3762063146322889541</id><published>2011-06-25T22:57:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T22:58:58.282+07:00</updated><title type='text'>What is success if you .... ?</title><content type='html'>Success breeds failure.  &lt;br /&gt;Because success makes people complacent.  &lt;br /&gt;Don't make that mistake.  &lt;br /&gt;No matter how much success you have (and you'll have a lot of it), never forget to keep growing and changing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God bless you. Have nice weekend :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3762063146322889541?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3762063146322889541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3762063146322889541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3762063146322889541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3762063146322889541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/what-is-success-if-you.html' title='What is success if you .... ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6901292252011651843</id><published>2011-06-25T22:49:00.002+07:00</published><updated>2011-06-25T22:56:10.432+07:00</updated><title type='text'>"As a God Love, the family Love is Eternity"</title><content type='html'>"As a God Love, the family Love is Eternity"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Check up, dan beware berikut daftar potensi dan kesalahan-kesalahan yg merusak pernikahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Suami :&lt;br /&gt;1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin dan pengayom dgn baik akibatnya saling melukai.&lt;br /&gt;2. Suami gagal menjadikan istri nomor 1 (satu) dalam hidupnya.&lt;br /&gt;3. Suami membandingkan istri dengan wanita lain.&lt;br /&gt;4. Suami kurang disiplin mengontrol emosi dan kebiasaan buruk.&lt;br /&gt;5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari Istri.&lt;br /&gt;6. Suami menolak pendapat Istri.&lt;br /&gt;7. Suami tidak pernah secara jujur, dan tulus meminta maaf kepada istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Istri :&lt;br /&gt;1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas, kepala keluarga, imam dalam keluarga&lt;br /&gt;2. Istri gagal menundukan diri kapada Suami.&lt;br /&gt;3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.&lt;br /&gt;4. Istri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎​Kebutuhan seorang Suami :&lt;br /&gt;1. Sex.&lt;br /&gt;2. Istri sebagai sahabat.&lt;br /&gt;3. Rumah yang rapi.&lt;br /&gt;4. Istri yang menarik&lt;br /&gt;5. Saling menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan seorang Istri :&lt;br /&gt;1. Kasih dan penghargaan.&lt;br /&gt;2. Diajak bicara.&lt;br /&gt;3. Jujur dan terbuka.&lt;br /&gt;4. Keuangan yang cukup.&lt;br /&gt;5. Komitmen thdp keluarga.&lt;br /&gt;6. Sex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎​Ingat..!!&lt;br /&gt;Kepala keluarga yg berhasil dlm keluarga maka keberhasilan yg lain akan mengikuti,&lt;br /&gt;Kepala keluarga yg gagal dlm keluarga maka kegagalan lain akan mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If u care about family, broadcast this. It will save a marriage :)&lt;br /&gt;www.feyx2spirit.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6901292252011651843?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6901292252011651843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6901292252011651843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6901292252011651843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6901292252011651843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/as-god-love-family-love-is-eternity.html' title='&quot;As a God Love, the family Love is Eternity&quot;'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8847391575531942426</id><published>2011-06-25T22:25:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T22:38:34.027+07:00</updated><title type='text'>Langkah Mengantisipasi Resiko (Mitigasi Resiko)</title><content type='html'>Dasar-dasar Keuangan&lt;br /&gt;Langkah-langkah Mengantisipasi Risiko&lt;br /&gt;(Dikutip dari Tabloid NOVA No. 639/XIII, Safir Senduk) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa risiko yang bisa dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Contoh dari risiko yang bisa dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak bisa dihindari adalah risiko kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah Anda mengalami musibah kebakaran, maka Anda akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah Anda pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK MESTI ASURANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata antisipasi risiko, pikiran Anda mungkin langsung terbawa ke istilah "asuransi". Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua risiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko. Untuk mudahnya, saya sebut saja ini sebagai antisipasi risiko. Dalam tulisan kali ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda bisa mengantisipasi risiko-risiko yang bisa terjadi pada diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBAGAI PILIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja Anda diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat Anda terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan bagi Anda untuk mengantisipasi risiko tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menghindari Rrisiko. Anda bisa menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket Anda tidak akan terkirim.&lt;br /&gt;2.Menghadapi Risiko. Anda bisa menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan Anda menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi.&lt;br /&gt;3.Mengurangi Risiko. Anda menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.&lt;br /&gt;4.Membagi Risiko. Paket yang harus Anda bawa dibagi dua dengan teman Anda. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda, begitu juga Anda.&lt;br /&gt;5.Transfer Risiko. Anda minta kepada teman Anda yang membawakan seluruh paket tersebut.&lt;br /&gt;Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja Anda ingin membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan Anda beli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia bagi Anda adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mengontrak rumah saja, tidak usah membeli (menghindari risiko).&lt;br /&gt;2.Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana Anda berharap agar risiko kebakaran tersebut tidak usah terjadi (menghadapi risiko).&lt;br /&gt;3.Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah Anda (mengurangi risiko).&lt;br /&gt;4.Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (bagi risiko).&lt;br /&gt;5.Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (transfer risiko).&lt;br /&gt;Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang kita kenal dengan asuransi. Artinya, asuransi bisa menjadi pihak yang Anda serahi kerugian apabila Anda mengalami suatu risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAMBIL KEPUTUSAN &lt;br /&gt;Setelah Anda mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko, maka langkah Anda selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi pada Anda, serta pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasinya. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kenali risiko Anda&lt;br /&gt;2.Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.&lt;br /&gt;3.Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut&lt;br /&gt;Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja. Karena itu, langkah-langkahnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kenali risiko Anda: Kematian.&lt;br /&gt;2.Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang Anda tinggalkan tidak akan terbayar.&lt;br /&gt;3.Ambil keputusan:&lt;br /&gt;•Menghindari Risiko: Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.&lt;br /&gt;•Menghadapi Risiko: Bisa saja, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar&lt;br /&gt;•Mengurangi Risiko: Risiko kematian tidak bisa dikurangi&lt;br /&gt;•Bagi risiko: Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia&lt;br /&gt;•Transfer risiko: Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia.&lt;br /&gt;Terserah pada Anda, putusan mana yang hendak diambil. &lt;br /&gt;Setelah Anda mengambil keputusan untuk satu risiko, maka ulangi langkah tersebut untuk risiko yang berikutnya (semisal kecelakaan). Begitu seterusnya. Maka sekarang Anda sudah memiliki program antisipasi risiko untuk keluarga Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8847391575531942426?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8847391575531942426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8847391575531942426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8847391575531942426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8847391575531942426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/06/langkah-mengantisipasi-resiko-mitigasi.html' title='Langkah Mengantisipasi Resiko (Mitigasi Resiko)'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1344191820669200506</id><published>2011-03-15T22:25:00.000+07:00</published><updated>2011-03-15T22:25:51.880+07:00</updated><title type='text'>Japan Earthquake: Helicopter aerial view video of giant tsunami waves</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/w3AdFjklR50?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1344191820669200506?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1344191820669200506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1344191820669200506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1344191820669200506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1344191820669200506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/03/japan-earthquake-helicopter-aerial-view.html' title='Japan Earthquake: Helicopter aerial view video of giant tsunami waves'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/w3AdFjklR50/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3119109921342944328</id><published>2011-03-15T22:10:00.000+07:00</published><updated>2011-03-15T22:10:35.812+07:00</updated><title type='text'>MEGA TSUNAMI JAPAN 3/11 --- AERIAL VIEW OF THE COMING OCEAN WAVES</title><content type='html'>&lt;iframe width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/embed/rt4jfSVLawY?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3119109921342944328?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3119109921342944328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3119109921342944328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3119109921342944328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3119109921342944328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/03/mega-tsunami-japan-311-aerial-view-of.html' title='MEGA TSUNAMI JAPAN 3/11 --- AERIAL VIEW OF THE COMING OCEAN WAVES'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/rt4jfSVLawY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4260468680504154190</id><published>2011-03-15T22:07:00.000+07:00</published><updated>2011-03-15T22:07:28.495+07:00</updated><title type='text'>Tsunami in Japan 3.11 first person FULL raw footage</title><content type='html'>&lt;iframe width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/embed/2uJN3Z1ryck?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4260468680504154190?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4260468680504154190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4260468680504154190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4260468680504154190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4260468680504154190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/03/tsunami-in-japan-311-first-person-full.html' title='Tsunami in Japan 3.11 first person FULL raw footage'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/2uJN3Z1ryck/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1809648869473461079</id><published>2011-02-27T21:06:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T21:07:52.360+07:00</updated><title type='text'>Kapan kita bisa berkata Cukup?</title><content type='html'>Quote to remind us all... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, &lt;br /&gt;barangkali adalah kata "cukup". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita bisa berkata cukup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. &lt;br /&gt;Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. &lt;br /&gt;Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. &lt;br /&gt;Semua merasa kurang dan kurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu… Kapankah kita bisa berkata cukup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. &lt;br /&gt;Cukup adalah persoalan kepuasan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu takut berkata cukup. &lt;br /&gt;Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima/ bukan apa yang belum kita dapatkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah untuk berkata "Cukup" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kita menjadi hamba uang dan cukupkanlah diri kita dengan apa yang ada pada kita. Karena Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan kita dan Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. &lt;br /&gt;Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. &lt;br /&gt;Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. &lt;br /&gt;Mari, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1809648869473461079?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1809648869473461079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1809648869473461079' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1809648869473461079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1809648869473461079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/02/kapan-kita-bisa-berkata-cukup.html' title='Kapan kita bisa berkata Cukup?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-842984390943794861</id><published>2011-02-27T20:45:00.001+07:00</published><updated>2011-02-27T20:47:25.314+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan (Status, Komitmen, Panggilan, dan Cinta..)</title><content type='html'>Percakapan si A dan si B :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Aku tdk menyukai istriku lg !&lt;br /&gt;B : Pulang dan cintailah dia&lt;br /&gt;A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.&lt;br /&gt;B : Pulang dan cintailah dia&lt;br /&gt;A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.&lt;br /&gt;B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?&lt;br /&gt;A : Tentu saja (dg mantap)&lt;br /&gt;B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS &amp; membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?&lt;br /&gt;A : Tidak  (menunduk) &lt;br /&gt;B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.&lt;br /&gt;Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.    &lt;br /&gt;Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU&lt;br /&gt;Hanya KOMITMEN yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa&lt;br /&gt;Lalu.. apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta sejati adalah cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.&lt;br /&gt;Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu &amp; biarlah km kumiliki" adlh cinta yg "egois" krn hnya bgantung pd perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain.&lt;br /&gt;Suasana hati mudah brubah, kondisi fisik  smakin tua dan tdk menarik, KOMITMENlah yg menyelamatkan pernikahan.&lt;br /&gt;Berani melakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan &amp; mempertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forward ke tmn2mu &amp; semoga ini mjd nasihat bg setiap org yg akan atau sudah menikah.. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-842984390943794861?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/842984390943794861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=842984390943794861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/842984390943794861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/842984390943794861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/02/pernikahan-status-komitmen-panggilan.html' title='Pernikahan (Status, Komitmen, Panggilan, dan Cinta..)'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2969719593949207687</id><published>2011-02-15T11:18:00.000+07:00</published><updated>2011-02-15T11:19:04.339+07:00</updated><title type='text'>Menumbuhkan Semangat Kerja HANYA dalam 2,5 menit saja ! Try it lah... !</title><content type='html'>Menumbuhkan Semangat Kerja Dalam 2½ Menit &lt;br /&gt;Setiap individu dalam hidupnya tentu memiliki keinginan, apakah itu dari segi materi, kesehatan, kebahagiaan, penampilan atau yang lainnya. Dalam mencapai berbagai tujuan tersebut sedikit banyaknya tentu dibutuhkan kerja. Ber! bagai tujuan yang relatif kecil dan sederhana mungkin hanya membutuhkan sedikit kerja. Sementara untuk berbagai tujuan yang relatif lebih kompleks tentunya membutuhkan kerja yang lebih keras dan lebih lama. Bahkan terkadang walaupun menurut anda anda telah melakukan serangkaian kerja yang dibutuhkan, tujuan yang anda inginkan belum tercapai. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka anda harus kembali bekerja, melanjutkan berbagai hal yang telah anda lakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat terus bekerja keras yang berkelanjutan dalam mencapai tujuan jika anda memiliki semangat yang dibutuhkan. Ketika anda bersemangat melakukan suatu hal, anda tentu tidak akan memperhatikan rasa lelah atau jenuh saat bekerja. Sehingga anda semakin cepat mendapatkan! hasil akhir dari kerja yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda akan hobi anda? Tahukah anda pada suatu hal yang anda senang lakukan? Ingat kembali ketika anda melakukan hal tersebut. Apakah anda mudah merasa lelah atau jenuh saat melakukan hobi? Apakah anda selalu menunda melakukan hobi? Mungkin seringkali tanpa anda sadari anda melakukan hal tersebut lebih lama dari yang anda kira. Berbagai kesenangan yang anda dapatkan saat melakukan hal tersebut telah “membius” anda sehingga anda terlupa pada rasa lelah atau jenuh saat bekerja. Berbagai kesenangan yang anda dapatkan saat melakukan hal tersebut telah memberikan semangat yang sangat besar kepada anda untuk melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang ada beberapa pekerjaan yang harus anda lakukan, mau tidak mau, suka tidak suka. Bagaimana jika berbagai pekerjaan tersebut bukanlah hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan? Tanpa semangat untuk melakukan berbagai hal tersebut, anda dapat segera terjebak pada jurang penundaan yang dapat segera berakhir dengan masalah. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah; apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan semangat kerja pada setiap hal yang anda ingin lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pikirkan Kesenangan Tentang Pekerjaan Tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya individu termotivasi untuk melakukan suatu hal jika ia mengetahui kesenangan yang akan didapatkan atau resiko yang mengancam ketika tidak melakukan. Anda pun demikian. Anda dapat termotivasi melakukan suatu pekerjaan jika anda mengetahui berbagai hal menyenangkan yang akan anda dapatkan setelah melakukan pekerjaan tersebut. Demikian pula sebaliknya anda dapat sangat termotivasi ketika menyadari berbagai resiko yang mengancam jika tidak melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti di setiap pekerjaan anda dapat menemukan suatu kesenangan. Rasa senang yang anda rasakan saat bekerja dapat menjadi motor penggerak bagi anda untuk terus bekerja, melupakan berbagai hal yang dapat menghambat anda. Ketika anda berhasil menemukan kesenangan dalam melakukan suatu kerja, anda berhasil melampaui kelembaman/resistensi di saat awal melakukan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengingatkan saya pada film “the Pianist” yang diperankan oleh Adrien Brody. Film yang menceritakan tentang kehidupan seorang pianist asal Polandia, Wladyslaw Szpilman. Kecintaannya pada musik (utamanya piano) mengalahkan rasa takutnya pada ancaman resiko Perang Dunia II, dimana saat itu tentara Nazi tengah menginvasi Polandia. Berbagai larangan dan kekangan yang dikeluarkan oleh tentara Nazi, tidak dapat menghentikanya untuk terus bermain dan berkarya. Kecintaannya pada musik membuat ia berhasil menjadi yang terbaik di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak dapat memikirkan kesenangan yang akan anda dapatkan ketika anda melakukan suatu pekerjaan, anda dapat mengimajinasikannya. Anda dapat mengimajinasikan berbagai hal yang menyenangkan bagi anda dan menghubungkannya dengan pekerjaan yang ingin anda lakukan. Jangan batasi pikiran anda, karena semua hal sangat mungkin tejadi di pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika berimajinasi mengenai suatu kesenangan masih merupakan suatu hambatan, anda cukup mengingat saja suatu kesenangan yang pernah anda rasakan di masa lampau. Kemudian menghubungkan kesenangan tersebut dengan pekerjaan yang akan anda lakukan. Ingat kembali berbagai hal menyenangkan yang pernah terjadi, biarkan pikiran anda kembali ke saat itu. Lihat kembali setiap hal yang anda lihat, dengarkan setiap hal yang anda dengar. Dan biarkan rasa senang itu kembali muncul secara alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bakar Kapalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pertempuran diceritakan seorang Panglima yang ingin menaikan moral pasukannya. Moral pasukan yang dipimpinnya telah jatuh akibat kelelahan yang didapat dari serangkaian pertempuran sebelumnya. Jumlah pasukan musuh yang lebih besar semakin memperparah moral pasukan yang dipimpinnya. Untuk menaikan moral pasukannya, ia memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi untuk sampai di medan pertempuran. Ia membatasi pasukannya hanya pada dua pilihan, menang atau mati di medan pertempuran. Mundur bukan lagi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dinyatakan oleh Sun Tzu dalam karyanya The Art of War. Sun Tzu menyatakan bahwa untuk memperbesar peluang kemenangan dalam pertempuran seorang Panglima perlu memberikan ilusi jalan keluar bagi pasukan lawan. Dengan melakukan hal tersebut pasukan lawan tidak akan berperang sekeras yang mereka bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang sama juga dapat pula anda aplikasikan ke diri anda. Anda dapat membatasi diri hanya pada dua pilihan, lanjut atau tidak sama sekali. Seorang klien suatu ketika datang kepada saya dan menyatakan bahwa ia memiliki keraguan yang sangat untuk memulai bisnis. Pada saat yang sama dia juga kurang antusias dengan pekerjaannya saat ini. Satu-satunya motivasi yang terus membuatnya bekerja pada pekerjaannya saat ini hanyalah kebutuhan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa saya bukanlah seorang pakar bisnis yang sering bicara di TV, saya mengatakan kepadanya bahwa keraguan tidak akan merubah kondisinya. Saya katakan pula bahwa jika ia memang benar-benar ingin memiliki usaha sendiri maka sebelumnya ia harus menetapkan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya memiliki usaha serupa dengan memulai perjalanan. Ketika anda telah memutuskan untuk menapaki suatu jalan, satu-satunya hal yang perlu anda lakukan hanyalah terus menatap ke depan sambil memastikan untuk menempatkan satu kaki di depan yang lain di setiap saat. Tidak boleh ada keinginan untuk melihat ke belakang yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda telah menetapkan pilihan dan tidak memberikan kesempatan pada diri anda untuk melihat ke belakang, maka pada saat yang bersamaan anda telah memunculkan semangat kerja di diri anda. Hal ini semata-mata disebabkan karena pilihan yang tersisa bagi anda hanya dua, lanjut atau tidak sama sekali. Dan karena anda ingin mengalami perkembangan dan pertumbuhan dalam hidup maka anda menempatkan seluruh tenaga, pikiran, waktu dan berbagai sumber daya yang anda miliki, hanya untuk melanjutkan hal yang telah anda lakukan sebelumnya. Anda tidak lagi memberikan sebagian tenaga dan pemikiran anda pada keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Modifikasi Lingkungan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita tentunya terdapat banyak hal yang dapat memberikan inspirasi ataupun membangkitkan semangat. Saya pribadi dapat bersemangat ketika melihat berbagai tulisan yang menginspirasi. Itulah sebabnya saya mengkoleksi banyak kartu ucapan atau poster yang dapat memberikan semangat ketika membacanya. Salah satu favorit saya adalah produksi Hardknocks Factory Sdn Bhd. Saya memasang berbagai poster tersebut di ruang kerja saya sehingga setiap kali saya membacanya, saya dapat kembali bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda memajang berbagai poster yang mampu menginspirasi anda, anda memelihara semangat kerja di setiap saat. Mungkin anda akan ditertawai pada awalnya, namun hal itu akan segera berlalu. Segera setelahnya, mereka yang dulunya mentertawai berubah menjadi kagum ketika melihat semangat anda dalam bekerja. Sehingga bukan tidak mungkin mereka meniru hal yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dapatkan Kelompok yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berteman dengan tukang ikan berbau amis, berteman dengan tukang bunga berbau harum….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap individu tentunya memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi. Seberapa pun kuatnya seorang individu, tetap ia membutuhkan teman untuk dimintai tolong atau untuk berbagi kesenangan. Hal yang paling menyenangkan saat anda didera kesulitan adalah memiliki teman yang bersedia mendengarkan dan membantu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertemanan, terjadilah interaksi, proses saling mempengaruhi, langsung maupun tidak. Interaksi dalam kelompok tentunya dapat mempengaruhi pola pikir anda. Menciptakan pola pikir yang dapat semakin mendekatkan atau menghambat anda dalam mencapai tujuan. Sehingga tidak berlebihan jika saya katakan bahwa pola pikir sangat menular. Ketika anda memilih kelompok teman yang memiliki pola pikir optimis, maka tentunya anda pun dapat pula berpikir secara optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu hal menginspirasi anda untuk mengganti pola pikir, anda beresiko untuk kehilangan teman. Namun pada saat yang bersamaan anda juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan teman-teman baru, mereka yang mendukung pola pikir anda. Sehingga menurut saya, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa teman yang anda pilih mendukung anda dalam mencapai tujuan yang ingin anda capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak klien saya yang berusia belasan hingga dua puluhan tahun yang memiliki kesulitan dalam menentukan kelompok teman yang akan dipilih. Adalah benar, sangat penting untuk memiliki teman. Namun ketika anda pasrah dalam memilih teman dan membiarkan diri anda berada di tengah teman yang tidak mendukung anda, sebenarnya anda menyiksa diri. Berada terus di dalam kepura-puraan sama halnya dengan membiarkan diri anda untuk tidak pernah mendapatkan tujuan yang anda cita-citakan. Hal itu juga berarti bahwa sebenarnya anda tidak memiliki teman, karena anda tidak dapat menikmati pertemanan itu sendiri. Sebagian dari mereka ada yang berkeyakinan lebih baik berpura-pura dari pada tidak ada yang menemani. Namun menurut saya jika berteman malah menyiksa anda, akan lebih baik jika anda tidak berteman sama sekali. Bukankah anda ingin menikmati kesenangan ketika anda memutuskan untuk berteman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang baik akan semakin mendekatkan anda mencapai tujuan. Seseorang yang dapat mendukung anda, dan bukan yang menghambat anda. Sehingga jika menurut anda teman yang anda miliki saat ini tidak mendukung, sebaiknya anda segera memutuskan untuk berkata “tidak”. Anda tidak perlu khawatir untuk tidak memiliki teman. Anda selalu dapat memiliki teman baru di setiap saat. Saya dapat menjadi teman anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kumpulkan Berbagai Hal yang Dapat Menginspirasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal berikut hampir sama dengan hal yang telah saya sampaikan pada bagian ketiga. Hanya saja bagian ini akan lebih berorientasi pada diri anda, sementara bagian tiga lebih berorientasi pada lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir pada dasarnya hampir sama seperti lahan pertanian. Anda perlu menggarap dan memeliharanya. Lahan pertanian yang tidak terpelihara segera dengan mudah ditumbuhi gulma. Dan untuk menumbuhkan gulma pada pola pikir anda adalah hal yang sangat-sangat mudah. Anda cukup….tidak melakukan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai aktifitas dan interaksi yang anda dapatkan disetiap hari juga berpotensi untuk menumbuhkan gulma pada pikiran anda. Sehingga di setiap hari anda perlu merawat pola pikir dengan memberinya berbagai informasi yang inspiratif. Anda dapat pula meraih semangat melalui berbagai hal seperti membaca buku-buku motivasi, mendengarkan audio book dan lainnya. Dengan menggali dari berbagai sumber ini anda merawat pola pikir anda untuk selalu bersemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus prinsip yang satu ini, jika anda ingin lebih mengoptimalkan waktu anda sambil pada saat yang bersaman menyuburkan pola pikir, anda dapat melakukannya dengan mendengarkan audio book di waktu yang non produktif, misalnya saat berkendara. Untuk lebih mempelajari tentang hal ini, anda dapat membaca artikel saya tentang “Menumbuhkan Disiplin Pribadi Dalam 2½ Menit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hentikan Pengaruh Negatif Ke Diri Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era informasi saat ini, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah dari berbagai media. Hal itu sebenarnya juga dibarengi dengan berbagai resiko. Jika anda kurang bijaksana dalam memilih informasi yang masuk ke pikiran anda, sebenarnya anda juga memasukan berbagai pengaruh negatif ke pikiran anda. Berbagai pengaruh negatif yang anda dapatkan tentu dapat berakibat buruk bagi pikiran anda. Tidak hanya menjauhkan anda dari tujuan yang ingin anda raih, bahkan terkadang dapat menghancurkan diri anda, tanpa anda sadari. Sehinga sangat penting bagi setiap individu untuk benar-benar menseleksi informasi yang dapat masuk ke pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang dapat dilakukan misalnya dengan menseleksi tayangan TV yang anda simak. Saat ini, TV adalah sarana hiburan dan informasi yang telah umum di masyarakat. Namun sebenarnya tidak semua tayangan TV cocok bagi anda. Bahkan jika anda teliti lebih lanjut, terdapat banyak tayangan TV yang sebenarnya hanya membawa pengaruh buruk bagi pikiran anda. Kegagalan anda dalam menseleksi tayangan TV akan mengarahkan anda pada berbagai resiko, seperti pemborosan waktu, gaya hidup konsumtif dan masih banyak lagi. Pertimbangkan contoh berikut; apa manfaatnya mengatahui kabar perceraian artis X pada perjuangan anda dalam mencapai tujuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dapat membawa pengaruh buruk, TV pun sebenarnya juga dapat bermanfaat. Anda dapat menikmati berbagai tayangan TV humoris yang mengajak anda untuk tertawa riang sehingga membuat anda lebih optimis dan bersemangat dalam menjalani hari-hari anda. Atau mempelajari berbagai informasi inspiratif yang dapat memotivasi anda untuk bekerja lebih keras dalam mencapai tujuan. Hal yang perlu diingat adalah tidak membiarkan diri anda memboroskan waktu melihat tayangan TV yang hanya akan membuat diri anda merasa hampa setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pelihara Penampilan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus hal yang satu ini saya pelajarinya dari seorang pebisnis yang saya temui di suatu hari. Setiap kali saya bertemu dengannya, ia selalu dalam penampilan yang sangat baik. Ia mengatakan kepada saya bahwa penampilan sangat penting dalam bisnis karena menentukan per! sepsi orang lain atas kompetensi yang dimiliki seseorang. Dress for success… katanya. Walaupun hal itu tidak harus berarti menilai buku dari sampulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga penampilan diri membawa pengaruh besar pada semangat yang anda miliki dalam bekerja. Di setiap hari anda mungkin melewati cermin lebih dari satu kali. Setiap kali anda berada di depan cermin dan melihat pantulan diri anda, tentunya ada suatu rasa yang muncul ketika melihat penampilan diri. Ketika anda menjaga penampilan anda mungkin anda akan bangga dengan diri anda. Anda menjadi lebih bergairah dalam bekerja. Dapatkah anda bayangkan rasa apa yang muncul ketika anda melihat diri anda berpenampilan lusuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saya berkuliah, saya lebih senang berbusana casual dengan polo shirt, celana jeans dan sepatu sandal. Menurut saya tidak ada busana lain yang lebih nyaman selain ini. Namun seiring saya semakin banyak bertemu klien, mau tidak mau saya harus merubah penampilan untuk lebih menghormati klien. Selain itu saya pun merasa perlu merefleksikan kompetensi saya melalui penampilan saya. Saya mendapatkan tuntunan yang cukup baik dari buku “Padu Padan Busana Pria Karangan” karangan Ratih Poeradisastra dan Chic Simple “Men’s Wardrobe”! karangan Kim Johnson Gross dan Jeff Stone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Self-Hypnosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat lebih mendapatkan suntikan semangat yang lebih besar dengan anda melakukan self-hypnosis. Dengan melakukan self-hypnosis secara teratur, anda mengkondisikan berbagai ide ke pikiran bawah sadar, dalam hal ini ide untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Setelah beberapa waktu, anda segera dapat merasakan efek permanen di diri anda. Respon anda terhadap berbagai stimulus dari lingkungan menjadi sangat refleks dan otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat diri anda lebih bersemangat di setiap hari, anda dapat menggunakan salah satu metode NLP, new behaviour generator. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah melihat diri anda seolah dalam film ketika telah mendapatkan semangat kerja yang anda inginkan. Lihat semua hal yang anda lihat, perhatikan bagaimana penampilan diri anda saat itu. Dengarkan pula setiap suara yang muncul saat itu. Pastikan setiap gambar dan setiap suara sejelas mungkin. Segera setelahnya buat diri anda seolah masuk ke dalam layar dan menjadi pemeran film tersebut. Rasakan aliran semangat yang muncul saat itu. Setelahnya anda dapat kembali menjalani aktifitas yang ingin anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diingat, hypnosis bukanlah pil, melainkan skill. Hal ini berarti anda perlu melakukankanya secara teratur untuk mendapatkan hasil yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Praktek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting dari seluruh hal di atas adalah tindakan. Membaca setiap hal yang telah saya uraikan tidak akan membawa perubahan pada diri anda. Perubahan hanya terjadi setelah anda melakukan berbagai hal tersebut. Anda akan mendapatkan hasil dengan tindakan anda. Pemikiran anda, seberapa pun pintarnya anda, tidak akan membawa anda hasil tanpa tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, apa yang anda tunggu. Segera siapkan diri anda, dan bergeraklah sekarang. Selamat mendapati semangat kerja baru !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yovan P. Putra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2969719593949207687?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2969719593949207687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2969719593949207687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2969719593949207687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2969719593949207687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2011/02/menumbuhkan-semangat-kerja-hanya-dalam.html' title='Menumbuhkan Semangat Kerja HANYA dalam 2,5 menit saja ! Try it lah... !'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1019161517150414057</id><published>2010-12-25T22:41:00.003+07:00</published><updated>2010-12-25T22:52:57.769+07:00</updated><title type='text'>What is Microcredit ?</title><content type='html'>@ by Grameen Bank&lt;br /&gt;October, 2010  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;The word "microcredit" did not exist before the seventies. Now it has become a buzz-word among the development practitioners. In the process, the word has been imputed to mean everything to everybody. No one now gets shocked if somebody uses the term "microcredit" to mean agricultural credit, or rural credit, or cooperative credit, or consumer credit, credit from the savings and loan associations, or from credit unions, or from money lenders. When someone claims microcredit has a thousand year history, or a hundred year history, nobody finds it as an exciting piece of historical information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think this is creating a lot of misunderstanding and confusion in the discussion about microcredit. We really don't know who is talking about what. I am proposing that we put labels to various types of microcredit so that we can clarify at the beginning of our discussion which microcredit we are talking about. This is very important for arriving at clear conclusions, formulating right policies, designing appropriate institutions and methodologies. Instead of just saying "microcredit" we should specify which category of microcredit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me suggest a broad classification of microcredit : &lt;br /&gt;A) Traditional informal microcredit (such as, moneylender's credit, pawn shops, loans from friends and relatives, consumer credit in informal market, etc.) &lt;br /&gt;B) Microcredit based on traditional informal groups (such as, tontin, su su, ROSCA, etc.) 20 &lt;br /&gt;C) Activity-based microcredit through conventional or specialised banks (such as, agricultural credit, livestock credit, fisheries credit, handloom credit, etc.) &lt;br /&gt;D) Rural credit through specialised banks. &lt;br /&gt;E) Cooperative microcredit (cooperative credit, credit union, savings and loan associations, savings banks, etc.) &lt;br /&gt;F) Consumer microcredit. &lt;br /&gt;G) Bank-NGO partnership based microcredit. &lt;br /&gt;H) Grameen type microcredit or Grameen credit. &lt;br /&gt;I) Other types of NGO microcredit. &lt;br /&gt;J) Other types of non-NGO non-collateralized microcredit. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;This is a very quick attempt at classification of microcredit just to make a point. The point is — every time we use the word "microcredit" we should make it clear which type (or cluster of types) of microcredit we are talking about. Otherwise we'll continue to create endless confusion in our discussion. Needless to say that the classification I have suggested is only tentative. We can refine this to allow better understanding and better policy decisions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classification can also be made in the context of the issue under discussion. I am arguing that we must discontinue using the term "microcredit" or "microfinance" without identifying its category. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microcredit data are compiled and published by different organizations. We find them useful. I propose that while publishing these data we identify the category or categories of microcredit each organization provides. Then we can prepare another set of important information — number of poor borrowers, and their gender composition, loan disbursed, loan outstanding, balance of savings, etc. under each of these categories, countrywise, regionwise, and globally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These sets of information will tell us which category of microcredit is serving how many poor borrowers, their gender break-up, their growth during a year or a period, loans disbursed, loans outstanding, savings, etc. The categories which are doing better, more support can go in their direction. The categories which are doing poorly may be helped to improve their performance. For policy-maters this will be enormously helpful. For analysis purpose this will make a world of difference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I urge Microcredit Summit Campaign secretariat to present the information that they already collect on number of clients, number of the poorest among them, number of poorest clients that are women, number of clients that have crossed the poverty line—broken down for each of the categories of microcredit. This will help donors to select the categories they would like to support. This sorting out is very important for the donors, as well as the policymakers. &lt;br /&gt;Grameen credit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whenever I use the word "microcredit" I actually have in mind Grameen type microcredit or Grameencredit. But if the person I am talking to understands it as some other category of microcredit my arguments will not make any sense to him. Let me list below the distinguishing features of Grameencredit. This is an exhaustive list of such features. Not every Grameen type programme has all these features present in the programme. Some programmes are strong in some of the features, while others are strong in some other features. But on the whole they display a general convergence to some basic features on the basis of which they introduce themselves as Grameen replication programmes or Grameen type programmes. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;General features of Grameencredit are : &lt;br /&gt;a) It promotes credit as a human right. &lt;br /&gt;b) Its mission is to help the poor families to help themselves to overcome poverty. It is targeted to the poor, particularly poor women.  &lt;br /&gt;c) Most distinctive feature of Grameencredit is that it is not based on any collateral, or legally enforceable contracts. It is based on "trust", not on legal procedures and system. &lt;br /&gt;d) It is offered for creating self-employment for income-generating activities and housing for the poor, as opposed to consumption. &lt;br /&gt;e) It was initiated as a challenge to the conventional banking which rejected the poor by classifying them to be "not creditworthy". As a result it rejected the basic methodology of the conventional banking and created its own methodology. &lt;br /&gt;f) It provides service at the door-step of the poor based on the principle that the people should not go to the bank, bank should go to the people. &lt;br /&gt;g) In order to obtain loans a borrower must join a group of borrowers. &lt;br /&gt;h) Loans can be received in a continuous sequence. New loan becomes available to a borrower if her previous loan is repaid. &lt;br /&gt;i) All loans are to be paid back in instalments (weekly, or bi-weekly). &lt;br /&gt;j) Simultaneously more than one loan can be received by a borrower. &lt;br /&gt;k) It comes with both obligatory and voluntary savings programmes for the borrowers. &lt;br /&gt;l) Generally these loans are given through non-profit organizations or through institutions owned primarily by the borrowers. If it is done through for-profit institutions not owned by the borrowers, efforts are made to keep the interest rate at a level which is close to a level commensurate with sustainability of the programme rather than bringing attractive return for the investors. Grameencredit's thumb-rule is to keep the interest rate as close to the market rate, prevailing in the commercial banking sector, as possible, without sacrificing sustain-ability. In fixing the interest rate market interest rate is taken as the reference rate, rather than the moneylenders' rate. Reaching the poor is its non-negotiable mission. Reaching sustainability is a directional goal. It must reach sustainability as soon as possible, so that it can expand its outreach without fund constraints. &lt;br /&gt;m) Grameencredit gives high priority on building social capital. It is promoted through formation of groups and centres, developing leadership quality through annual election of group and centre leaders, electing board members when the institution is owned by the borrowers. To develop a social agenda owned by the borrowers, something similar to the "sixteen decisions", it undertakes a process of intensive discussion among the borrowers, and encourage them to take these decisions seriously and implement them. It gives special emphasis on the formation of human capital and concern for protecting environment. It monitors children's education, provides scholarships and student loans for higher education. For formation of human capital it makes efforts to bring technology, like mobile phones, solar power, and promote mechanical power to replace manual power. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grameencredit is based on the premise that the poor have skills which remain unutilised or under-utilised. It is definitely not the lack of skills which make poor people poor. Grameen believes that the poverty is not created by the poor, it is created by the institutions and policies which surround them. In order to eliminate poverty all we need to do is to make appropriate changes in the institutions and policies, and/or create new ones. Grameen believes that charity is not an answer to poverty. It only helps poverty to continue. It creates dependency and takes away individual's initiative to break through the wall of poverty. Unleashing of energy and creativity in each human being is the answer to poverty.&lt;br /&gt;o&lt;br /&gt;Grameen brought credit to the poor, women, the illiterate, the people who pleaded that they did not know how to invest money and earn an income. Grameen created a methodology and an institution around the financial needs of the poor, and created access to credit on reasonable term enabling the poor to build on their existing skill to earn a better income in each cycle of loans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If donors can frame category wise micro credit policies they may overcome some of their discomforts. General policy for microcredit in its wider sense, is bound to be devoid of focus and sharpness.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by; muhammad yunus, Grameen Bank initiator and founding father&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1019161517150414057?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1019161517150414057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1019161517150414057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1019161517150414057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1019161517150414057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/12/what-is-microcredit.html' title='What is Microcredit ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8286370741875928410</id><published>2010-12-10T22:46:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T22:52:11.368+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Reksadana</title><content type='html'>Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi &lt;br /&gt;Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi; dan &lt;br /&gt;Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor. &lt;br /&gt;Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya bisa baca di sini : http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/DFAB8F39-6CCF-483C-B8CC-AAD4B6405600/1466/MengenalReksaDana.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8286370741875928410?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8286370741875928410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8286370741875928410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8286370741875928410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8286370741875928410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/12/mengenal-reksadana.html' title='Mengenal Reksadana'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-330142747921921695</id><published>2010-11-27T09:52:00.002+07:00</published><updated>2010-11-27T09:55:16.739+07:00</updated><title type='text'>Bukan emosi yang harus kita kendalikan, tetapi reaksi kita karena emosi itu</title><content type='html'>Bukan emosi yang harus kita kendalikan, tetapi reaksi kita karena emosi itu.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan berhasil mengendalikan emosi,karena emosi adalah reaksi alamiah mental kita untuk melindungi keselamatan dan memajukan kebaikan bagi diri, &lt;br /&gt;keluarga, sesama, dan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi adalah rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus kita kendalikan adalah ketepatan dan kualitas tindakan kita di dalam dan karena emosi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, bukan emosi yang harus kita kendalikan,tetapi reaksi kita karena emosi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Mario Teguh]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-330142747921921695?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/330142747921921695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=330142747921921695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/330142747921921695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/330142747921921695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/bukan-emosi-yang-harus-kita-kendalikan.html' title='Bukan emosi yang harus kita kendalikan, tetapi reaksi kita karena emosi itu'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6801179168025161325</id><published>2010-11-27T09:50:00.000+07:00</published><updated>2010-11-27T09:51:10.707+07:00</updated><title type='text'>Pidato Lengkap Presiden AS di Kampus UI</title><content type='html'>Pidato Lengkap Presiden AS di Kampus UI    &lt;br /&gt;Arifin Asydhad - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama di UI Jakarta - Presiden AS Barack Obama telah menyihir para undangan yang hadir di Balairung, Kampus Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (10/11/2010) lalu. Histeria dan tepuk tangan terus mengiringi pidato Obama sekitar  30 menit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pidato lengkap Obama yang telah diterjemahkan oleh Kedubes Amerika Serikat (AS) sesuai rilis yang diterima detikcom, Jumat (12/11/2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih untuk anda semua.  Selamat Pagi.  (tepuk tangan).   Sungguh menggembirakan berada di sini, di Universitas Indonesia.  Kepada para dosen, staf dan mahasiswa, dan kepada Dr. Gumilar Rusliwa Sumantri, terima kabih banyak atas keramahtamahan anda. (tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum dan salam sejahtera.  Terima kasih untuk sambutan luar biasa ini.  Terima kasih kepada rakyat Jakarta dan terima kasih kepada rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kampung nih. (tepuk tangan).  Saya sangat gembira kembali berada di Indonesia dan bahwa Michelle sempat menemani saya. Kami menghadapi beberapa pembatalan tahun ini, tetapi saya bertekad untuk mengunjungi negara yang punya arti sedemikian besarnya untuk saya. Sayangnya, ini merupakan kunjungan yang relatif singkat, tetapi saya berharap bisa datang kembali setahun dari sekarang, saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur. (tepuk tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya lanjutkan, saya ingin menyampaikan bahwa pikiran dan doa kami bersama warga Indonesia yang terserang tsunami dan letusan gunung berapi baru-baru ini - khususnya mereka yang kehilangan sanak saudara yang mereka cintai dan mereka yang kehilangan tempat tinggal. Dan saya ingin anda semua mengetahui, seperti biasanya, Amerika Serikat mendampingi Indonesia dalam menanggapi bencana alam ini dan kami gembira bisa membantu sesuai kebutuhan. Ketika tetangga membantu tetangga lainnya dan keluarga menampung mereka yang kehilangan tempat tinggal, saya tahu bahwa kekuatan dan keuletan rakyat Indonesia akan membuat anda mampu mengatasinya sekali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah saya mulai dengan sebuah pernyataan sederhana: Indonesia bagian dari diri saya. (tepuk tangan).  Saya pertama kali datang ke negara ini ketika ibu saya menikah dengan seorang Indonesia bernama Lolo Soetoro.  Dan  sebagai anak muda, saya  -- sebagai anak muda  saya datang ke dunia yang berbeda. Tetapi rakyat Indonesia secara cepat membuat saya merasa seperti di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - kini, Jakarta  sangat berbeda waktu itu. Kota ini memiliki bangunan-bangunan yang tingginya hanya beberapa tingkat.  Ini tahun 1967, '68 - kebanyakan dari anda belum lahir waktu itu (tawa).  Hotel Indonesia merupakan salah satu dari sedikit gedung tinggi, dan hanya ada satu pusat belanja yang baru dan dinamakan Sarinah.  Cuman itu. (tepuk tangan).  Becak dan bemo, itulah kendaraan untuk bepergian.  Kendaraan ini lebih banyak dari mobil waktu itu.  Dan tak ada jalan raya lebar seperti sekarang.  Kebanyakan berlanjut dengan jalan yang tidak diaspal dan kampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami pindah ke Menteng Dalam, di mana – (tepuk tangan) --  hai, apakah ada yang dari Menteng Dalam di sini. (tepuk tangan).  Dan kami tinggal di sebuah rumah kecil.  Kami punya pohon mangga di depannya.  Dan saya jatuh cinta kepada Indonesia ketika bermain layang-layang, berlari di sepanjang sawah, menangkap capung dan membeli sate dan bakso dari penjaja di jalan. Sate! (tawa).  Saya ingat itu.  Bakso! (tawa).  Tetapi yang paling saya ingat adalah orang-orangnya - laki-laki dan perempuan tua yang menyambut kami dengan senyuman; anak-anak membuat seorang asing merasa bagai seorang tetangga; dan para sahabat dan guru yang membantu saya belajar mengenal negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa dan rakyat yang berasal dari banyak wilayah dan kelompok etnis, waktu yang saya lewatkan di sini membantu saya menghargai kemanusiaan bersama dari semua rakyat. Dan meskipun ayah tiri saya, sebagaimana kebanyakan orang Indonesia, dibesarkan sebagai Muslim, ia secara kuat berpendapat bahwa semua agama haruslah dihormati.  Dan lewat cara ini -- (tepuk tangan) -- lewat cara ini, ia mencerminkan semangat toleransi keagamaan yang juga terbetik dalam UUD Indonesia, dan hal itu tetap merupakan ciri-ciri menentukan dan mengilhami dari negara ini.  (tepuk tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal di sini selama empat tahun -  suatu masa yang membantu membentuk masa kanak-kanak saya; suatu masa yang menyaksikan kelahiran adik perempuan saya yang cantik, Maya; dan suatu masa yang meninggalkan kesan sedemikian mendalamnya pada diri ibu saya sehingga ia selalu kembali ke Indonesia selama dua puluh tahun untuk tinggal, bekerja dan melakukan perjalanan - memperjuangkan cita-citanya untuk menciptakan peluang di desa-desa Indonesia, khususnya untuk para perempuan dan gadis.  Dan saya merasa begitu dihormati – (tepuk tangan) – Saya merasa begitu dihormati ketika tadi malam Presiden Yudhoyono pada acara makan malam memberi sebuah hadiah penghormatan atas nama ibu saya, memberi pengakuan atas karyanya.  Dan ia pasti akan sangat bangga, karena ibu saya merasakan kedekatan dengan Indonesia dan rakyatnya sepanjang hidupnya. – (tepuk tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak yang telah berubah dalam empat dekade sejak saya naik pesawat untuk kembali ke Hawaii. Kalau anda tanya saya - atau teman sekelas yang kenal dengan saya waktu itu - saya rasa tak seorang pun dari kami bisa mengantisipasi bahwa suatu hari saya kembali ke Jakarta sebagai Presiden Amerika Serikat. (tepuk tangan). Dan hanya sedikit yang bisa mengantisipasi kisah Indonesia yang luar biasa dalam empat dekade terakhir ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta yang saya pernah kenal kini tumbuh menjadi sebuah kota padat dengan penduduk hampir sepuluh juta, dengan pencakar langit yang membuat Hotel Indonesia tampak kecil, serta pusat-pusat budaya dan perdagangan yang hidup. Sementara teman-teman Indonesia saya dan saya dulu berlari-lari di sawah ditemani kerbau dan kambing – (tawa) --, sebuah generasi Indonesia yang baru kini terhubung dengan dunia - lewat telepon genggam dan jaringan sosial. Dan sementara Indonesia sebagai sebuah negara muda memusatkan perhatian ke dalam, Indonesia yang kini tumbuh memainkan peranan kunci di Asia Pasifik dan ekonomi global. – (tepuk tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ini juga meliputi politik. Ketika ayah tiri saya masih anak-anak, ia menyaksikan ayah dan kakaknya harus meninggalkan rumah mereka untuk berjuang dan gugur demi kemerdekaan Indonesia. Saya gembira berada di sini pada Hari Pahlawan guna menghormati begitu banyak orang Indonesia yang mengorbankan nyawa mereka untuk negara besar ini.  (tepuk tangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pindah ke Jakarta, waktu itu 1967, suatu masa yang menyusul penderitaan dan konflik besar di bagian-bagian tertentu dari negara ini. Meskipun ayah tiri saya berdinas di Militer, kekerasan dan pembunuhan selama masa pergolakan politik itu tidak saya ketahui karena hal itu tidak dibicarakan oleh keluarga dan teman-teman Indonesia saya. Dalam rumah saya, sebagaimana di banyak rumah lainnya di seluruh Indonesia, hal ini merupakan kehadiran yang tidak terlihat. Indonesia memiliki kemerdekaan, tetapi acapkali mereka takut untuk membicarakan isu-isunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun-tahun sesudah itu, Indonesia telah meniti jalannya sendiri lewat transformasi demokratis yang luar biasa - dari pemerintahan tangan besi ke pemerintahan dari rakyat. Dalam tahun-tahun terakhir, dunia menyaksikan dengan harapan dan ketakjuban, ketika rakyat Indonesia merangkul peralihan kekuasaan secara damai dan memilih langsung para pemimpin mereka. Dan sebagaimana demokrasi anda dilambangkan oleh Presiden dan parlemen anda yang terpilih, demokrasi anda berkesinambungan dan diperkuat lewat pengecekan dan keseimbangan dari sistem demokrasi itu: sebuah masyarakat madani yang dinamis; partai-partai politik dan serikat-serikat; sebuah media yang hidup dan warganegara yang terlibat serta memastikan bahwa  - di Indonesia - tidak mungkin akan ada kembali ke masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sementara tempat tinggal masa muda saya ini telah mengalami begitu banyak perubahan, hal-hal yang membuat saya mencintai Indonesia -- semangat toleransi yang tertulis dalam UUD anda; dan dilambangkan dengan mesjid-mesjid, gereja-gereja dan kuil-kuil anda, yang berdiri berdampingan satu sama lainnya; semangat yang tercermin dalam diri rakyat anda - masih terus hidup. (tepuk tangan).  Bhineka Tunggal Ika  - persatuan dalam keragaman. (tepuk tangan).  Ini merupakan dasar dari contoh Indonesia kepada dunia dan inilah mengapa Indonesia akan memainkan peranan sedemikian pentingnya dalam abad ke 21. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hari ini, saya kembali ke Indonesia sebagai sahabat, juga sebagai Presiden yang mengusahakan sebuah kemitraan yang dalam dan langgeng di antara kedua negara kita.  (tepuk tangan).  Karena sebagai negara yang besar dan beragam; sebagai tetangga pada kedua tepian Pasifik  dan terutama sebagai demokrasi -- Amerika Serikat dan Indonesia sama-sama terikat oleh kepentingan dan nilai-nilai bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Presiden Yudhoyono dan saya mengumumkan sebuah Kemitraan Komprehensif yang baru antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami meningkatkan hubungan antara kedua pemerintahan di berbagai bidang, dan - juga sama pentingnya - kami meningkatkan hubungan di kalangan rakyat kita. Ini merupakan kemitraan yang setara, berakar pada kepentingan bersama dan saling menghormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sisa waktu hari ini, saya ingin membahas mengapa kisah yang saya baru ceritakan -- kisah Indonesia sejak masa-masa saya tinggal di sini - sedemikian pentingnya untuk Amerika Serikat dan dunia. Saya fokuskan pada tiga bidang yang saling terkait dan mendasar bagi kemajuan manusia - pembangunan, demokrasi dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia bisa memajukan kepentingan bersama kita dalam pembangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pindah ke Indonesia, sulit membayangkan sebuah masa depan di mana kemakmuran keluarga di Chicago dan Jakarta akan terkait. Tetapi ekonomi-ekonomi kita sekarang global, dan penduduk Indonesia telah mengalami baik potensi maupun ancaman dari globalisasi: dari goncangan akibat krisis financial Asia pada tahun 90an sampai ke jutaan penduduk yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu berarti - dan kita belajar dari krisis ekonomi baru-baru ini - kita punya taruhan dalam sukses masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika punya taruhan dalam Indonesia yang tumbuh, dengan kemakmuran yang terbagi secara luas dikalangan rakyat Indonesia - karena sebuah kelas menengah yang meningkat disini berarti pasar baru bagi barang-barang kami, sebagaimana Amerika menjadi pasar untuk barang-barang anda. Jadi kami melakukan lebih banyak investasi di Indonesia, ekspor kami tumbuh hampir 50 persen dan kami membuka pintu untuk orang Amerika dan Indonesia guna berbisnis satu sama lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika punya taruhan dalam sebuah Indonesia yang memainkan perannya yang tepat dalam membentuk ekonomi global. Lewat sudah masa-masa di mana tujuh atau delapan negara secara bersama-sama menentukan arah dari pasar global. Itulah sebabnya G-20 kini menjadi pusat kerjasama ekonomi internasional, sehingga ekonomi yang baru muncul seperti Indonesia punya suara yang lebih besar dan menanggung tanggung jawab lebih besar. Dan lewat kepemimpinannya dalam kelompok anti-korupsi G-20, Indonesia harus memimpin di panggung dunia serta menjadi panutan dalam merangkul transparansi dan akuntabilitas. (tepuk tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika memiliki taruhan dalam sebuah Indonesia yang memperjuangkan pembangunan berkesinambungan, karena cara kita tumbuh akan menentukan kualitas kehidupan kita dan kesehatan planet kita. Itulah sebabnya kami mengembangkan teknologi energi bersih yang bisa menggerakkan industri dan melestarikan sumber daya alam Indonesia yang berharga - dan Amerika menyambut gembira kepemimpinan negara anda dalam usaha global untuk memerangi perubahan iklim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segala-galanya, Amerika punya taruhan dalam sukses rakyat Indonesia. Di bawah kepala-kepala berita harian, kita harus membangun jembatan antara rakyat kita karena kita memiliki keamanan dan kemakmuran masa depan secara bersama. Itulah sebenarnya yang sedang kita lakukan - lewat peningkatan kerjasama diantara ilmuwan dan peneliti kita dan dengan bekerja bersama-sama untuk memupuk kewirausahaan. Dan saya khususnya gembira bahwa kita berkomitmen untuk melipatgandakan jumlah pertukaran mahasiswa Amerika dan Indonesia yang akan belajar di negara kita masing-masing - (tepuk tangan). Kami ingin lebih banyak mahasiswa Indonesia di sekolah-sekolah kami, dan lebih banyak mahasiswa Amerika datang belajar di negara ini (tepuk tangan).  Kami ingin memupuk hubungan baru dan saling pengertian yang lebih mendalam diantara warga muda dalam abad yang masih muda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semuanya merupakan isu-isu yang benar-benar bermakna dalam kehidupan sehari-hari kita. Pembangunan, pada akhirnya, tidak sekadar berkaitan dengan tingkat pertumbuhan serta angka-angka dalam sebuah neraca. Pembangunan berkenaan dengan seorang anak yang bisa belajar ketrampilan yang dibutuhkannya dalam dunia yang sedang berubah. Pembangunan berkenaan dengan sebuah ide bagus yang diberi peluang untuk tumbuh menjadi sebuah bisnis dan tidak dicekik oleh korupsi. Pembangunan berkenaan dengan kekuatan-kekuatan yang telah berhasil mentransformasi Jakarta yang pernah saya kenal - teknologi, perdagangan, aliran manusia dan barang - yang diterjemahkan kedalam sebuah kehidupan yang lebih baik untuk semua warga Indonesia, untuk semua manusia,  sebuah kehidupan yang ditandai oleh harga diri dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan seperti ini tidak bisa dipisahkan dari peran demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita kadang kala mendengar bahwa demokrasi menghalangi kemajuan ekonomi. Ini bukan argumen baru. Khususnya di saat perubahan dan ketidakpastian ekonomi, sebagian pihak akan mengatakan bahwa lebih mudah untuk mengambil jalan pintas menuju pembangunan dengan menukar hak azasi manusia dengan kekuasaan negara.  Tetapi itu bukan yang saya lihat dari kunjungan saya ke India, dan itu bukan pula yang saya lihat di sini di Indonesia. Pencapaian-pencapaian anda menunjukkan bahwa demokrasi dan pembangunan saling memperkuat satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti demokrasi mana pun, anda pernah mengalami langkah mundur dalam perjalanan anda. Amerika juga tidak berbeda. Konstitusi kami sendiri menyebutkan upaya untuk membentuk 'sebuah persatuan yang lebih sempurna', dan itu adalah perjalanan yang telah kami tempuh sejak itu. Kami mengalami Perang Saudara dan kami berjuang untuk memperluas hak-hak bagi semua warga negara kami. Tapi upaya ini pula yang telah membuat kami lebih kuat dan lebih makmur, selagi juga menjadi masyarakat yang lebih adil dan bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti negara-negara lain yang pernah dijajah pemerintah kolonial di abad lalu, Indonesia telah berjuang dan berkorban demi hak untuk menentukan nasib sendiri. Inilah makna Hari Pahlawan - sebuah Indonesia yang merupakan milik warga Indonesia. Tapi anda juga pada akhirnya memutuskan bahwa kebebasan tidak berarti menggantikan tangan besi pemerintah kolonial dengan tangan besi sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja demokrasi itu tidaklah rapi. Tidak semua orang menyukai hasil setiap pemilihan. Anda mengalami kemajuan dan kemunduran. Tetapi perjalanan yang anda tempuh ini tetap layak, dan lebih dari sekadar mengisi kotak suara dalam pemilihan. Perlu ada lembaga kuat untuk mengawasi kekuasaan -  konsentrasi kekuasaan. Perlu ada pasar-pasar terbuka guna memungkinkan individu-individu untuk maju. Perlu ada pers bebas dan sistem keadilan yang independen untuk menghapus penyalahgunaan dan ekses, serta untuk menagih akuntabilitas. Perlu ada masyarakat yang terbuka dan warga negara yang aktif untuk menolak ketimpangan dan ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kekuatan-kekuatan yang akan memajukan Indonesia. Dan akan harus ada penolakan terhadap toleransi pada korupsi yang menghalangi kesempatan; juga komitmen terhadap transparansi yang memberi setiap warga Indonesia kepentingan dalam pemerintahan; dan keyakinan bahwa kebebasan rakyat Indonesia -  yang telah diperjuangkan rakyat Indonesia adalah hal yang mempersatukan negara besar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pesan dari rakyat Indonesia yang telah memajukan kisah demokratis ini – mulai dari mereka yang bertarung dalam Perang Surabaya tepat 55 tahun lalu hari ini hingga para mahasiswa yang berdemo secara damai untuk demokrasi di tahun 1990-an; juga para pemimpin yang telah merangkul transisi kekuasaan secara damai di abad yang masih muda ini. Karena pada akhirnya, hak warga negaralah yang akan menyatukan Nusantara yang luar biasa dan menjangkau dari Sabang hingga Merauke ini - sebuah ketetapan hati - (tepuk tangan) – sebuah ketetapan hati agar setiap anak yang lahir di negara ini akan diperlakukan sama, terlepas dari asal-usulnya apakah dari Jawa atau Aceh; dari Bali atau Papua. (Tepuk tangan). Bahwa semua orang Indonesia memiliki hak yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya tersebut terlihat pula dari contoh yang kini ditunjukkan Indonesia di luar negeri. Indonesia mengambil inisiatif untuk mendirikan Forum Demokrasi Bali, sebuah forum terbuka bagi negara-negara untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik untuk memupuk demokrasi. Indonesia juga telah berada di garda depan dalam upaya menuntut perhatian lebih banyak terhadap HAM di ASEAN. Negara-negara di Asia Tenggara harus memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, dan Amerika Serikat sangat mendukung hak tersebut. Tetapi rakyat Asia Tenggara juga harus memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri. Dan itu sebabnya kami mengutuk pemilihan di Burma baru-baru ini yang tidak bebas dan adil. Itu sebabnya kami mendukung masyarakat madani anda yang kuat untuk bekerja sama dengan rekan setara anda di seluruh kawasan ini. Karena tidak ada alasan mengapa rasa hormat terhadap HAM harus berhenti di perbatasan sebuah negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergandengan tangan, inilah makna pembangunan dan demokrasi, bahwa nilai-nilai tertentu bersifat universal. Kemakmuran tanpa kebebasan adalah bentuk lain kemiskinan. Karena ada aspirasi yang dirasakan umat manusia - kebebasan untuk mengetahui bahwa pemimpin anda bertanggung jawab kepada anda, dan bahwa anda tidak akan dipenjara karena ketidaksepakatan dengan mereka; kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan untuk dapat bekerja dengan martabat; kebebasan untuk beribadah tanpa rasa takut atau pembatasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah nilai-nilai universal yang harus dipraktikkan di mana pun. Sekarang, agama adalah topik terakhir yang ingin saya bicarakan hari ini, dan - seperti demokrasi dan pembangunan - agama adalah unsur fundamental dalam kisah Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti negara-negara Asia lain yang saya kunjungi dalam perjalanan ini, Indonesia sangat spiritual - tempat di mana orang menyanjung Tuhan dengan banyak cara berbeda. Bersamaan dengan keragaman yang kaya raya ini, Indonesia juga memiliki populasi Muslim terbesar - sebuah fakta yang saya temui sebagai anak kecil ketika saya mendengar panggilan untuk shalat di seluruh Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya individu tidak hanya didefinisikan oleh kepercayaannya, Indonesia juga tidak hanya didefinisikan oleh populasi Muslimnya. Tapi kita juga tahu bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan masyarakat Muslim telah tercerai berai selama bertahun-tahun. Sebagai Presiden, saya menjadikan upaya memperbaiki hubungan ini sebagai prioritas. (Tepuk tangan). Sebagai bagian upaya tersebut, saya pergi ke Kairo bulan Juni lalu dan saya menyerukan sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim di seluruh dunia - yaitu awal yang membentuk jalan bagi kita untuk mengatasi perbedaan antara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya mengatakan, dan saya mengulanginya sekarang, bahwa tidak ada satu pidato tunggal yang dapat menghilangkan rasa tidak percaya yang terpupuk selama bertahun-tahun.  Tapi saya yakin waktu itu, dan saya juga yakin hari ini, bahwa kita punya pilihan. Kita dapat memilih untuk dicirikan oleh perbedaan-perbedaan kita, lalu menyerah kepada semua masa depan penuh kecurigaan dan rasa tidak percaya. Atau kita dapat memilih untuk bekerja keras mencari persamaan, dan membuat komitmen untuk terus mengejar kemajuan. Dan saya dapat menjanjikan kepada  anda – bahwa kemunduran apapun yang timbul, Amerika Serikat berkomitmen terhadap kemajuan manusia. Itu adalah kami. Itu yang sudah kami lakukan. Dan itu yang akan kami kerjakan. (Tepuk tangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kami tahu betul isu-isu yang telah menimbulkan ketegangan selama bertahun-tahun – dan ini adalah isu-isu yang telah saya ungkapkan di Kairo. Selama 17 bulan terakhir setelah penyampaian pidato tersebut, kita telah mencapai kemajuan, tapi kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga negara sipil di Amerika, Indonesia, dan di seluruh dunia masih menjadi target ekstremisme keras. Saya telah perjelas bahwa Amerika bukan, dan tidak akan pernah, berperang dengan Islam. Tetapi kita semua harus bekerja sama untuk mengalahkan al Qaida dan sekutu-sekutunya, yang tidak berhak mengaku sebagai pemimpin agama mana pun – dan sudah pasti bukan pemimpin agama dunia yang besar seperti Islam. Tapi mereka yang ingin membangun tidak boleh mengalah kepada teroris yang ingin merusak. Dan ini bukan tugas Amerika semata. Di sini di Indonesia, anda bahkan telah mencapai kemajuan dengan menangkapi ekstremis dan memerangi kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afghanistan, kami terus bekerja sama dengan sebuah koalisi negara-negara untuk membangun kapasitas pemerintah Afghanistan guna mengamankan masa depan mereka. Kepentingan bersama kami adalah membangun perdamaian di sebuah daerah yang hancur akibat perang - perdamaian yang tidak memberikan tempat berlindung bagi kaum ekstremis keras, dan yang memberi harapan bagi rakyat Afghanistan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kami juga telah mencapai kemajuan dalam salah satu komitmen utama kami – yaitu upaya untuk mengakhiri perang di Irak. Hampir seratus ribu tentara Amerika kini telah meninggalkan Irak, di masa kepresidenan saya. (Tepuk tangan). Rakyat Irak mengemban tanggung jawab penuh atas keamanan mereka. Dan kami akan terus mendukung Irak dalam upaya mereka membentuk pemerintah yang inklusif, dan kami akan memulangkan semua tentara kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Timur Tengah, kami telah menghadapi awal buruk dan kemunduran, tapi kami tidak menyerah dalam memperjuangkan perdamaian. Rakyat Israel dan Palestina telah memulai kembali pembicaraan langsung antar mereka, tapi hambatan-hambatan besar masih ada. Jangan ada ilusi bahwa perdamaian dan keamanan akan datang dengan mudah. Tapi jangan ada keraguan: Amerika akan berupaya penuh untuk mencapai hasil yang adil, dan ini adalah kepentingan semua pihak yang terlibat --  dua negara, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan keamanan. Itu adalah tujuan kami. (Tepuk tangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhannya tinggi dalam memecahkan semua isu ini. Karena dunia kita semakin kecil dan sementara kekuatan-kekuatan yang menghubungkan kita juga menciptakan peluang dan kekayaan yang besar, kekuatan-kekuatan tersebut juga memberdayakan mereka yang berniat menghambat kemajuan. Satu bom di sebuah pasar dapat menghancurkan maraknya perdagangan harian. Satu kabar angin yang dibisikkan dapat menutupi kebenaran, dan memicu kekerasan antar masyarakat yang sebelumnya hidup bersama dalam damai. Di masa perubahan cepat dan perbenturan budaya ini, apa yang kita miliki bersama sebagai umat manusia terkadang bisa hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya percaya bahwa sejarah Amerika dan Indonesia bisa memberi kita harapan. Ini adalah kisah yang tertulis dalam moto nasional kita. Di Amerika, moto kami adalah E pluribus unum – dari banyak, muncul satu. Bhinneka Tunggal Ika – persatuan dalam keragaman. (Tepuk tangan). Kita adalah dua negara yang telah menempuh jalur berbeda. Tetapi kedua negara kita menunjukkan bahwa ratusan juta yang memiliki keyakinan berbeda dapat dipersatukan dalam kebebasan di bawah satu bendera. Dan kita kini sedang membangun berdasarkan kemanusiaan bersama ini - melalui orang-orang muda yang akan belajar di sekolah-sekolah di kedua negara kita; melalui para wirausahawan yang memperkuat ikatan yang dapat membawa kemakmuran yang lebih besar; dan melalui penerimaan kita atas nilai-nilai demokrasi yang mendasar dan aspirasi umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya datang ke sini, saya mengunjungi masjid Istiqlal - sebuah tempat ibadah yang dulu masih dibangun ketika saya tinggal di Jakarta. Saya mengagumi menaranya yang tinggi, kubahnya yang besar, dan ruang dalamnya yang menyambut pengunjung. Tapi nama dan sejarahnya juga mewakili apa yang menjadikan Indonesia besar. Istiqlal berarti kemerdekaan, dan konstruksinya sebagian adalah kesaksian dari perjuangan negara ini untuk mendapat kebebasan. Selain itu, rumah ibadah bagi ribuan umat Muslim dirancang oleh seorang arsitek Kristen. (Tepuk tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jiwa Indonesia. Itulah pesan dari falsafah inklusif Indonesia, Pancasila. (Tepuk tangan). Di seluruh nusantara yang menyimpan sejumlah ciptaan Tuhan yang paling indah, muncul pulau-pulau di atas samudera yang dinamai untuk kebebasan, dan rakyat yang memilih cara beribadah kepada Tuhan sesuai keinginan mereka. Islam berkembang, demikian pula agama-agama lain. Pembangunan diperkuat oleh kemunculan demokrasi. Tradisi lama bertahan, meski negara bergerak maju sebagai kekuatan yang menanjak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bukan berarti Indonesia tidak memiliki cacat. Tidak ada satupun negara yang sempurna. Tapi di sini kita dapat menemukan kemampuan untuk menjembatani perbedaan ras dan kawasan dan agama - melalui kemampuan untuk melihat diri anda sendiri dalam semua individu. Sebagai seorang anak berketurunan banyak ras dan datang kemari dari negeri jauh, saya menemukan semangat ini dalam sambutan yang saya terima ketika pindah kesini: Selamat Datang. Sebagai seorang Kristen yang mengunjungi masjid dalam lawatan ini, saya menemukannya dalam kata-kata seorang pemimpin yang ditanyai mengenai kunjungan saya ini dan ia mengatakan "Muslim juga diizinkan mengunjungi gereja. Kita semua adalah umat Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percikan kebijakan itu hidup dalam diri kita semua. Kita tidak dapat mengalah pada keraguan atau sikap sinis atau keputusasaan. Kisah Indonesia dan Amerika harus membuat kita optimis, karena menunjukkan kepada kita bahwa sejarah berada di sisi kemajuan manusia; bahwa persatuan lebih kuat daripada perpecahan; dan bahwa rakyat dunia ini dapat hidup bersama dalam damai. Semoga kedua negara kita dengan bekerja bersama, dengan keyakinan dan ketetapan hati, berbagi kebenaran ini dengan semua umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya mengucapkan kepada seluruh rakyat Indonesia: terima kasih. Terima kasih. Assalamu’alaikum. Thank you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(asy/nrl)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-6801179168025161325?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/6801179168025161325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=6801179168025161325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6801179168025161325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/6801179168025161325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/pidato-lengkap-presiden-as-di-kampus-ui.html' title='Pidato Lengkap Presiden AS di Kampus UI'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5990852501178505893</id><published>2010-11-27T02:18:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T02:20:04.238+07:00</updated><title type='text'>Semuanya sementara</title><content type='html'>*Semuanya sementara.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terimalah penderitaan Anda*&lt;br /&gt;*sebagai sementara,*&lt;br /&gt;*yang akan segera disirnakan oleh Tuhan,*&lt;br /&gt;*jika Anda memohon dengan tulus dan*&lt;br /&gt;*ikhlas bekerja untuk memperbaiki keadaan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa kelebihan Anda&lt;br /&gt;adalah sementara,&lt;br /&gt;yang akan dilestarikan oleh Tuhan&lt;br /&gt;jika Anda mensyukurinya&lt;br /&gt;dan menjadikannya pembahagia&lt;br /&gt;kehidupan sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang sementara&lt;br /&gt;bisa diperbaiki atau dilestarikan,&lt;br /&gt;bersama Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh - October 31, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5990852501178505893?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5990852501178505893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5990852501178505893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5990852501178505893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5990852501178505893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/semuanya-sementara.html' title='Semuanya sementara'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-390026150497435505</id><published>2010-11-27T02:14:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T02:14:54.354+07:00</updated><title type='text'>Sebetulnya, apakah yang sedang kau tunggu?</title><content type='html'>Tidak semua orang bersikap ramah dan berupaya mengerti mengapa kita mengharuskan diri kita untuk berkomunikasi dengan santun , tetapi pasti ada sesuatu yang baik dari yang kita lakukan – bila kita diijinkan tumbuh mencapai ukuran kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila yang kau cari adalah uang, maka memang tidak semua pekerjaan baik adalah untukmu. Tetapi bila engkau bersungguh-sungguh untuk melayani bagi kebaikan orang lain, maka semua pekerjaan terbaik akan didorongkan ke arahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk sampai pada keadaan yang kau impikan itu, adalah langkah pertama meninggalkan keadaanmu sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mario Teguh Super Note “Selasa 18 Nop 2008” : Sebetulnya, apakah yang sedang kau tunggu?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-390026150497435505?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/390026150497435505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=390026150497435505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/390026150497435505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/390026150497435505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/sebetulnya-apakah-yang-sedang-kau.html' title='Sebetulnya, apakah yang sedang kau tunggu?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-510274448741728186</id><published>2010-11-27T02:01:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T02:02:59.882+07:00</updated><title type='text'>RD Indeks</title><content type='html'>Lebih Jauh Mengenal Reksa Dana Indeks Kamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Vibiznews – Mutual Fund) - Reksa dana indeks adalah reksa dana yang portfolionya terdiri atas saham-saham penyusun indeks tertentu. Proporsi kepemilikan saham oleh reksa dana indeks sebisa mungkin disamakan dengan komposisi indeks acuan tersebut sehingga diharapkan kinerjanya akan menyamai kinerja indeks acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan reksa dana indeks sama dengan reksa dana pada umumnya. Manajer investasi akan membeli saham-saham di pasar sampai dengan komposisinya menyamai indeks. Tentu saja dalam perjalanannya nanti akan terjadi sedikit perbedaan kinerja dengan indeks acuan. Perbedaan ini disebut dengan “tracking error”. Setiap beberapa bulan sekali, manajer investasi akan menata ulang portfolionya untuk meminimalisasi tracking error ini. Manajer investasi kemudian menjual membeli unit penyertaan kepada para investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelian reksa dana indeks sama dengan reksa dana pada umumnya. Kita dapat membelinya di agen penjual reksa dana atau langsung ke manajer investasinya. Begitu juga jika kita ingin menjual unit reksa dana kita. NAB reksa dana indeks dapat kita lihat setelah berakhirnya sesi perdagangan harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, reksadana indeks adalah reksadana yang dikelola secara pasif, dengan tujuan utama menghasilkan kinerja yang mengikuti kinerja indeks tertentu (misalnya S&amp;amp;P 500, Dow Jones 30, IHSG atau JII) dengan biaya seminimal mungkin. Komposisi portofolio akan mirip dengan indeks yang diikuti dan tidak memerlukan riset khusus dalam pembentukan (construction) maupun penyesuaian (rebalancing) portofolio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan portofolio yang dikelola secara aktif, transaksi jual-beli (portfolio turn over) RDI juga relatif lebih jarang. Akibatnya, bagi manajer investasi, biaya pengelolaan secara pasif ini jadi jauh lebih kecil. Otomatis, biaya yang dibebankan ke nasabah investor jadi jauh lebih kecil. Selain biaya rendah, RDI relatif lebih transparan karena komposisi portofolionya jelas, mirip dengan indeks, dan hanya berubah sedikit, terutama jika ada perubahan komposisi indeks yang di ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena reksa dana indeks memerlukan pengawasan yang relatif sedikit, maka management fee untuk MI biasanya cukup rendah. Untuk Danareksa Indeks Syariah, misalnya management fee tahunan maksimal 0.3% dari NAB. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengelolaan reksa dana saham biasa yang bisa mencapai 2.5% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana Indeks cocok bagi investor yang sepaham dengan EMH (Efficient Market Hypothesis) bahwa return abnormal tak dapat dipertahankan dan lebih bersifat untung-untungan, yang tidak mau pusing-pusing memilih manajer investasi, serta ingin berinvestasi ke pasar modal dengan biaya serendah mungkin. Juga cocok bagi yang mementingkan transparansi tinggi, dan merasa bahwa menganalisa arah indeks jauh lebih mudah daripada arah pergerakan saham satu-persatu.&lt;br /&gt;Dalam 30 tahun terakhir ini, reksadana indeks tumbuh pesat hingga sekarang mencapai nilai US$ 2.2 trilyun (saham), US$ 900 milyar (bonds) dan US$1.1 trilyun (saham dan obligasi internasional). Yang menarik, pemimpin Fidelity, perusahaan manajemen investasi terbesar Amerika, salah satu penentang keras ide RDI, turut mengembangkan bisnis RDI untuk Fidelity yang kini sudah mencapai nilai US$ 30 milyar atau Rp. 270 trilyun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia perkembangan reksadana indeks juga cukup menggembirakan.bahkan hasil investasi reksa dana berbentuk indeks ini hampir menyamai hasil investasi reksa dana saham. Menurut pemiliknya dana kelolaan yang dihasilkan dari reksadana indeks ini mengalami peningkatan yang cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada 2 reksadana indeks di Indonesia yaitu:&lt;br /&gt;• Danareksa Indeks Syariah dengan NAB/UP 2,200.82 dengan imbal hasil per tahunnya 34.72% per tanggal 2 November 2010&lt;br /&gt;• Reksa Dana Kresna Indeks 45 dengan NAB/UP 2,919.72 dengan imbal hasil per tahunnya 47.07% per tanggal 2 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana indeks ini pada dasarnya bisa berfungsi sebagai diversifikasi portofolio sebab akan memberikan return yang mendekati indeks dan kalau misalnya rugi pun sama dengan indeks. Bila dibandingkan dengan reksadana saham, untuk Indonesia kinerjanya lebih tinggi dari kinerja indeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bd/AP/vbn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-510274448741728186?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/510274448741728186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=510274448741728186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/510274448741728186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/510274448741728186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/rd-indeks.html' title='RD Indeks'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4985460134018607084</id><published>2010-11-27T01:51:00.005+07:00</published><updated>2010-11-27T01:59:40.984+07:00</updated><title type='text'>Speech from Mr. President Obama - Jakarta (November 2010)</title><content type='html'>Pidato President Obama.&lt;br /&gt;Thank you for this wonderful welcome. Thank you to the people of Jakarta. And thank you to the people of Indonesia.I am so glad that I made it to Indonesia, and that Michelle was able to join me. We had a couple of false starts this year, but I was determined to visit a country that has meant so much to me. Unfortunately, it’s a fairly quick visit, but I look forward to coming back a year from now, when Indonesia hosts the East Asia Summit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before I go any further, I want to say that our thoughts and prayers are with all of those Indonesians affected by the recent tsunami and volcanic eruptions – particularly those who have lost loved ones, and those who have been displaced. As always, the United States stands with Indonesia in responding to this natural disaster, and we are pleased to be able to help as needed. As neighbors help neighbors and families take in the displaced, I know that the strength and resilience of the Indonesian people will pull you through once more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me begin with a simple statement: Indonesia is a part of me. I first came to this country when my mother married an Indonesian man named Lolo Soetoro. As a young boy, I was coming to a different world. But the people of Indonesia quickly made me feel at home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta looked very different in those days. The city was filled with buildings that were no more than a few stories tall. The Hotel Indonesia was one of the few high rises, and there was just one brand new shopping center called Sarinah. Betchaks outnumbered automobiles in those days, and the highway quickly gave way to unpaved roads and kampongs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We moved to Menteng Dalam, where we lived in a small house with a mango tree out front. I learned to love Indonesia while flying kites, running along paddy fields, catching dragonflies, and buying satay and baso from the street vendors. Most of all, I remember the people – the old men and women who welcomed us with smiles; the children who made a foreigner feel like a neighbor; and the teachers who helped me learn about the wider world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because Indonesia is made up of thousands of islands, hundreds of languages, and people from scores of regions and ethnic groups, my times here helped me appreciate the common humanity of all people. And while my stepfather, like most Indonesians, was raised a Muslim, he firmly believed that all religions were worthy of respect. In this way, he reflected the spirit of religious tolerance that is enshrined in Indonesia’s Constitution, and that remains one of this country’s defining and inspiring characteristics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stayed here for four years – a time that helped shape my childhood; a time that saw the birth of my wonderful sister, Maya; and a time that made such an impression on my mother that she kept returning to Indonesia over the next twenty years to live, work and travel – pursuing her passion of promoting opportunity in Indonesia’s villages, particularly for women and girls. For her entire life, my mother held this place and its people close to her heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So much has changed in the four decades since I boarded a plane to move back to Hawaii. If you asked me – or any of my schoolmates who knew me back then – I don’t think any of us could have anticipated that I would one day come back to Jakarta as President of the United States. And few could have anticipated the remarkable story of Indonesia over these last four decades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jakarta that I once knew has grown to a teeming city of nearly ten million, with skyscrapers that dwarf the Hotel Indonesia, and thriving centers of culture and commerce. While my Indonesian friends and I used to run in fields with water buffalo and goats, a new generation of Indonesians is among the most wired in the world – connected through cell phones and social networks. And while Indonesia as a young nation focused inward, a growing Indonesia now plays a key role in the Asia Pacific and the global economy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This change extends to politics. When my step-father was a boy, he watched his own father and older brother leave home to fight and die in the struggle for Indonesian independence. I’m happy to be here on Heroes Day to honor the memory of so many Indonesians who have sacrificed on behalf of this great country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I moved to Jakarta, it was 1967, a time that followed great suffering and conflict in parts of this country. Even though my step-father had served in the Army, the violence and killing during that time of political upheaval was largely unknown to me because it was unspoken by my Indonesian family and friends. In my household, like so many others across Indonesia, it was an invisible presence. Indonesians had their independence, but fear was not far away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the years since then, Indonesia has charted its own course through an extraordinary democratic transformation – from the rule of an iron fist to the rule of the people. In recent years, the world has watched with hope and admiration, as Indonesians embraced the peaceful transfer of power and the direct election of leaders. And just as your democracy is symbolized by your elected President and legislature, your democracy is sustained and fortified by its checks and balances: a dynamic civil society; political parties and unions; a vibrant media and engaged citizens who have ensured that – in Indonesia – there will be no turning back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But even as this land of my youth has changed in so many ways, those things that I learned to love about Indonesia – that spirit of tolerance that is written into your Constitution; symbolized in your mosques and churches and temples; and embodied in your people – still lives on. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. This is the foundation of Indonesia’s example to the world, and this is why Indonesia will play such an important role in the 21st century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So today, I return to Indonesia as a friend, but also as a President who seeks a deep and enduring partnership between our two countries. Because as vast and diverse countries; as neighbors on either side of the Pacific; and above all as democracies – the United States and Indonesia are bound together by shared interests and shared values.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday, President Yudhoyono and I announced a new, Comprehensive Partnership between the United States and Indonesia. We are increasing ties between our governments in many different areas, and – just as importantly – we are increasing ties among our people. This is a partnership of equals, grounded in mutual interests and mutual respect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With the rest of my time today, I’d like to talk about why the story I just told – the story of Indonesia since the days when I lived here – is so important to the United States, and to the world. I will focus on three areas that are closely related, and fundamental to human progress – development, democracy, and religion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, the friendship between the United States and Indonesia can advance our mutual interest in development.&lt;br /&gt;When I moved to Indonesia, it would have been hard to imagine a future in which the prosperity of families in Chicago and Jakarta would be connected. But our economies are now global, and Indonesians have experienced both the promise and perils of globalization: from the shock of the Asian financial crisis in the 1990s to the millions lifted out of poverty. What that means – and what we learned in the recent economic crisis – is that we have a stake in each other’s success.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;America has a stake in an Indonesia that is growing, with prosperity that is broadly shared among the Indonesian people – because a rising middle class here means new markets for our goods, just as America is a market for yours. And so we are investing more in Indonesia, our exports have grown by nearly 50 percent, and we are opening doors for Americans and Indonesians to do business with one another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;America has a stake in an Indonesia that plays its rightful role in shaping the global economy. Gone are the days when seven or eight countries could come together to determine the direction of global markets. That is why the G-20 is now the center of international economic cooperation, so that emerging economies like Indonesia have a greater voice and bear greater responsibility. And through its leadership of the G-20’s anti-corruption group, Indonesia should lead on the world stage and by example in embracing transparency and accountability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;America has a stake in an Indonesia that pursues sustainable development, because the way we grow will determine the quality of our lives and the health of our planet. That is why we are developing clean energy technologies that can power industry and preserve Indonesia’s precious natural resources – and America welcomes your country’s strong leadership in the global effort to combat climate change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Above all, America has a stake in the success of the Indonesian people. Underneath the headlines of the day, we must build bridges between our peoples, because our future security and prosperity is shared. That is exactly what we are doing – by increased collaboration among our scientists and researchers, and by working together to foster entrepreneurship. And I am especially pleased that we have committed to double the number of American and Indonesian students studying in our respective countries – we want more Indonesian students in our schools, and more American students to come study in this country, so that we can forge new ties that last well into this young century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These are the issues that really matter in our daily lives. Development, after all, is not simply about growth rates and numbers on a balance sheet. It’s about whether a child can learn the skills they need to make it in a changing world. It’s about whether a good idea is allowed to grow into a business, and not be suffocated by corruption. It’s about whether those forces that have transformed the Jakarta that I once knew -technology and trade and the flow of people and goods – translate into a better life for human beings, a life marked by dignity and opportunity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This kind of development is inseparable from the role of democracy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, we sometimes hear that democracy stands in the way of economic progress. This is not a new argument. Particularly in times of change and economic uncertainty, some will say that it is easier to take a shortcut to development by trading away the rights of human beings for the power of the state. But that is not what I saw on my trip to India, and that is not what I see in Indonesia. Your achievements demonstrate that democracy and development reinforce one another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like any democracy, you have known setbacks along the way. America is no different. Our own Constitution spoke of the effort to forge a “more perfect union,” and that is a journey we have travelled ever since, enduring Civil War and struggles to extend rights to all of our citizens. But it is precisely this effort that has allowed us to become stronger and more prosperous, while also becoming a more just and free society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like other countries that emerged from colonial rule in the last century, Indonesia struggled and sacrificed for the right to determine your destiny. That is what Heroes Day is all about – an Indonesia that belongs to Indonesians. But you also ultimately decided that freedom cannot mean replacing the strong hand of a colonizer with a strongman of your own.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, democracy is messy. Not everyone likes the results of every election. You go through ups and downs. But the journey is worthwhile, and it goes beyond casting a ballot. It takes strong institutions to check the concentration of power. It takes open markets that allow individuals to thrive. It takes a free press and an independent justice system to root out abuse and excess, and to insist upon accountability. It takes open society and active citizens to reject inequality and injustice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These are the forces that will propel Indonesia forward. And it will require a refusal to tolerate the corruption that stands in the way of opportunity; a commitment to transparency that gives every Indonesian a stake in their government; and a belief that the freedom that Indonesians have fought for is what holds this great nation together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That is the message of the Indonesians who have advanced this democratic story – from those who fought in the Battle of Surabaya 55 years ago today; to the students who marched peacefully for democracy in the 1990s, to leaders who have embraced the peaceful transition of power in this young century. Because ultimately, it will be the rights of citizens that will stitch together this remarkable Nusantara that stretches from Sabang to Merauke – an insistence that every child born in this country should be treated equally, whether they come from Java or Aceh; Bali or Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That effort extends to the example that Indonesia sets abroad. Indonesia took the initiative to establish the Bali Democracy Forum, an open forum for countries to share their experiences and best practices in fostering democracy. Indonesia has also been at the forefront of pushing for more attention to human rights within ASEAN. The nations of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny, and the United States will strongly support that right. But the people of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny as well. That is why we condemned elections in Burma that were neither free nor fair. That is why we are supporting your vibrant civil society in working with counterparts across this region. Because there is no reason why respect for human rights should stop at the border of any country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hand in hand, that is what development and democracy are about – the notion that certain values are universal. Prosperity without freedom is just another form of poverty. Because there are aspirations that human beings share – the liberty of knowing that your leader is accountable to you, and that you won’t be locked up for disagreeing with them; the opportunity to get an education and to work with dignity; the freedom to practice your faith without fear or restriction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Religion is the final topic that I want to address today, and – like democracy and development – it is fundamental to the Indonesian story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like the other Asian nations that I am visiting on this trip, Indonesia is steeped in spirituality – a place where people worship God in many different ways. Along with this rich diversity, it is also home to the world’s largest Muslim population – a truth that I came to know as a boy when I heard the call to prayer across Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just as individuals are not defined solely by their faith, Indonesia is defined by more than its Muslim population. But we also know that relations between the United States and Muslim communities have frayed over many years. As President, I have made it a priority to begin to repair these relations. As a part of that effort, I went to Cairo last June, and called for a new beginning between the United States and Muslims around the world – one that creates a path for us to move beyond our differences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I said then, and I will repeat now, that no single speech can eradicate years of mistrust. But I believed then, and I believe today, that we have a choice. We can choose to be defined by our differences, and give in to a future of suspicion and mistrust. Or we can choose to do the hard work of forging common ground, and commit ourselves to the steady pursuit of progress. And I can promise you – no matter what setbacks may come, the United States is committed to human progress. That is who we are. That is what we have done. That is what we will do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We know well the issues that have caused tensions for many years – issues that I addressed in Cairo. In the 17 months that have passed we have made some progress, but much more work remains to be done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innocent civilians in America, Indonesia, and across the world are still targeted by violent extremists. I have made it clear that America is not, and never will be, at war with Islam. Instead, all of us must defeat al Qaeda and its affiliates, who have no claim to be leaders of any religion – certainly not a great, world religion like Islam. But those who want to build must not cede ground to terrorists who seek to destroy. This is not a task for America alone. Indeed, here in Indonesia, you have made progress in rooting out terrorists and combating violent extremism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Afghanistan, we continue to work with a coalition of nations to build the capacity of the Afghan government to secure its future. Our shared interest is in building peace in a war-torn land – a peace that provides no safe-haven for violent extremists, and that provides hope for the Afghan people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, we have made progress on one of our core commitments – our effort to end the war in Iraq. 100,000 American troops have left Iraq. Iraqis have taken full responsibility for their security. And we will continue to support Iraq as it forms an inclusive government and we bring all of our troops home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the Middle East, we have faced false starts and setbacks, but we have been persistent in our pursuit of peace. Israelis and Palestinians restarted direct talks, but enormous obstacles remain. There should be no illusions that peace and security will come easy. But let there be no doubt: we will spare no effort in working for the outcome that is just, and that is in the interest of all the parties involved: two states, Israel and Palestine, living side by side in peace and security.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The stakes are high in resolving these issues, and the others I have spoken about today. For our world has grown smaller and while those forces that connect us have unleashed opportunity, they also empower those who seek to derail progress. One bomb in a marketplace can obliterate the bustle of daily commerce. One whispered rumor can obscure the truth, and set off violence between communities that once lived in peace. In an age of rapid change and colliding cultures, what we share as human beings can be lost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I believe that the history of both America and Indonesia gives us hope. It’s a story written into our national mottos. E pluribus unum – out of many, one. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. We are two nations, which have travelled different paths. Yet our nations show that hundreds of millions who hold different beliefs can be united in freedom under one flag. And we are now building on that shared humanity – through the young people who will study in each other’s schools; through the entrepreneurs forging ties that can lead to prosperity; and through our embrace of fundamental democratic values and human aspirations..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earlier today, I visited the Istiqlal mosque – a place of worship that was still under construction when I lived in Jakarta. I admired its soaring minaret, imposing dome, and welcoming space. But its name and history also speak to what makes Indonesia great. Istiqlal means independence, and its construction was in part a testament to the nation’s struggle for freedom. Moreover, this house of worship for many thousands of Muslims was designed by a Christian architect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Such is Indonesia’s spirit. Such is the message of Indonesia’s inclusive philosophy, Pancasila. Across an archipelago that contains some of God’s most beautiful creations, islands rising above an ocean named for peace, people choose to worship God as they please. Islam flourishes, but so do other faiths. Development is strengthened by an emerging democracy. Ancient traditions endure, even as a rising power is on the move.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That is not to say that Indonesia is without imperfections. No country is. But here can be found the ability to bridge divides of race and region and religion – that ability to see yourself in all individuals. As a child of a different race coming from a distant country, I found this spirit in the greeting that I received upon moving here: Selamat Datang. As a Christian visiting a mosque on this visit, I found it in the words of a leader who was asked about my visit and said, “Muslims are also allowed in churches. We are all God’s followers.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That spark of the divine lies within each of us. We cannot give in to doubt or cynicism or despair. The stories of Indonesia and America tell us that history is on the side of human progress; that unity is more powerful than division; and that the people of this world can live together in peace. May our two nations work together, with faith and determination, to share these truths with all mankind.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4985460134018607084?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4985460134018607084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4985460134018607084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4985460134018607084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4985460134018607084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/speech-from-mr-president-obama-jakarta.html' title='Speech from Mr. President Obama - Jakarta (November 2010)'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-5965123138312288015</id><published>2010-11-27T01:24:00.003+07:00</published><updated>2010-11-27T01:45:52.501+07:00</updated><title type='text'>Hidup di masa lalu ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa begitu banyak orang hidup di masa lalu ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mengapa begitu banyak orang mencitrakan diri dan mengingkari eksistensialismenya saat ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini adalah hari ini. Kemarin sudah berlalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini merupakan kesempatan kita untuk kembali memulai suatu hal yang baru. Gk usah banyak hal, lakukan yang bisa kita lakukan dengan baik di hari ini !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini hanya 24 jam. Sama seperti kemarin, 24 jam juga. Bahkan besok pun 24 juga ! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mari gunakan waktu hari ini, 24 jam saya, kamu, kita semua dengan baik. Mari berdamai dengan masa-masa lalu mu dengan selalu bersyukur dan mencari cara untuk bisa mengobati dan melepaskan dengan sepenuh hati kepahitan masa lalu yang mengganggu itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;24 jam kita adalah sama. Sebentaran juga akan berganti waktu kok...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Eh, tiba-tiba sudah satu minggu berlalu, sebulan, setahun, bertahun-tahun... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti jarum jam yang terus berdetik dengan penuh kesetiaan dan seolah tidak memikirkan apa yang sudah dilakukannya selama itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jangan ragu memulai hal yang baru. 24 jam itu milikmu, yang sudah Dia titipkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan memberkatimu, selalu menyertaimu, dalam langkah hidupmu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Carpe Diem, 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-5965123138312288015?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/5965123138312288015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=5965123138312288015' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5965123138312288015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/5965123138312288015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/hidup-di-masa-lalu.html' title='Hidup di masa lalu ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1370916129385122055</id><published>2010-11-27T01:11:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T01:13:28.497+07:00</updated><title type='text'>Business Insight : BPR</title><content type='html'>PROSPEK BPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011, BPR tumbuh lebih dari 20%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA. Serbuan bank umum ke segmen mikro tak membuat bank perkreditan rakyat (BPR) kehilangan pangsa pasar. Mereka optimistis tetap mampu tumbuh pesat di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edy Setiadi, Direktur Direktorat Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia (BI) mengatakan, pertumbuhan bisnis BPR tahun depan bakal di atas 20%. "Selama tiga tahun terakhir, BPR tumbuh di atas 17% dan 19% pada tahun ini. Pada 2011 bakal lebih tinggi, minimal 20%," kata dia, Kamis (25/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tren pertumbuhan tiga tahun terakhir, BI optimistis karena pelaku industri ini juga terus melakukan perbaikan. Baik dari permodalan, SDM hingga layanan dan produk. "BPR juga berupaya meneguhkan citranya menjadi bank komunitas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPR jauh lebih mengerti bisnis mikro. Itu terlihat dari debitur yang mereka layani. "Kredit BPR rata-rata Rp 10 juta per nasabah, sementara kredit mikro bank umum di atas Rp 50 juta," katanya. Artinya, BPR lebih mengakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga September 2010, BPR membukukan kredit sekitar Rp 32,8 triliun, tumbuh 17,26% (yoy). Dari jumlah itu, sebanyak 62,92% berupa kredit mikro dan 32,75% merupakan kredit kecil, dengan plafon Rp 50 juta ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai proyeksi pertumbuhan tahun depan, Djoko Suyanto, Ketua Umum Perbarindo, sependapat dengan BI. Tapi, dalam mewujudkan target itu, BPR meminta dukungan BI. Misalnya, memberikan insentif bagi BPR yang ingin berinvestasi di bidang teknologi. "Teknologi syarat utama untuk berkembang. Dengan insentif, industri menjadi lebih terpacu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal likuiditas, BI juga perlu mendukung dalam mengoptimalkan linkage program bank umum dengan BPR, serta mempercepat kehadiran lembaga capex bank. "Dari sisi persaingan, kami ingin pembiayaan usaha mikro dengan plafon Rp 100 juta cukup linkage dengan BPR," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak   Terms of Use "&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1370916129385122055?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1370916129385122055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1370916129385122055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1370916129385122055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1370916129385122055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/business-insight-bpr.html' title='Business Insight : BPR'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4837439767469214272</id><published>2010-11-27T00:42:00.000+07:00</published><updated>2010-11-27T01:08:50.209+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Penemu...</title><content type='html'>Mentalitas Penemu&lt;br /&gt;Oleh: Anthony Dio Martin *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah melihat suatu jenis penutup telinga yang disebut `earmuff'. Basanya, jenis penutup telinga ini banyak dipakai di saat-saat musim salju dengan bahan yang empuk sehingga menutup telinga jadi nyaman. Nah, bagaimanakah earmuff pertama ditemukan? Earmuff, pertama kali ditemukan oleh seorang anak berusia 13 tahun bernama Chester Greenwood di bulan Desember yang dingin di tahun 1873.Saat itu, Chester yang hobi ice-skating di luar, merasa bahwa kupingnya kedinginan. Maka, untuk membuatnya bisa bertahan, ia meminta bantuan neneknya yang kemudian menggunakan kawat dengan diberi kapas penutup di kedua ujungnya untuk melindunginya telinganya. Awalnya ia ketawain habis-habisan oleh teman-temannya. Tapi, saat teman-temannya mulai melihat dia justru bisa bertahan ice-skating lebih lama di luar, mulailah teman-temannya memintanya untuk membuatkan buatnya. Di usia yang ke-17, Chester mematenkan penemuannya dan hingga 60 tahun kemudian, perjalanan hidupnya Chester Greenwood adalah membuat earmuff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, Anda mungkin masih ingat dengan berbagai iklan tentang plester untuk luka. Masih ingat kan dengan iklan tentang anak yang bersepeda, terjatuh dan terluka. Lantas, oleh orangtuanya diberikan plester penutup lukanya. Nah, bagaimanakah penemuan plester luka ini terjadi? Ternyata, plester luka itu pertama kali diinpirasikan oleh seorang koki wanita yang tidak berpengalaman bernama Earl Dickson. Karena kurang trampil, ia seringkali memotong jarinya sendiri saat potong sayur. Akhirnya, oleh suaminya Dickson, yang saat itu bekerja di Johnson and Johnson, ia membuatkan semacam penempel yang dikasih pembalut yang akan segera bisa dipakai saat istrinya terluka. Ternyata, upaya menolong istrinya ini menjadi cikal bakal penemuan plester luka yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun, seorang pembuat permen coklat bernama Clarence Crane, selalu menemukan bahwa coklatnya selalu lumer di saat-saat hari yang panas. Pernah suatu kali, saat sedang mengirim coklatnya, semua coklatnya lumer di alat angkutan sehingga pelanggannya marah-marah. Hal paling buruk terjadi di tahun 1913, ketika para pelanggannya menghentikan pesanan permen coklatnya sampai masalah lumernya coklat bisa teratasi. Akhirnya, untuk mengatasi masalah ini, Clarence mulai memeras otak memikirkan apa yang harus diperbuat untuk menyelamatkan bisnisnya. Akhirnya, Clarence mulai bereksperimen dengan permen yang bisa dibuat lebih keras. Masalahpun muncul, karena yang tersedia saat itu adalah mesin-mesin pembuat obat-obatan. Akhirnya, dengan cerdik, Clarence membuatkan permen yang lebih keras, yang kecil tetapi plus lubang putih ditengahnya (akibat cetakan mesin obatnya). Akhirnya, inilah cikal bakal permen terkenal ya luar negeri, permen ini disebut sebagai life savers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Sehari-hari Menjadi Inspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, berbagai contoh penemuan di atas adalah kisah penemuan yang berawal dari pengalaman sehari-hari. Berbeda dengan para ahli dan penemu yang berkutat di laboratotium atau lokasi riset yang memang dikhususnya untuk mendesain penemuan, rata-rata mereka menemukannya dalam perisitiwa sehari-hari. Mereka justru mendapatkan idenya dari pengalaman, dari peristiwa serta masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Tetapi, justru itulah yang menarik, oleh karena ditemukan dari kehidupan sehari-hari, alat-alat yang mereka temukan pun seperti earmuff, plester luka maupun permen life savers di atas, menjadi barang yang praktis dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari serta praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk diantaranya pula contoh penemuan praktis yang terkenal yakni penemuan penting yang berasal dari seorang pelukis gagal, yang kemudian menjadi seorang sekretaris. Semuanya, dimulai dari persoalan yang sepele. Setiap kali salah mengetik, ia selalu merasa kesulitan. Akhirnya, mulailah ia menggunakan kemampuan mengecatnya untuk menutup kesalahan pengetikan di mesin tiknya. Tidak disangka-sangka bahwa idenya ini kemudian menjadi inspirasi untuk membuat cairan pemutih yang banyak dipakai untuk mengkoreksi tulisan. Dialah Bette Graham. Dan di tahun 1980, perusahaan pembuat cairan putih untuk koreksi kesalahan itu akhirnya terjual lebih dari 47 juta dollar. Sebuah angka yang fantastis, untuk sebuah penemuan yang begitu kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih Mata Inspirasi Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dengan mencermati pengalaman para penemu `kebetulan' di atas, bisakah kita pun memiliki pengalaman seperti itu. Menurut Thomas Alva Edison, yang seumur hidupnya pernah mematenkan lebih dari 1.093 jenis paten, ia mengatakan bahwa pada dasarnya hampir setiap orang punya kesempatan untuk sukses sepertinya. Salah satu problemnya, adalah bagaimana seseorang cara memandang melihat peristiwa sehari-hari dan menganalisa pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita saat melihat permasalahan dan problem yang kita hadapi, biasanya adalah mengeluh, menyalahkan ataupun mengkritik. Akibatnya, yang seringkali terjadi, masalah-masalah dari kehidupan kita, justru melemahkan dan tidak menginspirasi. Kita pun lebih banyak menyalahkan situasi dan melihat persoalan sebagai sebuah kemalangan, bukan sebagai keberuntungan. Saat kita melihat itu sebagai ketidak beruntungan, maka diri kita pun merasa tidak berdaya dengan masalah yang kita hadapi (helpless). Dan lebih parahnya lagi, diri kita pun bahkan jadinya tidak tertarik sama sekali untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi (effortless). Akhirnya, peristiwa ataupun masalah yang kita hadapi pun menjadi sesuatu yang tidak memberdayakan, malah cenderung mencelakakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Menyerah Dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari beberapa penemuan di atas adalah ketidakinginan mereka untuk menyerah dengan situasi. Andaikata nenek Chester Greenwood menasihatinya untuk mengurangi niatnya lebih lama ber-ice skating, sementara Dickson menasihati istrinya untuk berhenti jadi koki, mungkin berebagai penemuan-penemuan tersebut tidak akan pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari berbagai pengalaman tersebut, salah satu mental penting untuk memiliki mental penemu adalah melihat masalah, lantas dengan gigih berupaya memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut. Dan ternyata, dari berbagai alternatif yang dipilih tersebut, beberapa diantaranya berubah menjadi penemuan yang berharga. Dengan demikian, pengalaman penemuan ini memberikan kepada kita pembelajaran agar jangan berpikir untuk mengganti masalah tetapi gantilah solusinya. Berbagai problem dan masalah akan tetap terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimanakah kita berupaya mencari solusinya, itulah akhirnya akan berdampak munculnya alternatif solusi yang lebih baik. Bahkan beberapa diantaranya, tak jarang berujung pada penemuan-penemuan yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Beda Justru Berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, banyak penemu yang berlatar belakang berbeda dengan apa yang ditemukannya. Sama seperti cairan putih pengkoreksi kesalahan yang ditemukan oleh seorang sekretaris berlatar belakang seniman. Begitu pun pisau lipat serbaguna yang ditemukan oleh seorang pemancing ataupun sistem telepon langsung yang justru ditemukan oleh seorang penjual peti mati! Berbagai kejadian ini memberi inspirasi bahwa semakin berbeda latar belakang seseorang maka semakin besar peluang untuk menemukan ide-ide kreatif untuk memecahkan sebuah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesar dengan orang-orang yang terjebak dan ruitinitas dan pekerjaannya sehari-hari dengan `nrimo' dengan apa yang menjadi problem kesehariannya adalah ketumpulan mereka dalam berpikir. Saat ditanya bagaimana mereka akan memecahkan problemnya, mereka biasanya akan memberikan respon,"Memang udah begini masalahnya. Dan inilah yang harus kamu terima!". Dan akibatnya merekapun tidak melihat adanya masalah yang harus dipecahkan. Bayangkanlah kejadiannya mirip seperti kejadian Bette Graham yang mungkin telah dinasihati berkali-kali, "Sebagai sekretaris kamu harus mengetik hati-hati, karena kalau salah maka kamu mesti mengulanginya lagi dari awal". Bayangkanlah kalau Graham Bette kemudian menerima kondisi ini sebagai kenyataan yang harus diterima setiap sekretaris, maka dunia tidak akan pernah diuntungkan oleh penemuannya. Tetapi, justru karena latar belakangnya sebagai pelukis, memberikannya keuntungan. Akhirnya, kebiasaan mencampur catpun dipakainya sebagai sebuah ide untuk mengkoreksi tulisan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, semoga tulisan kali ini menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang `penemuan' baru dari kejadian yang kita alami sehari hari. Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, jutsru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang. Selamat menemukan hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anthony Dio Martin, adalah seorang praktisi bisnis, trainer, speaker, ahli psikologi dan juga personal coach.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4837439767469214272?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4837439767469214272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4837439767469214272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4837439767469214272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4837439767469214272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/menjadi-penemu.html' title='Menjadi Penemu...'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1792255670164119301</id><published>2010-11-21T08:23:00.001+07:00</published><updated>2010-11-21T08:23:48.218+07:00</updated><title type='text'>Motivasi Besar Meninggalkan Zona Aman</title><content type='html'>Motivasi Besar Meninggalkan Zona Aman&lt;br /&gt;Motivasi dan mengajak mengarungi dunia bisnis kepada orang lain bukan suatu perkara mudah. Apalagi orang yang kita ajak tak pernah tertarik dengan dunia bisnis karena khawatir dengan resikonya yang besar.Ditambah pula alasan belum memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah pola pikir orang-orang seperti di Indonesia yang lebih senang bekerja disebuah instansi atau menjadi pegawai untuk berpindah menekuni bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan. Pokoknya ada 1001 alasan yang dikemukakan untuk menyatakan bahwa bekerja pada orang lain atau sebuah instansi akan lebih aman ketimbang berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diibaratkan, hal itu seperti melihat fenomena koloni kepiting, Binantang yang hidup dilaut ini jika ditaruh dalam sebuah keranjang biasanya enggan bergerak keluar.Bila ada seekor kepiting yang merayap berusaha untuk keluar, biasanya teman-temannya akan menariknya sehingga jatuh masuk ke tempat semula, namun jika ada seekor kepiting yang berhasil keluar dari tempat koloninya, maka langsung saja kepiting yang lainnya berbondong-bondong mengikuti dengan jalan yang sama. Begitulah gambaran untuk mengajak orang berbisnis, biasanya orang disekitar mereka yang menjadi penghambat terbesar.Begitu dia sukses maka orang disekitarnya berduyung-duyung mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak terbukti dengan berbisnis bisa mendatangkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup, bahkan ada yang mendapatkan keuntungan besar, Syaratnya harus segera dirintis secara serius, dilakoni dengan tekun, dan menjalankan starategi yang benar untuk menjaring pangsa pasar, selain itu tabah menghadapi rintangan, termasuk resiko terbesar berupa kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah hukum bisnis yang dipahami, Dimana ada peluang akan mendapatkan keuntungan besar, disitu pula tersimpan risiko yang besar.Bagi orang yang berpikir positif dan kreatif, resiko akan dianggap sebagai sebuah tantangan, mereka biasanya bahkan berfikir terbalik, dimana ada resiko besar biasanya tersimpan potensi keuntungan yang besar pula, mereka tak menganggap berani berbisnis berarti berani rugi, sebaliknya berani berbisnis berarti berani mendapatkan untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya orang yang pesimistis akan menilai risiko sebagai penghalang yang tak bisa dilalui. Biasanya mereka akan memilih sebagai safety player, dengan menerima penghasilan yang sudah tertakar.Bukan pilihan yang salah, karena ini tidak terkait dengan salah dan benar, ini hanya soal keputusan memilih jalan hidup, mau seperti kepiting yang didalam keranjang atau bergerak bebas, jadi untuk berbisnis dibutuhkan motivasi besar meninggalkan zona aman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1792255670164119301?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1792255670164119301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1792255670164119301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1792255670164119301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1792255670164119301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/motivasi-besar-meninggalkan-zona-aman.html' title='Motivasi Besar Meninggalkan Zona Aman'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3746438939191221383</id><published>2010-11-17T15:04:00.002+07:00</published><updated>2010-11-17T15:29:37.712+07:00</updated><title type='text'>Musuh Terbesar : mengelola keuangan yang salah</title><content type='html'>Belajar untuk mengelola keuangan berasal dari bagaimana kita bisa mengendalikan diri sendiri sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat dengan pelajaran marketing beberapa tahun lalu, yang mengatakan "jadilah pelaku pemasaran". dalam melakukan pekerjaan dan sebagainya aspek pemasaran itu ada di mana-mana. mulai ketika makan pagi, memposisikan diri di mana pun kita berada, memperkenalkan diri terhadap banyak orang, mempromosikan diri sendiri dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan judul di atas ? ohya, ada lanjutannya.. kita pun seharusnya tidak menjadi korban pemasaran !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang menjadi seringkali disalahartikan dalam kehidupan kita, dan pada akhirnya akan membuat hidup kita bangkrut karena menjadi korban pemasaran. Jika kita merasa belum menjadi korban pemasaran, hindari sebisa mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu mungkin telah menjadi korban pemasaran itu yang sudah mengarah pada pengaruh yang kuat untuk membelanjakan tidak hanya uang Anda, tetapi juga kartu kredit, bahkan rela mengutang sana sini untuk memuaskan keinginan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran yang mungkin bisa membantu kita di forum ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. stop sebentar, lakukan introspeksi. ambil kertas kosong, dan setelah itu coba menghitung, seberapa besar jumlah uang yang ada di tabungan, investasi Anda? seberapa besar hutang yang sudah kamu ciptakan dan sumbernya dari mana itu semua berasal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. prioritaskan. mau kemana sekarang ? kalau semuanya sudah jelas, katakanlah investasi yang Anda kelola ada di berbagai tempat dan juga jangan lupa / mengingkari kalau Anda mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan&lt;br /&gt;Perlu diketahui bersama, bank manapun atau institusi keuangan manapun pasti akan menagih hutang Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. contrain. kondisi ini biasanya terjadi dimana semua uang cash / income Anda akan semakin menipis karena hutang Anda semakin membengkak. Misalnya seorang sahabat saya mempunyai 10 kartu kredit dari berbagai penerbit, dan untuk pembayaran minimumnya pun dia sudah tidak menyanggupinya dan menawarkan diri untuk dilakukan penjadwalan hutang-hutangnya. Payah. Mari kita belajar untuk bijaksana menggunakan uang dan kartu kredit. Kartu Kredit atau Pinjaman Personal Loan biasaya Tanpa Agunan jika digunakan berlebihan dan Anda telah menjadi "korban pemasaran", apa jadinya? Pengaruh iklan, bujukan, rekomendasi, referral dan sebagainya untuk kebutuhan Anda yang sebenarnya masih bisa ditunda atau tidak perlu di beli. Tetapi karena tekanan dan pengaruh "halus" itu sedemikian hebatnya sehingga tak disadari Anda akan menggunakan uang, kartu kredit dan KTA untuk "memaksimalkan" keinginan yang "menurut" Anda adalah penting !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. refresh / turning point. untuk mencapai debt diet atau meninggalkan perlahan-lahan diri Anda dari "korban pemasaran", perlu didukung dari keluarga Anda loh ! Komitmen Anda harus benar - benar dituangkan dalam rencana seperti proyek Anda dalam pekerjaan Anda. Ya, komitmen, rencana kerja dan lakukan ! Walau demikian, menjadi pelaku pemasaran seharusnya melekat dalam diri Anda, agar pemakaian uang Anda bijaksana, membelanjakan uang / menggesek kartu kredit Anda untuk keperluan yang memang sebelumnya sudah Anda anggarkan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada langkah yang lebih baik dari Anda, akan tetapi sharing ini juga saya peroleh dari rekan-rekan dan pengetahuan dari banyak sahabat yang membantu saya juga untuk tidak hanya berteori tetapi mendorong saya untuk membuktikannya dan pasti akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpe Diem 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3746438939191221383?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3746438939191221383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3746438939191221383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3746438939191221383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3746438939191221383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/musuh-terbesar-mengelola-keuangan-yang.html' title='Musuh Terbesar : mengelola keuangan yang salah'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3539149138431062176</id><published>2010-11-17T14:54:00.002+07:00</published><updated>2010-11-17T15:00:32.339+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kehidupan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran anggota keluarga baru sangat menyenangkan&lt;br /&gt;Kesukacitaan dan kebahagiaan melampui segalanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai menemani detik demi detik proses kehadirannya&lt;br /&gt;dan memperoleh semangat serta saling berbagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur atas setiap langkah dan waktu yang dilalui&lt;br /&gt;serta kebersamaan, kesetiaan di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran merupakan langkah sangat panjang menatap masa depan yang penuh harapan, penuh motivasi, merangkai setiap rencana dan tindakan menggapai satu per satu mimpi mimpi yang di semai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu langkah kehidupan telah dilalui dan semoga Cinta dalam naungan Nya memberikan teladan agar hidup ini semakin lebih bermakna buat keluarga, para sahabat, rekan-rekan, dan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Felix&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3539149138431062176?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3539149138431062176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3539149138431062176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3539149138431062176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3539149138431062176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/11/kehidupan-baru-kehadiran-anggota.html' title=''/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3874911430650114810</id><published>2010-04-21T13:52:00.001+07:00</published><updated>2010-04-21T13:52:34.665+07:00</updated><title type='text'>"Retreat"</title><content type='html'>Yang indah hanyalah sementara.&lt;br /&gt;Yang abadi hanyalah kenangan,&lt;br /&gt;Yang ikhlas hanya dari hati&lt;br /&gt;Yang tulus adalah sanubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah mencari yang hilang,&lt;br /&gt;Tidak mudah mengejar impian dan jauh lebih sulit mempertahankan yang ada, karena yang tergenggam bisa terlepas dan yang dikejar justru tidak jelas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak memiliki apa yang kita sukai, kita ingin miliki yang kita impi-impikan, maka belajarlah menyukai apa yang sekarang ada dan hargailah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merealisasikan mimpi-mimpimu bersama kekasih sejati, Tuhan Yesus dalam perjalanan panjang "retreat" abadi kita !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3874911430650114810?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3874911430650114810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3874911430650114810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3874911430650114810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3874911430650114810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/retreat.html' title='&quot;Retreat&quot;'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7820170491315429514</id><published>2010-04-21T13:51:00.001+07:00</published><updated>2010-04-21T13:51:43.231+07:00</updated><title type='text'>Beda Pekerjaan (sekuler) dengan Pelayanan</title><content type='html'>Beda PEKERJAAN dan PELAYANAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya selama ada waktu luang, itulah PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya meskipun mengganggu aktivitas anda, itulah PELAYANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda berhenti karena tidak ada yg berterimakasih kpd anda, itulah PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda terus bekerja walaupun tidak pernah dikenal siapapun, itulah PELAYANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya utk diri sendiri, itulah PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya utk Tuhan, itulah PELAYANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya demi kehormatan diri, itulah PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda melakukannya demi kemuliaan Tuhan, itulah PELAYANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda merasa telah banyak berkorban dan layak mendapatkan upah, itulah PEKERJAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda terus merasa belum cukup melakukan apa2 dan terus ingin melakukan lebih, itulah PELAYANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat melayani... Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;(Kol 3:23)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7820170491315429514?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7820170491315429514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7820170491315429514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7820170491315429514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7820170491315429514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/beda-pekerjaan-sekuler-dengan-pelayanan.html' title='Beda Pekerjaan (sekuler) dengan Pelayanan'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-2466736917503043091</id><published>2010-04-21T13:50:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T13:51:07.690+07:00</updated><title type='text'>Thankful</title><content type='html'>When Things Aren’t Going Your Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might feel that it’s the end of the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might feel that you’re neglected or being left alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might feel stressed out, depressed, frustrated,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and disappointed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might blame the whole world, your family,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;your friends, you yourself, and finally: God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you might feel like you want to give up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But actually…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s actually a new opportunity to learn a new experience in life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s good that you’re able to reflect and introspect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s good to know that your way isn’t the only way to fulfill your wish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s time to surrender and trust The Almighty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s time to pray more, trust Him more…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because He knows better ways than your ways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because He knows better plans than your plans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because He knows the best for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s a new beginning to another solution in your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As long as you believe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He will make a way for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exceedingly, abundantly far above that you could ask or think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When things aren’t going your way,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay grateful, be thankful,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and you’ll see His marvelous ways in your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All you need is just the willingness to change and accept different ways:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His wonderful plans for you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-2466736917503043091?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/2466736917503043091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=2466736917503043091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2466736917503043091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/2466736917503043091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/thankful.html' title='Thankful'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7551262591027440143</id><published>2010-04-21T13:41:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T13:49:43.885+07:00</updated><title type='text'>Persentase</title><content type='html'>"Kehidupan ditentukan 10 persen oleh apa yang terjadi DALAM diri kita, dan 90 persen oleh bagaimana ANDA bersikap /bereaksi terhadapnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- J.C Maxwell --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7551262591027440143?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7551262591027440143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7551262591027440143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7551262591027440143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7551262591027440143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/persentase.html' title='Persentase'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3920509933620232498</id><published>2010-04-07T20:53:00.000+07:00</published><updated>2010-04-07T20:54:08.149+07:00</updated><title type='text'>Kidult ??</title><content type='html'>(Mencari Rasa Aman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip situs WIKIPEDIA, istilah kidult (dari kata KID dan ADULT) pertama kali muncul pada decade 80-an. Di perkenalkan oleh psikolog kondang Amrik Jim Ward Nichols dari Stevens Institute of Technology. Kidult adalah sebutan bagi orang – orang usia 20 tahun ke atas yang masih enjoy menikmati budaya kanak – kanak, atau remaja belasan, baik secara fisik/ penampilan, gaya hidup, maupun pemikiran, yang sesungguhnya tidak cocok lagi bagi usia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak contoh yang bisa di kategorikan kidult. Misal, wanita umur 32 tahun yang masih senang pakai blus berenda – renda dengan pita warna pink atau pria umur 35 tahun yang masih gemar meluangkan waktunya main play station, sampai para pacar atau istri geregetan (ngakak!), atau bagi mereka yang “takut” menikah hanya karena enggan memikul tanggung jawab besar, kalaupun sudah menikah, mereka tetap menggantungkan hidup pada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, mereka adalah orang – orang yang “menolak” jadi dewasa karena tidak mau kehilangan zona aman sebagai anak – anak, yang biasanya tidak menuntut tanggung jawab besar. Surat kabar The New York Times edisi 31 Agustus 2003 pernah memuat tulisan investigative makin maraknya fenomena kidult di Amerika, soalnya di Amerika sendiri “tradisi” keluar rumah sesudah mereka bekerja bahkan masih kuliah adalah hal biasa, jika kemudian hari ada fenomena “tinggal bersama” orang tua, meskipun bisa di bilang sudah bekerja mapan, atau kuliah sambil bekerja, pastilah jadi hal yang luar biasa bagi masyarakat Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Australia menurut ahli kependudukan Bernard Salt, fenomena kidult mulai menjakiti mereka yang berumur 25 tahun ke atas. Mereka menunda pernikahan, menunda punya anak, menunda membeli rumah, lebih memilih keliling dunia ketimbang hidup mapan, memperlakukan karier dan relationship sebagai ajang coba – coba, membelanjakan uang seolah dunia mau kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kidult sebenarnya sudah ada di awal tahun 60 an, namun 10 tahun belakangan ini mengalami peningkatan luar biasa. Dalam situs Med Magazine, banyak nama – nama untuk orang kidult, antara lain middlescent, middle-youth, adultscent, peterpans, dan grups ( singakatan dari grow – ups). Nah, pengaruh terbesar sampai terjadinya fenomena kidult di negara – negara maju tersebut, kebanyakan di akibatkan oleh kondisi perekonomian yang mapan (bagi generasi orang tua mereka), lapangan kerja yang makin kompetitif (bagi kaum muda), harga – harga yang makin mahal, hingga gaya hidup yang makin hidonistis. Alhasil, orang tua sering di jadikan “bank pribadi” bagi anak – anak mereka yang merasa “kurang beruntung” Peran Keluarga Besar Lha terus bagaimana di Indonesia sendiri? menurut sosiolog V. Sundari Handoko, fenomena kidult bisa saja terjadi di Indonesia meski belum ada penelitian khusus. Tapi, budaya di Indonesia sejak dulu hingga sekarang berlaku extended family (keluarga besar), dengan karakeristik komunal dan memiliki ikatan emosional tinggi satu sama lain. Dalam ikatan ini, ada kewajiban saling membantu, dan karena biasanya orang tua yang lebih mapan baik secara ekonomi maupun pengalaman, maka orang tualah yang paling sering membantu anak – anaknya (meski sudah dewasa, bahkan menikah dan memiliki penghasilan sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, disisi lain, sebagai keluarga besar (misalnya trah atau marga) mereka juga saling berkompetisi, alhasil kalau ada salah seorang anak yang terlibat kesulitan, sebisa mungkin orang tua membantu, kalau anak di biarkan gagal, hal itu bisa menjadi aib di mata keluarga besar. Jadi, kalaupun di Indonesia ada fenomena kidult, penyebab utama adalah karena ketidak mandirian dan kemanjaan si anak. Meski sekarang banyak orang tua yang “berani” melepas anak – anaknya untuk sekolah ke luar negri atau luar kota, hal ini tidak berarti membuat si anak mandiri. Tak jarang orang tua menyediakan rumah kontrakan lengkap dengan pembantu, uang mingguan, kalau perlu di telpon tiga kali sehari. Ini beda sama penduduk desa atau daerah. Mereka petarung sejati, tidak saja merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negri menjadi TKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mereka, bisa menghasilkan remittance hingga milyaran rupiah. Sebaliknya orang kota yang menganggap “lebih” di banding orang daerah, sering kali mempunyai anak – anak yang tumbuh menjadi kidult. Karena, atas nama cinta dan kehormatan keluarga, orang tua selalu siap membantu setiap kali anak – anaknya mendapat kesulitan hidup dalam menghadapi kerasnya hidup. Lantas Bagaimana Bisa Tumbuh Menjadi Kidult? Lusia Ratrining Sari mengupas dari sudut teori psikologi. Menurut dia, perjalanan hidup manusia di bagi dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok umur memiliki tugas perkembangan sendiri. Dari masa bayi, remaja, hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orang kidult, sifat kekanak – kanakan harusnya sudah selesai dan ternyata masih berlangsung. Baik dari penampilan, emosional, kepribadian, dan pola pikir. Mereka selalu membutuhkan orang lain (bahkan orang tua) dalam mengambil keputusan, kalau kemauannya di tolak langsung ngambek, ngomel, atau malah balik menyerang, enggan memikul tanggung jawab yang besar dan sebagainya. Lusi juga menambahkan, kalau kidult tidak ada hubungannya dengan inteligensi seseorang. Banyak juga kidult yang cerdas, mempunyai pekerjaan mapan, dan karier cemerlang. Tak jarang, justru mereka bisa membuat argumen – argumen pembenaran atau rasionalisasi bagi sifat kekanakannya. Perangai kidult juga di sebabkan berbagai faktor seperti pola asuh orang tua, pengaruh lingkungan, trauma masa lalu, struktur dasar kepribadian orang itu sendiri, bahkan semuanya. Namun tak dapat di sangkal, pola asuh orang tualah yang berperan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tua (bahkan hewan) punya naluri untuk melindungi anak – anaknya dari marabahaya atau kesulitan. Apalagi, di Indonesia dimana ikatan kekeluargaan masih relative kuat, rasanya sering sekali kita dengar orang tua mengatakan “untuk apa lagi sih, kita mencari uang kalau bukan untuk anak” Di lain pihak, tak sedikit orang tua yang ingin tetap merasa berarti buat anak – anaknya meski mereka sudah dewasa dan berkeluarga dengan tetap mengulurkan bantuan buat anak – anaknya. Dengan kata lain, tanpa sadar mereka terus menciptakan ketergantuangan pada si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, tak sedikit juga orang tua yang semasa mudanya adalah “petarung hidup”, justru tidak mau mewariskan jiwa petarungnya kepada anak – anak mereka dengan alasan “biarlah kami saja yang mengalami kepahitan hidup. Anak – anak jangan sampai mengalaminya juga” yang akhirnya justru melahirkan anak – anak kidult. Padahal, yang tak kalah penting untuk di ingat, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi. Orang tua bisa sewaktu – waktu meninggal, dan harta bisa ludes dalam sekejap. Pada saat – saat itulah kemandirian seseorang baik secara phisik maupun emosional menjadi berperan. So, which one are you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.henlia.com/?p=1974&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3920509933620232498?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3920509933620232498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3920509933620232498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3920509933620232498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3920509933620232498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/kidult.html' title='Kidult ??'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-3651028000358691045</id><published>2010-04-07T20:51:00.000+07:00</published><updated>2010-04-07T20:52:11.540+07:00</updated><title type='text'>Cara Mengajar...</title><content type='html'>Hiduplah seorang guru yang bijaksana, guru tersebut memiliki beberapa orang&lt;br /&gt;murid, salah satu di antara muridnya ada yang gagu. Suatu hari sang guru&lt;br /&gt;menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru berkata, “Besok, turun gununglah dan sebarkanlah ajaran Kebenaran&lt;br /&gt;yang telah kubabarkan kepada semua orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan segera menulis di atas kertas,&lt;br /&gt;“Maafkan saya Guru, bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru,&lt;br /&gt;saya ini kan gagu. Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yang tentu&lt;br /&gt;mampu membabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang&lt;br /&gt;diberikan olehnya. “Anggur ini manis sekali,” tulis muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yang lain. “Anggur ini masam&lt;br /&gt;sekali,” tulis muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Gurunya melakukan hal yang sama pada seekor burung beo. Biarpun&lt;br /&gt;diberi anggur yang manis maupun masam beo itu tetap saja mengoceh, “Masam…&lt;br /&gt;masam…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjelaskan pada muridnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebenaran bukanlah untuk dihafal, bukan pula cuma untuk dipelajari, tapi&lt;br /&gt;yang terutama adalah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat tubuh yang kita miliki janganlah menjadi rintangan dalam mengembangkan&lt;br /&gt;batin kita. Kita jangan seperti sebuah sendok yang penuh dengan madu, tapi&lt;br /&gt;tidak pernah mengetahui manisnya madu itu. Kita jangan seperti beo yang&lt;br /&gt;pintar mengoceh, tapi tidak mengerti apa yang diocehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau memang tidak mampu berbicara dengan baik, tapi bukankah engkau bisa&lt;br /&gt;menyebarkan Kebenaran dengan cara-cara lain, misalnya menulis buku? Dan yang&lt;br /&gt;lebih penting, bukankah perilaku kamu yang sesuai dengan Kebenaran akan&lt;br /&gt;menjadi panutan bagi yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cara mengajar yang terbaik: teladankan Kebenaran dalam perilakumu,&lt;br /&gt;bukan cuma dalam omonganmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://www.henlia.com/?p=817&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-3651028000358691045?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/3651028000358691045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=3651028000358691045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3651028000358691045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/3651028000358691045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/cara-mengajar.html' title='Cara Mengajar...'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-944743968580116487</id><published>2010-04-07T20:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-07T20:48:06.896+07:00</updated><title type='text'>Semakin Tergesa-gesa, semakin Lambat</title><content type='html'>Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. “Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya anak muda, “Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab guru, “Hemm, barangkali sepuluh tahun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya anak muda, “Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab guru, “Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, “Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, “Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pojok Renungan Editor: Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi: Illustrated Zen Story&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-944743968580116487?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/944743968580116487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=944743968580116487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/944743968580116487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/944743968580116487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/04/semakin-tergesa-gesa-semakin-lambat.html' title='Semakin Tergesa-gesa, semakin Lambat'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8653279623666909387</id><published>2010-03-20T00:53:00.002+07:00</published><updated>2010-03-20T00:59:19.385+07:00</updated><title type='text'>Deposito Berjangka, Emangnya Ada di BPR Universal ?</title><content type='html'>Deposito Berjangka, Emangnya Ada di BPR Universal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INVESTASI ANDA DIJAMIN AMAN DAN SEMAKIN BERKEMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deposito anda aman, dijamin LPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... hmmm.. Apakah BPR Universal di jamin oleh LPS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti bank umum, Bank Perkreditan Rakyat Universal (BPR Universal) juga dijamin oleh LPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deposito anda aman di BPR Universal karena dijamin oleh LPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa Jumlah Yang dijamin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah yang dijamin oleh LPS adalah sebesar Rp. 2 Milyar per nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa bunga dijamin oleh LPS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bunga penjaminan LPS di bank umum adalah 6% maka untuk BPR bunga yang dijamin oleh LPS adalah 13%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... kesimpulannya jelas, menabung di BPR Universal aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijamin LPS dan memberikan bunga yang lebih tinggi dari bank umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut mengenai penjaminan LPS untuk BPR, kunjungi situs Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8653279623666909387?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8653279623666909387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8653279623666909387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8653279623666909387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8653279623666909387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/deposito-berjangka-emangnya-ada-di-bpr.html' title='Deposito Berjangka, Emangnya Ada di BPR Universal ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-7427312793202309371</id><published>2010-03-20T00:51:00.002+07:00</published><updated>2010-03-20T00:52:13.553+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik: oleh Gary Hoge</title><content type='html'>Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik&lt;br /&gt;oleh Gary Hoge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih kecil, ayah saya mengajarkan saya hal-hal yang mendasar tentang Allah dan dia membacakan saya dan saudara saya Alkitab versi anak-anak. Saya sangat suka mendengarnya, dan melihat gambar-gambarnya yang indah, tetapi entah mengapa, saya tidak pernah sungguh-sungguh membangun iman kepada Allah. Mungkin karena waktu itu saya pikir pergi ke gereja itu sangat membosankan, atau mungkin karena pengaruh ibu saya yang agnostik (tidak peduli akan Allah). Meskipun dia tidak pernah secara terbuka menghalangi saya untuk beriman pada Allah, akan tetapi dari dialah sejak kecil saya tahu bahwa ada orang-orang yang tidak percaya eksistensi Allah. Dan tampaknya bagi saya sewaktu umur saya makin bertambah, bahwa biasanya orang-orang yang pintar itu tidak percaya akan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingat pada umur berapa akhirnya saya kehilangan sedikit iman yang saya miliki, tetapi sewaktu saya menginjak sekolah menengah umum, saya telah mengaku sebagai seorang ateis. Mungkin lebih tepat kalau saya dianggap agnostik, karena kalau anda mendesak saya mungkin saya harus mengakui bahwa saya tidak dapat yakin 100% bahwa Allah itu tidak ada, walau saya sungguh percaya memang tidak ada Allah. Saya merasa agama cuma buat orang-orang yang lemah yang tidak dapat menghadapi kenyataan. Sejauh pemikiran saya, manusia telah menciptakan Allah seperti gambaran dirinya berabad-abad lalu demi untuk menjelaskan alam semesta. Tetapi ilmu pengetahuan berkembang, dan kita mulai mengerti proses alam yang mengatur alam semesta. Seiring perjalanan waktu, kita mendapat kemajuan-kemajuan di bidang astronomi, fisika, dan biologi, dan tampak bagi saya bahwa makin berkurang keperluan menggunakan Allah untuk menjelaskan berbagai hal-hal. Saya dapat melihat saat dimana kita akhirnya mengerti sepenuhnya mekanika dunia materi ini sehingga Allah sama sekali tidak diperlukan lagi. Saya merindukan saat itu, karena saya percaya dunia akan menjadi jauh lebih baik tanpa adanya agama. Lebih enak buat saya, karena saya dapat melakukan apa saja yang saya sukai tanpa perlu diingatkan bahwa saya adalah seorang berdosa dan bahwa tindakan-tindakan tertentu adalah salah. Apa hak orang-orang ini untuk menghakimi saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sikap saya mulai berubah sewaktu musim dingin tahun 1985. Pada waktu itu saya adalah seorang mahasiswa di Virginia Tech, di Blacksburg, Virginia. Untuk pertama kalinya, saya mulai menyadari sisi gelap dari falsafah ateisme. Saya tadinya berpikir ateisme telah melepaskan dari belenggu agama supaya saya dapat hidup semau saya, tetapi saya mulai merasakan bahwa hidup sekehendak hati sebetulnya tidak sungguh-sungguh menyenangkan. Bahkan tampak hampa yang tidak memiliki arah. Meskipun saya tidak tahu apa alasannya, saya mulai merasa tidak tenang dan tidak puas. Saya menginginkan sesuatu yang lebih, tetapi saya tidak tahu apakah itu. Saya rasa saya menginginkan supaya hidup ini bermakna. Toh saya percaya bahwa semua manusia adalah sekedar kejadian biologis, hasil dari berjuta-juta proses acak yang secara spontan dan faktor kebetulan, menciptakan kehidupan. Kita hidup, kita tumbuh, dan kita mati, dan setelah itu kita menghilang dari keberadaan. Pada akhirnya, apa poinnya? Di masa lalu saya tidak memperhatikan hal ini karena saya sibuk mencari kesenangan-kesenangan pribadi. Tetapi tampak ada semacam hukum alam yang tidak dapat dipungkiri. Saya menemukan bahwa semakin saya memiliki, semakin saya mengingini, dan semakin saya mendapatkan, semakin kurang kepuasan yang didapat. Seolah seperti sebuah lelucon yang kejam, dan saya mendapatkan diri saya semakin tenggelam ke dalam keputus-asaan. Secara eksternal, saya memiliki segala hal, secara internal saya tidak memiliki apa-apa. Saya mulai ragu apakah saya akan pernah merasa bahagia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada suatu hari saya sedang duduk di restoran fast-food dan makan semangkuk makanan. Tiba-tiba sekilas muncul dalam pikiran saya: "Bagaimana dengan Allah?" Saya tidak tahu darimana munculnya pikiran itu, tetapi untuk pertama kali dalam hidup saya merenungkannya dengan serius. Ada secercah harapan dalam pikiran itu, pengharapan pertama yang saya lihat dalam kurun waktu lama, dan memancar sekilas seperti sebuah mercu suar. Saya menyadari bahwa banyak orang merasa hidup mereka bermakna lewat hubungan mereka dengan Allah, dan saya cukup nekat untuk mempertimbangkan kemungkinan tersebut. Tentunya, saya tidak ingin mengakui ide keberadaan Allah, sekedar untuk menyemangati diri sendiri, tetapi saya merenungkan, apakah ada sesuatu yang berharga dibaliknya? Bagaimana jika Allah itu sungguh-2 nyata? Maka saya lanttas memutuskan untuk mencari tahu. Teman sekamar saya adalah seorang Kristen yang menghadiri sebuah gereja Baptis yang kecil di luar kota, dan saya memutuskan untuk pergi bersamanya pada hari minggu berikutnya. Saya membayangkan bahwa keinginan yang timbul mendadak untuk pergi ke gereja pasti cukup mengejutkannya, tetapi dia berusaha menutup-nutupi keheranannya. Mungkin dia tidak ingin membuat saya mengurungkan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari yang dijanjikan tiba, saya berada di Gateway Baptist Church, mendengarkan seorang bernama Dewey Weaver, yang merupakan bentuk nyata stereotip seorang pengkotbah Baptis. Aksennya, gaya rambutnya, dan cara dia melambaikan Alkitabnya adalah hal-hal yang dulunya saya jadikan bahan olok-olok. Saya merasa seperti seorang idiot karena berada disana. Apa yang saya pikirkan? Saya berharap teman saya tidak tahu. Tetapi pasti ada hal yang menarik dari kata-kata pastor Weaver, karena minggu berikutnya, saya pergi lagi kesana. Bahkan saya terus kembali minggu demi minggu. Setelah beberapa lama saya tidak lagi memperhatikan gaya pastor Weaver, dan saya menyukai rasa humornya, dan terlebih penting, pesan yang dikotbahkan menunjukkan mengapa saya berada dalam keputus-asaan: Yaitu karena saya adalah seorang berdosa yang sangat membutuhkan seorang juru selamat. Saya telah pernah mendengarnya sebelum nya, tentunya, dan meremehkannya sebagai omongan yang bodoh, tetapi kali ini omongan tersebut mulai terekam dalam benak saya. Yesus bukan seorang pengkotbah dari Galilea yang mengumandangkan sejumlah ajaran tentang menjadi baik, dan Dia juga bukan seorang nasionalis Yahudi yang terlibat kesulitan dengan penguasa Romawi. Menurut pastor Weaver, Dia adalah Allah dalam rupa manusia, yang mengasihi kita sedemikian besar sehingga Dia menyerahkan nyawaNya sendiri untuk menebus dosa-dosa saya, supaya saya dapat dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang memikirkan pesan injil pada suatu malam waktu saya berangkat tidur, dan untuk pertama kalinya buat saya semua menjadi masuk akal. Saya terheran-heran oleh logika dibaliknya, dan betapa itu dapat menjelaskan dengan tepat kondisi manusia, terutama saya sendiri. Saya sungguh mempercayai pesan yang aneh dan bodoh, yang dulu pernah saya heran kenapa ada orang-orang yang mempercayainya. Dan sekarang, semua tampak begitu jelas, dan saya merenungkan mengapa selama ini saya begitu buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya meminta Yesus untuk mengampuni semua dosa-dosa saya, dan saya memintaNya untuk datang ke dalam hati saya, seperti dijelaskan oleh pastor Weaver. Saya berjanji untuk mengikuti Tuhan sejak hari itu, sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sesudahnya saya mendatangi sebuah toko buku Kristen untuk mendapatkan bahan bacaan untuk menolong saya memahami iman yang baru ini. Saya menyukai ide tentang Yesus, tetapi saya masih tidak peduli tentang konsep agama yang terorganisir. Maka secara alami buku-buku seperti "How to Be a Christian without being Religius, oleh Fritz Ridenour, menarik hati saya dan saya membelinya. Saya juga membeli buku karangan D. James Kennedy, "Why I Believe, and Truths that Transform." Buku-buku seperti ini membentuk fondasi teologi Kristen saya, yang secara alami menyerupai teologi Calvinis dan Injili para pengarangnya.Saya juga membaca sejumlah buku membela iman, buku-buku yang menjelaskan dasar rasional dari kebenaran Kristiani. Penting buat saya untuk mengetahui kenapa saya percaya apa yang saya percaya, baik untuk saya sendiri dan juga karena saya ingin dapat membela diri terhadap orang-orang yang berasumsi seperti saya dulu, bahwa orang Kristen pasti orang yang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhasil lulus dari universitas dan setahun sesudahnya Tuhan memberkati saya dengan seorang istri yang terbaik. Beberapa tahun kemudian Dia memberkati saya kembali dengan seorang anak laki-laki. Saya membaca Alkitab dan bahkan belajar sedikit bahasa Yunani supaya dapat membaca Perjanjian Baru dalam bahasa aslinya. Tetapi satu hal yang tidak pernah dapat saya lakukan adalah mencari sebuah gereja diman saya merasa nyaman sepenuhnya. Menurut hitungan saya, saya dan istri telah mengunjungi dua belas gereja yang berbeda di wilayah Virginia Utara. Ada gereja Baptis, Assemblies of God, Presbiterian, satu diantaranya bahkan Messianic Jewish, tetapi umumnya adalah "gereja non-denominasi" yang biasanya umumnya berarti semi-Baptis. Saya menemukan hal-hal yang baik di setiap gereja-gereja ini, dan orang-orang yang baik, tetapi saya perhatikan bahwa setiap kali saya pergi ke sebuah gereja baru, saya mendengar teologi yang baru pula. Dan cepat atau lambat saya menemukan sesuatu dalam teologi itu yang bertentangan dengan keyakinan saya. Mungkin mereka punya pandangan tentang akhir jaman yang saya anggap aneh, atau mereka menolak kemungkinan tentang karunia-karunia karismatis (saya sendiri bukan karismatis, tetapi saya pikir salah kalau orang menolak ide ini, apalagi begitu jelas diajarkan dalam Alkitab). Kita menghadiri sebuah gereja Episcopal yang semi-karismatik yang sangat kami sukai, sampai saya mendapatkan bahwa mereka membaptis bayi-bayi. Akhirnya kami pindah ke sebuah gereja "berdasarkan Alkitab". Kami tidak puas sepenuhnya, tetapi kami sudah capai pindah-pindah gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tahun-tahun tersebut, satu gereja yang sama sekali tidak pernah masuk hitungan saya adalah Gereja Katolik. Saya tidak percaya bahwa Sri Paus adalah sang anti-Kristus, ataupun hal-hal seperti demikian, tetapi saya tidak percaya bahwa iman Katolik penuh dengan ajaran-ajaran yang tidak terdapat di Alkitab. Baiklah mungkin saya mau mengakui bahwa Katolik adalah sebuah Gereja Kristen, tetapi nyaris tidak memenuhi syarat (dan hanya karena saya ketemu seorang Katolik yang menunjukkan rasa tertarik akan Allah). Secara umum, saya merasa siapapun yang membaca dan percaya pada Alkitab akan menjauh dari iman Katolik. Saya berasumsi berjuta-juta orang Katolik karena terlahir sebagai Katolik, dan nyata bahwa mereka tidak tahu sama sekali tentang Alkitab. Saya kasihan kepada mereka dan saya berharap mereka suatu hari membaca Alkitab sendiri tanpa bantuan Sri Paus. Kalau itu terjadi, pasti status mereka akan segera berubah menjadi mantan-Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, umumnya orang Katolik yang saya kenal sama-sama tidak tertarik pada Alkitab, Yesus, atau Allah. Mereka sepenuhnya sekuler, sama sekali tidak berbeda dengan orang bukan Kristen, kecuali bahwa mereka pergi ke gereja sekali-sekali, yang agaknya seperti sebuah beban bagi mereka. (Seorang teman saya mengatakan tujuannya setiap hari minggu adalah masuk gereja, "memberikan satu jamnya", dan keluar). Saya sungguh tidak ingin menjadi bagian dari sebuah gereja yang menghasilkan kualitas rohani yang sekarat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetai suatu hari seorang teman Kristen di tempat kerja muncul di ruang kantor saya dengan sebuah buku di tangannya. Dia mengatakan seorang Katolik sahabatnya telah memberikan buku itu. Judulnya "Catholicism and Fundamentalism" oleh Karl Keating. Katanya isinya membela iman Katolik terhadap serangan-serangan kaum Fundamentalis anti-Katolik, dan sekaligus menunjukkan bahwa iman Katolik menawarkan penjelasan Alkitab yang lebih baik dan lebih koheren ketimbang Fundamentalisme Protestan. Jujurnya, saya merasa geli bahwa seseorang punya keberanian untuk mencoba membela iman Katolik dengan berdasarkan Alkitab. Saya yakin pasti mudah untuk membantah argumen-argumen Karl Keating karena saya tahu bahwa teologi Katolik sangat tidak sesuai dengan Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya membaca buku itu dan saya gembiara bahwa Mr.Keating adalah seorang penulis yang punya rasa humor yang besar. Pertama, saya membacanya seolah sebagai seorang jaksa penuntut, mencari kelemahannya. Tetapi saya terheran bahwa orang ini ternyata rasional dan pintar bicara, dan apa yang dikatakannya sungguh masuk akal. Saya mulai membacanya dengan lebih simpatik, dan saya sungguh mencoba untuk mengerti apa yang dikatakan Mr.Keating. Setelah mendengar sendiri teologi Katolik dari sumber Katolik, menjadi jelas apa yang tidak saya pahami sebelumnya. Saya heran menemukan bahwa Gereja Katolik tidak mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan Alkitab seperti yang pernah saya percayai, dan apa yang sesungguhnya diajarkan sesungguhnya punya dasar Alkitab yang kuat. Saya menyadari bahwa selama ini saya telah menyerap banyak kesalah-pahaman tentang iman Katolik. Masalahnya, karena selama ini yang saya dengar semua berasal dari sumber Protestan. Dengan heran saya juga menemukan bahwa sekali saya mengerti dasar-dasar iman Katolik, saya tidak dapat membantahnya. Boleh jadi saya tidak yakin hal itu benar, tetapi saya juga tidak dapat membuktikan bahwa itu salah, dan ini membuat saya jengkel. Kalau ada suatu hal yang saya ingin merasa yakin, maka itulah iman saya. Saya ingin tahu apa yang saya yakini dan mengapa saya meyakininya. Tetapi sekarang setelah membaca buku ini, saya merasa tidak nyaman di lubuk hati bahwa ternyata interpretasi Katolik atas Kitab Suci sesungguhnya lebih masuk akal ketimbang interpretasi saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya katakan, saya tidak begitu saya diyakinkan bahwa Katolik benar, tetapi saya tahu saya tidak akan dapat beristirahat sampai saya mendapatkan jawabannya. Maka saya mulai membaca segala yang bisa saya dapatkan. Saya mencari buku-buku apologetika Katolik maupun Protestan. Saya membaca buku karangan James Akin, Dave Armstrong, Scott Hahn, Mark Shea, diantara banyak lainnya di sisi Katolik, dan Geisler, Kennery, Ridenour dan Scott, di sisi Protestan. Secara umum, kesan saya adalah bahwa para pengarang Protestan tidak mengerti teologi Katolik dengan baik, karena mereka terus mengkritik hal-hal yang tidak diajarkan oleh Gereja Katolik. Argumen-argumen Katolik tampak bagus dan saya berharap salah satu pengarang Protestan dapat menandinginya, tetapi mereka tidak pernah bisa. Setelah saya semakin memahami argumen teologi Katolik, saya menemukan bahwa saya dengan mudah melawan argumen Protestan terhadapnya, di lain pihak saya tidak dapat melawan argumen Katolik terhadap teologi Protestan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai mempertanyakan secara serius fondasi doktrin-doktrin Protestanisme: sola fide dan sola scriptura. Gereja Katolik memberikan argumen kuat bahwa doktrin ini tidak diajarkan dalam Alkitab, dan bahkan keduanya ditolak oleh Alkitab. Tidak hanya itu, kedua doktrin tersebut tidak diajarkan oleh siapapun sebelum gerakan Reformasi Protestan. Saya merasa argumen Protestan dalam hal ini tidak meyakinkan. Mereka tampak mengambil Alkitab diluar konteks dan mengenyampingkan ayat-ayat yang bertentangan dengan interpretasi mereka. Kadang mereka mengutip dari sumber Kristen perdana yang tampak mendukung posisi mereka, tetapi mereka mengabaikan hal-hal lain oleh penulis yang sama yang menjadikan jelas bahwa mereka tidak mendukung argumen Protestanisme. Karena Protestan adalah pihak yang memisahkan diri dari Gereja dan menuduh Gereja telah terkorupsi, saya tahu bahwa beban untuk membuktikan hal ini ada pada pundak mereka, dan sejujurnya, saya merasa mereka tidak berhasil membuat argumen yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin saya mengerti teologi Katolik, semakin saya merasa bahwa Katolik lebih sesuai dengan Alkitab ketimbang teologi saya. Kenyataan ini sangat mengganggu saya karena saya sangat menjunjung tinggi Alkitab. Saya bangga sebagai Protestan Injili karena kita punya reputasi sebagai kaum yang meninterpretasi ayat Kitab Suci secara literal, dan kita sering dijulusi "Bible Christian". Tetapi setelah saya mempelajari interpretasi Katolik, saya merasa bahwa interpretasi Katolik lebih benar dan sesuai dengan arti teks Kitab Suci, dan memang benar adanya apa yang dituliskan oleh Mr.Keating dalam bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Fundamentalis menggunakan Alkitab untuk melindungi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Kitab Suci, yang di-interpretasikan sedemikian supaya membenarkan apa yang mereka pegang, meskipun umumnya kaum Fundamentalis percaya bahwa apa yang mereka percaya datang langsung dari teks Kitab Suci. Mereka tidak ragu-ragu untuk membaca secara diluar konteks kalau perlu demi untuk memelihara posisi mereka - posisi yang mendahului interpretasi atas Kitab Suci (pre-konsepsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan bahwa pada kasus-kasus dimana Katolik dan Protestan tidak setuju menyangkut interpretasi Kitab Suci, ironisnya, justru adalah Katolik yang menginerpretasikan Kitab Suci secara literal, sedangkan kita Protestan memberikan interpretasi yang figuratif dan alegori. Beberapa contoh untuk menggambarkan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yesus berkata, "Kamu harus dilahirkan lewat air dan Roh," Katolik meninterpretasikan secara literal: "air" ya maksudnya "air", yakni pembaptisan. Tetapi sebagian Protestan mengatakan bahwa air menunjuk pada sesuatu hal yang lain, mungkin kotbah Injil, ataupun cairan ketuban dari kelahiran seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Paulus berkata Yesus membersihkan gerejaNya dengan "pembasuhan air," Katolik meng-interpretasikan ini secara literal. "Pembasuhan dengan air" sama dengan "pembasuhan dengan air", satu lagi referensi terhadap pembaptisan. Tetapi sebagian Protestan mengatakan hal ini menunjuk pada sesuatu yang lain, mungkin maksudnya Kitab Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yesus berkata, "Jika kamu mengampuni dosanya, maka mereka diampuni; jika kamu tidak mengampuni, maka mereka tidak diampuni, " Katolik lagi-lagi memahaminya secara literal dan percaya bahwa Yesus memberikan otoritas kepada para rasul-rasulNya untuk mengampuni dosa dalam nama-Nya. Tetapi sebagian Protestan mengatakan bahwa ini cuma sebuah referensi atas otoritas para rasul untuk mengabarkan Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, ketika Yesus berkata, "Inilah tubuh-Ku," dan "barangsaiapa makan dagingKu dan minum darahKu mendapat hidup yang kekal, " Katolik memahaminya secara literal. Ekaristi adalah tubuh-Nya dan sungguh-sungguh daging dan darah-Nya, meskipun tidak tampak demikian. Tetapi umumnya Protestan mengatakn roti dan anggur tetap sebagai roti dan anggur dan bahwa sekali lagi kita tidak boleh mengambil kata-kata Yesus secara literal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yakobus berkata, "Kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman," Katolik memahaminya secara literal. "Bukan hanya karena iman" sama dengan "bukan hanya karena iman." Tetapi Protestan bersikeras bahwa "bukan hanya karena iman" sesungguhnya artinya kita dibenarkan oleh iman saja. Ini sebenarnya adalah salah satu doktrin inti Protestanisme, yakni Sola Fide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis! Tampak bagi saya bahwa teologi Katolik biasanya membiarkan ayat Kitab Suci memiliki arti sebagaimana tertulis, tanpa tafsiran dan pelintiran bahasa yang ruwet yang kadang diperlukan untuk mendukung teologi Protestan. Saya merasa tidak nyaman bahwa banyak ayat-ayat yang problematis dalam Kitab Suci, muncul karena saya memaksakan pengertian Protestan terhadap Kitab Suci. Pemahaman Katolik tampak lebih cocok dengan mudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riset saya, saya juga membaca sejumlah tulisan-tulisan perdana orang-orang Kristen, yakni orang-orang yang belajar injil langsung dari para rasul, atau dari penerus sesudahnya. Sebagai seorang Protestan saya tidak pernah mendengar hal ini. Saya tidak pernah mendengar tentang murid rasul Yohanes, Ignatius dari Antiokia dan Polycarpus dari Smyrna. Saya juga tidak pernah mendengar tentang Irenaus ataupun Yustinus Martir. Saya tidak tahu bahwa orang-orang ini dan sejumlah orang lainnya meninggalkan tulisan-tulisan yang dapat memberi pencerahan menyangkut iman Gereja perdana. Dalam masa 12 tahun saya sebagai Protestan tidak seorangpun pernah memberitahukan saya bahwa murid-murid para rasul meninggalkan kita tulisan-tulisan yang menjadi saksi atas iman apostolik yang sejati. Tidakkah ini hal yang aneh? Kita sesungguhnya memiliki komentar Kitab Suci dari abad ke-2, yang sebagian ditulis oleh orang-orang yang mengenal para penulis Kitab Suci secara pribadi. Mengapa kita mengabaikan sumber yang luar biasa ini? Kita Protestan percaya bahwa Roh Kudus berbicara pada kita, maka bukankah sudah sepantasnya melihat apa yang Dia katakan kepada murid-murid dari para rasul-rasulNya, yang banyak diantaranya menyerahkan nyawanya ketimbang menyangkal iman mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi jelas ingin mengetahui apa yang mereka katakan. Orang-orang ini mengenal para rasul, hidup dalam kultur yang sama, berbicara dalam bahasa yang sama, dan sangat mungkin membaca salinan-salinan asli dari kitab-kitab Perjanjian Baru dalam bahasa asli mereka. Kalau ada seseorang yang tahu interpretasi Kitab Suci yang benar, maka mereka pastilah orangnya. Maka saya membaca semua surat-surat Ignatius dari Antiokia, dan Polycarpus dari Smyrna, keduanya adalah murid-murid rasul Yohanes. Saya membaca tulisan Irenaeus dari Lyons, yang adalah murid Polycarpus. Saya membaca surat kepada jemaat di Korintus yang ditulis oleh Clement. Saya juga membaca bagian dari surat Yustinus Martir kepada kaisar Romawi, Antonius Pius, yang ditulis dalam memori para rasul, dan yang mencoba menjelaskan iman Kristen kepada seorang bukan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sangat jelas bagi saya bahwa Gereja abad ke-2 sangat menyerupai Gereja Katolik dalam hal kepercayaannya ketimbang gereja saya yang mengaku berdasarkan Alkitab. Ignatius, murid rasul Yohanes, bahkan mengidentifikasi Gereja sebagai "Gereja Katolik". Mereka memiliki uskup-uskup, imam-imam dan deakon-deakon; mereka percaya mereka bisa kehilangan keselamatannya; mereka percaya regenerasi pembaptisan (membawa kelahiran baru); mereka menganggap Ekaristi sebagai suatu kurban, dan bahwa Ekaristi sungguh-sungguh adalah Tubuh dan Darah Kristus, dan mereka percaya suksesi para uskup di Gereja adalah standar keortodoksan iman Kristen. Mereka memporak-porandakan asumsi saya mengenai Gereja perdana. Saya selama ini selalu berasumsi bahwa Gereja perdana intinya adalah Protestan dalam doktrin-doktrinnya dan doktrin-doktrin Katolik adalah hasil korupsi iman yang muncul sekitar abad ke-5. Ternyata tidak demikian halnya. Bahkan saya tidak dapat menemukan bukti-bukti bahwa doktrin-doktrin Protestan seperti Sola Scriptura dan Sola Fide sudah ada sejak jaman Gereja perdana. Ini sungguh membuat saya tercengang-cengang, dan mengingatkan saya pada kata-kata terkenal dari mendiang mantan Anglikan terkenal, John Henry Newman, "Untuk mendalami sejarah adalah untuk berhenti menjadi seorang Protestan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mengguncangkan saya tetapi saat ini saya berusaha melihat secara obyektif. Saya merasa beruntung karena saya datang pada iman Kristen sebagai orang dewasa. Karena saya tidak dibesarkan dalam iman Kristen Baptis, tidak tertutup kemungkinan buat saya bahwa ada kesalahan. Oleh karena itu saya keluar dari lingkaran dan mencoba melihat denominasi saya dan teologi saya secara seobyektif mungkin. Saya heran menyadari bahwa teologi injili yang saya pegang ada fenomena di Amerika yang umurnya tidak lebih dari seratus lima puluh tahun, jauh lebih muda dari jaman para rasul. Setelah membaca tulisan umat Kristen perdana, saya tahu bahwa mereka pasti menolak teologi yang saya anut sebagai "injil yang lain" (Gal 1:6-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua yang saya pelajari, saya harus mengakui bahwa penjelasan Katolik menyangkut Kitab Suci dan sejarah jauh lebih benar ketimbang penjelasan denominasi saya, dan saya menyadari bahwa jika saya ingin terus menjadi "umat Kristen yang percaya Alkitab", saya harus menjadi Katolik. Sejauh yang dapat saya katakan, penjelasan Katolik tentang iman Kristen adalah konsisten dengan makna sederhana dari Alkitab, dan konsisten dengan apa yang dipercaya oleh umat Kristen perdana dari jaman apostolik hingga ke jaman Reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protestantisme, di lain pihak, berlandaskan pada dua doktrin yang tidak didukung oleh Kitab Suci, dan yang sepenuhnya absen dari sejarah Kristen sebelum Reformasi. Saya tidak melihat bahwa Protestanisme adalah kembali ke kemurnian Kristen perdana, seperti telah diajarkan kepada saya sebelumnya, karena Gereja perdana adalah Gereja Katolik. Oleh karena itu saya menyimpulkan, dengan perasaan sedih, bahwa Protestanisme bukanlah "reformasi" iman sama sekali, tetapi korupsi iman. Meskipun begitu, meskipun pemecah-belahan Gereja adalah suatu hal yang tragis, Allah telah membawa hal yang baik daripadanya. Sekarang ini, Protestan Injili adalah termasuk umat Kristen yang terbaik dan paling berdedikasi di dunia. Sulit untuk menyalahkan dalam hal ini. Oleh karena itu saya membuat suatu website untuk membantu orang-orang baik ini, para saudara-saudari saya dalam Kristus, untuk mengerti sebenarnya tentang Gereja Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diterjemahkan dari website www.catholicoutlook.com/mystory yang ditulis oleh Gary Hoge.&lt;br /&gt;© www.gerejakatolik.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-7427312793202309371?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/7427312793202309371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=7427312793202309371' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7427312793202309371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/7427312793202309371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/kesaksian-saya-dari-ateis-menjadi.html' title='Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik: oleh Gary Hoge'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8002744425231950566</id><published>2010-03-16T10:19:00.002+07:00</published><updated>2010-03-16T10:28:07.547+07:00</updated><title type='text'>Mengelola Keuangan Series : Tabungan, Deposito versus Inflasi ?</title><content type='html'>Apakah Anda Bertambah KAYA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu kalau kita menabung di bank, maka kita akan mendapatkan bunga sehingga semakin lama jumlah tabungan kita akan semakin bertambah. Apakah Anda bertambah kaya dengan bunga yang Anda dapatkan dari bank?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja sekarang Anda punya uang sebanyak sepuluh juta rupiah (Rp. 10.000.000,-). Uang ini Anda tabung ke dalam deposito berjangka 1 tahun dengan bunga 8%. Apabila kita hitung secara sederhana, di tahun mendatang jumlah uang tabungan Anda akan bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah: Apakah Anda bertambah kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda hanya melihat dari angka nominal, Jawabannya adalah BENAR. Anda makin kaya. Alasannya adalah jumlah uang Anda bertambah sebesar delapan ratus ribu rupiah (Rp. 800.000,-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita lihat dari aspek real. Anggap saja pada tahun ini harga 1 kg telur adalah sepuluh ribu rupiah (Rp. 10.000,-). Dengan uang sebesar sepuluh juta rupiah, pada saat ini Anda dapat membeli 1.000 kg telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun berikutnya, jumlah uang Anda bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-. Di sisi lain, harga telur juga naik, katakanlah menjadi Rp. 11.000,-. Jadi dengan jumlah uang Anda pada saat itu, Anda hanya bisa membeli 981 kg telur. Lebih sedikit 19 kg dibandingkan dengan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan semula: Apakah Anda bertambah kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah TIDAK. Sebab jumlah barang yang bisa Anda&lt;br /&gt;beli dengan uang Anda justru semakin sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;HOT TIPS :&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih produk tabungan, Anda juga perlu turut memperhitungkan inflasi. Bunga dari tabungan Anda harus lebih tinggi dari tingkat inflasi. Apabila tidak, maka Anda akan menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPR Universal menawarkan solusi untuk keuangan Anda, Simpan dalam Deposito yang dijamin LPS saja Anda akan memperoleh imbal balik bunga sebesar 10,25 % ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila Anda seorang pengambil resiko dan menginginkan hasil investasi jauh lebih tinggi dari deposito di bank konvensional, serta memerlukan bunga dari deposito untuk keperluan-keperluan investasi Anda, hmmm, akan sangat menarik tentunya. Anda pun dapat mendapatkan Deposito dengan bunga di atas nilai wajar yang dijamin LPS yang berlaku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh informasi tentang produk perbankan kami, Hubungi Account Officer Kami 021 - 87916646 Bank Perkreditan Rakyat UNIVERSAL CIBINONG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\sales and marketing BPR Universal Cibinong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8002744425231950566?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8002744425231950566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8002744425231950566' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8002744425231950566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8002744425231950566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/mengelola-keuangan-series-tabungan.html' title='Mengelola Keuangan Series : Tabungan, Deposito versus Inflasi ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-1512313623066915515</id><published>2010-03-16T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-03-16T10:18:49.105+07:00</updated><title type='text'>Smart smart smart mengelola GAJI ?</title><content type='html'>Punya gaji 10 koma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 dah koma alias bokek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Sampingan: Bisnis Online Beresiko Kecil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot Jobs 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren Bisnis 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Jus Buah Segar Menggoda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Manajemen waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Modal Usaha? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang Bisnis Industri Kreatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda Bertambah Kaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Rumahan: Internet Marketing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips &lt;br /&gt;Bisnis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik &gt;&gt;Cuma ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama, biaya hidup anda terlalu tinggi atau konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, anda punya hobi hang out mall to mall tiap pulang kantor yang notabene pengeluaran tambahan karena makan di luar. Belum lagi efek window shopping AKA belanja barang-barang yang sebetulnya tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Si Raja Pop" Michael Jackson adalah contoh nyata golongan ini. Ia benar-benar dipusingkan dengan masalah keuangannya. Selain krisis keuangan yang cukup parah, penyanyi berusia 50 tahun itu, belakangan juga direpotkan dengan kondisi kesehatannya yang kian memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi AS  yang disebut-sebut pernah memiliki kekayaan hingga 700 juta dollar AS itu, terpaksa melelang barang-barang pribadinya dari mulai sarung tangan putih bertahtakan permata--yang ia gunakan saat mengisi video Billie Jean--hingga pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua, gaji anda memang terlalu sedikit untuk biaya hidup standar anda sekeluarga. Boro-boro hang out, untuk biaya belanja sehari-harinya saja kurang. Artinya? Sudah waktunya anda cari pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi atau punya bisnis sampingan sebagai penghasilan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, anda termasuk yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda termasuk salah satu dari 2 golongan itu, berarti sudah saatnya anda lebih smart mengelola gaji demi masa depan anda dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dengan mengurangi gaya hidup yang terlalu konsumtif atau cari penghasilan tambahan. Whatever, asalkan langsung dikerjakan sekarang juga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak...anda akan mengalami nasib yang sama seperti Michael Jackson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tua merana, sakit-sakitan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dexton.adexindo.com/artikel-feb9-4-smart-mengelola-gaji.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-1512313623066915515?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/1512313623066915515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=1512313623066915515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1512313623066915515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/1512313623066915515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/smart-smart-smart-mengelola-gaji.html' title='Smart smart smart mengelola GAJI ?'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-4950169788986453108</id><published>2010-03-16T10:14:00.001+07:00</published><updated>2010-03-16T10:14:22.202+07:00</updated><title type='text'>Serba serbi investasi emas</title><content type='html'>Mau beli emas untuk investasi? Emas memang dikenal luas sebagai pilihan investasi paling aman apalagi saat kondisi ekonomi sedang labil atau sulit untuk diprediksi. Aman karena nilainya akan tetap sama dimana pun dan kapan pun anda ingin menjualnya. Tapi tentu saja margin keuntungan investasi emas tidak bisa disamakan dengan investasi bisnis lain pada umumnya (Baca Artikel: Bisnis Beresiko Kecil untuk Karyawan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi emas yang cukup baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia) karena mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. &lt;br /&gt;Disebut emas batangan karena emas ini berbentuk seperti batangan pipih atau batubata, dimana kadar emasnya adalah 22 atau 24 karat, atau apabila dalam persentase adalah 95% dan 99%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas batangan tersedia dalam ukuran 1gr sampai yang terberat adalah 1kg. Semakin kecil ukurannya maka ongkos pembuatannya menjadi semakin murah. Sebaiknya anda membeli emas batangan dalam ukuran yang besar untuk memperkecil jumlah total ongkos yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembelian emas batangan ini tidak diperlukan persyaratan tertentu. Emas batangan dapat diperoleh di kantor Pegadaian, toko perhiasan/ toko emas, dan di PT. Aneka Tambang atau disingkat PT. Antam, Unit Bisnis PP Logam Mulia, Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi Km. 18, Pulogadung, Jakarta 13010. Diantara semuanya, PT. Antam yang paling lengkap menyediakan emas dalam bentuk batangan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-4950169788986453108?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/4950169788986453108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=4950169788986453108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4950169788986453108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/4950169788986453108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/serba-serbi-investasi-emas.html' title='Serba serbi investasi emas'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-8879741427360688824</id><published>2010-03-16T10:08:00.001+07:00</published><updated>2010-03-16T10:08:32.765+07:00</updated><title type='text'>Tips Membuka Usaha Baru</title><content type='html'>Tips Membuka Usaha Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika anda membuka usaha atau bisnis seperti toko online, butik online, toko pakaian wanita atau baju wanita. Anda harus memulainya dengan apa yang anda sukai yang melambangkan diri anda sesungguhnya. Berikut kami memberikan tips membuka usaha atau bisnis yang akan menjadi perwujudan diri anda sesungguhnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gagasan usaha haruslah berasal dari diri anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan talenta, bakat, hobi dan minat anda : tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melakukan sesuatu yang menjadi kesukaan.Pengalaman kerja : keahlian dan pengetahuan yang kita peroleh di waktu lalu akan sangat menolong kita memulai usaha sejenis di masa depan mis toko online atau butik online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Miliki gagasan bisnis yang jelas. Gagasan bisnis anda harus memiliki focus, konkrit, mudah dikerjakan, telah diketahui kebutuhan pasarnya, pendanaan tidak terlalu besar hingga anda dibelit hutang dan terakhir setiap langkahnya harus sederhana untuk bisa dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masuki pasar dengan membawa perbedaan. Anda dapat memasuki pasar yang telah ada dengan menawarkan sesuatu yang lebih berkualitas, unik dan memiliki nilai tambah. Sedikit nilai tambah dan keunikan usaha justru dapat menjadi perbedaan besar bagi usaha anda. cth pakaian wanita atau aksesoris wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Carilah mentor, mitra usaha dan komunitas. Pelajaran terbaik bisnis anda diperoleh melalui pengalaman, nasehat dan kegagalan pihak lain. Pengetahuan manajemen, keuangan, pemasaran dan masalah teknis akan lebih baik jika diperoleh dari mereka yang telah memiliki pengalaman terbang. Mentor, kemitraan, komunitas usaha atau asosiasi membuat anda lebih kuat menghadapi tantangan dan masalah ketika merintis usaha baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mulailah dengan operasi berskala kecil. Jangan percaya sesuatu yang besar selalu lebih baik. Usaha sehat justru adalah usaha berskala kecil yang kemudian mengembang, bukan usaha yang langsung dijalankan dengan skala besar. Usaha berskala kecil cth baju wanita, aksesoris wanita dll juga menjadi guru terbaik karena menjadi tempat belajar menangani masalah dari yang paling sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan lekas percaya tawaran waralaba atau franchise serta keagenan. Waralaba atau keagenan biasanya berarti suatu langkah yang terbukti untuk bisa dijalankan, adanya dukungan pemasaran dan pengakuan dari segi nama. Namun sebagai pembeli nama perlu waspada. Yakinkan anda telah melakukan penelitian dengan seksama sehingga anda tidak perlu membayar sesuatu yang dapat anda lakukan seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Miliki etos kerja dan etos usaha yang baik. Etos kerja dan usaha akan menentukan jalannya usaha anda ketika anda menghadapi kompetisi dan tantangan masalah. Etos kerja akan menyelamatkan anda dari berbagai penyimpangan dan kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jalankan bisnis dan usaha selalu dalam kehendak Tuhan. Mazmur mengatakan bahwa berkat Tuhan-lah yang menjadikan anda kaya dan susah payah tidak akan menambahi keuntungan. Selalu membawa usaha yang anda lakukan dalam doa dan terus merenungkan setiap kebenaran Tuhan akan membuat apa yang anda lakukan selalu berhasil dan anda akan selalu beruntung.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mengenai usaha dapat anda temukan pada Toko online, Butik Online, Baju Wanita, Aksesori Wanita, Pakaian Wanita dan Toko &amp; Butik Online : Belanja Online Pakaian &amp; Baju Wanita - Aksesori Wanita pada 88db.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.jawaban.com/news/money/detail.php?id_news=071212185659&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/762078236461695270-8879741427360688824?l=feyx2spirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/feeds/8879741427360688824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=762078236461695270&amp;postID=8879741427360688824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8879741427360688824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/762078236461695270/posts/default/8879741427360688824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://feyx2spirit.blogspot.com/2010/03/tips-membuka-usaha-baru.html' title='Tips Membuka Usaha Baru'/><author><name>Carpe Diem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17035383214908443541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_Yl2lfJIW5NE/SpQZOBH7vkI/AAAAAAAAAEw/zqq08bSpHKw/S220/choicers+3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-762078236461695270.post-6752441366232278550</id><published>2010-03-16T09:41:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T09:42:20.891+07:00</updated><title type='text'>Menumbuhkan Semangat Kerja HANYA dalam 2,5 Menit ! Try it !!</title><content type='html'>Menumbuhkan Semangat Kerja Dalam 2½ Menit  &lt;br /&gt;Setiap individu dalam hidupnya tentu memiliki keinginan, apakah itu dari segi materi, kesehatan, kebahagiaan, penampilan atau yang lainnya. Dalam mencapai berbagai tujuan tersebut sedikit banyaknya tentu dibutuhkan kerja. Ber! bagai tujuan yang relatif kecil dan sederhana mungkin hanya membutuhkan sedikit kerja. Sementara untuk berbagai tujuan yang relatif lebih kompleks tentunya membutuhkan kerja yang lebih keras dan lebih lama. Bahkan terkadang walaupun menurut anda anda telah melakukan serangkaian kerja yang dibutuhkan, tujuan yang anda inginkan belum tercapai. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka anda harus kembali bekerja, melanjutkan berbagai hal yang telah anda lakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat terus bekerja keras yang berkelanjutan dalam mencapai tujuan jika anda memiliki semangat yang dibutuhkan. Ketika anda bersemangat melakukan suatu hal, anda tentu tidak akan memperhatikan rasa lelah atau jenuh saat bekerja. Sehingga anda semakin cepat mendapatkan! hasil akhir dari kerja yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda akan hobi anda? Tahukah anda pada suatu hal yang anda senang lakukan? Ingat kembali ketika anda melakukan hal tersebut. Apakah anda mudah merasa lelah atau jenuh saat melakukan hobi? Apakah anda selalu menunda melakukan hobi? Mungkin 
